Efa Butar butar
Efa Butar butar Karyawan Swasta

Teknologi Pangan | Content Writer | 0896-5747-1513 | efab22@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Danone Aqua dan Nadine Chandrawinata dalam Gerakan Bijak Berplastik

13 Juni 2018   01:50 Diperbarui: 13 Juni 2018   02:08 389 3 0
Danone Aqua dan Nadine Chandrawinata dalam Gerakan Bijak Berplastik
Foto: Efa Butar butar

Plastik dan Manfaatnya Bagi Kehidupan Manusia.

Plastik merupakan salah satu benda yang memiliki segudang manfaat yang berhasil diciptakan oleh manusia. 

Mulai dari urusan kemasan pangan, sampai urusan kelengkapan kebutuhan sehari-hari, plastik memiliki andil dalam membantu mempermudah urusan Manusia. Terakhir, plastik berhasil digunakan sebagai bahan baku pembuatan aspal dengan kuantitas 3-4 ton untuk menghasilkan aspal 1km berjalan. 

Plastik dan Kurangnya Management Diri Manusia untuk Mengonsumsinya.

Plastik memang memiliki segudang manfaat, namun hingga detik ini masih tetap menjadi boomerang bagi kehidupan manusia karena ketidak mampuan manusia untuk:

1. memproduksi plastik

Kebutuhan plastik dalam hidup manusia berlangsung secara terus menerus tanpa bisa dipisahkan. Sayangnya, kebutuhan yang kontiniu ini menjadi alibi manusia untuk terus memproduksi plastik.

2. Mengonsumsi Plastik

Mudahnya mendapatkan plastik menjadi salah satu pemicu banyaknya konsumsi plastik oleh masyarakat. 

Di mall misalnya, setiap barang belanja konsumen dikemas dalam kantong plastik per jenisnya. Belanjaan yang mengandung racun akan dikemas terpisah dari makanan sehingga penggunaan plastik semakin tinggi. Tentu ini bertujuan untuk kesehatan setiap konsumen. Jadi wajar jika dilakukan pemisahan. 

Masalahnya adalah hal diatas diterapkan pada satu atau satu keluarga yang datang berbelanja di setiap mall. Lalu bagaimana dengan jutaan kepala keluarga lain? Dikalikan jumlah belanja kebutuhan setiap bulannya. Lalu dikalikan dengan tingginya jumlah pasar modern yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dan menjadi pilihan keluarga untuk berbelanja karena selain nyaman, difasilitasi dengan AC, bersih, mall juga diberi embel-embel diskon. Tentu saja sederet alasan ini membuat plastik membludak.

Ketika warga luar negeri telah menerapkan kertas sebagai wadah belanja, masyarakat Indonesia masih berkutat dengan penggunaan plastik. Jika sebagian warga luar negeri telah melatih diri untuk membawa kantung belanja setiap kali berbelanja, kita masih sibuk meminta tambahan plastik takut kalau-kalau plastik belanjaan malah jebol karena kebanyakan barang.

3. Memanage sampah plastik usai digunakan

80% sampah "hilang' sedangkan 20% lainnya ditampung dan dipilah oleh para pemulung untuk kemudian dijual, diolah, didaur ulang dan dibuat menjadi produk baru. 

80% sampah yang 'hilang' tidak diketahui keberadaannya. Sampah yang hilang inilah yang akhirnya menjadi PR semua masyarakat Indonesia untuk menemukannya dan mengembalikan dimana seharusnya sampah 'hilang' tersebut berada. 

Sampah yang hilang pada umumnya berakhir di lautan. Menutpi permukaan, melayang di lautan, bahkan memenuhi dasar lautan. 

Satu hal yang tidak disadari oleh kita - manusia - sebagai penghasil sampah terbesar di muka bumi, bahwa setiap sampah yang dibuang disembarang tempat lalu akhirnya hilang, lambat laun akan membunuh makhluk lain yang tak dapat menyingkirkannya dari kehidupannya. Sudah menonton video kura-kura yang tak sengaja menyedot sedotan plastik dengan menggunakan hidungnya hingga akhirnya tersangkut di sana dan berdarah saat dikeluarkan? Miris sekali bulan ulah kita ini?

Danone-Aqua dan Bentuk Kepedulian Akan Sampah Plastik

Sejalan dengan hari lingkungan hidup, 5 Juni 2018, Danone Aqua meluncurkan kampanye Bijak Berplastik sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan plastik di Indonesia. 

Dalam kampanye ini, Danone Aqua juga berkomitmen untuk membuat seluruh kemasan plastiknya dapat didaur ulang 100%, melakukan kampanye nasional untuk edukasi daur ulang serta menggerakkan program pengetahuan daur ulang di 20 kota besar di 2020.

Tak sekedar edukasi dan kampanye national, Danone Aqua juga mengaja berbagai pihak dan perusahaan-perusahaan besar lainnya untuk bergabung membantu pemerintah Untuk mewujudnyatakan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah plastik ke laut sebesar 70% di tahun 2025. 

Danone dan Nadine Chandrawinata untuk Indonesia Bijak Berplastik

Tak hanya dari industri, perusahaan dan coorporate lainnya, bentuk lain dari kepedulian Danone atas permasalahan sampah di Indonesia, Danone-Aqua juga menghadirkan sosok anak muda yang dalam kiprahnya konsisten untuk menunjukkan kepedulian terhadap alam, Nadine Chandrawinata. 

Sebagai seorang muda bertalenta, publik figure, juga penyelam, Nadine giat mengkampanyekan dan mengajak anak-anak muda agar melakukan segala bentuk kecil yang dapat memberikan pengaruh besar pada pengurangan sampah di laut. 

Gerakan ajakan tersebut dilakukan dengan dikemas dalam sebuah organisasi bernama sea soldier. Nadine sendiri memanfaatkan kehidupan anak muda yang mudah untuk diajak kerjasama jika mereka 'muncul' dalam kerjasama tersebut. Oleh sebab itu, kepedulian anak muda akan sampah dapat diabadikan dengan selfie baik itu menunjukkan rupa, atau tindakan nyata untuk pengurangan sampah plastik. 

Kampanye Bijak Berplastik tidak akan bisa teralisasi jika hanya mengandalkan para stakeholder dan pemerintah semata, oleh sebab itu, ayo anak anak muda, sama-sama mulai gerakan Bijak Berplastik yang sangat sederhana ala Nadine Chandrawinata di bawah ini:

1. Tidak menggunakan kantung plastik sebagai kantong sampah,

2. Rajin memisahkan sampah plastik dan organik,

3. Meminta tamu untuk membereskan sendiri sampah yang dihasilkan agar masing-masing tamu mengatahui jumlah sampah yang telah dihasilkan selama bertamu