Mohon tunggu...
Edy Supriatna Syafei
Edy Supriatna Syafei Mohon Tunggu... Jurnalis - Penulis

Tukang Tulis

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Emmanuel Macron Cetek dalam Pemahaman Agama-agama

1 November 2020   09:44 Diperbarui: 1 November 2020   10:06 523
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: AP/Emrah Gurel

Jika saja Presiden Perancis Emmanuel Macron punya wawasan luas tentang kehidupan beragama, penulis pastikan tindakan kekerasan yang terjadi di Kota Nice di Paris dapat dihindari.

Wawasan presiden itu cetek prihal keagamaan. Namun ia sangat menyanjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi.

Seperti diwartawakan, kota di Prancis selatan, Nice berduka Jumat (30/10) untuk tiga orang yang ditikam, seorang di antaranya "nyaris terpenggal". Lalu, untuk mengenang korban didirikan di depan basilika Notre-Dame, banyak warga meletakkan bunga dan lilin.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Kamis (29/10) penikaman itu adalah "serangan teroris kelompok Islamis".

Sebelumnya, seorang guru dipenggal di luar Paris setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada sejumlah muridnya.

Langkah Macron mempertahankan hak untuk menerbitkan karikatur Nabi Muhammad memicu kemarahan di sejumlah negara dengan penduduk mayoritas Muslim.

Polisi mengatakan tersangka penyerang adalah pria Tunisia berusia 21 tahun yang baru-baru ini tiba di Eropa. Disebutkan ia dalam kondisi kritis di rumah sakit setelah ditembak polisi.

**

Jika sedikit saja Emmanuel Macron bijaksana dan mau memahami tentang ajaran dalam Islam, tentang halal dan haram, haram seperti mengonsumsi babi dan membuat karikatur Nabi Muhammad Saw, maka kecaman kepada Macron tak seperti sekarang ini.

Karena itu, seperti diungkap Presiden Joko Widodo (Jokowi), pernyataan presiden Perancis bisa memicu perpecahan antar umat beragama di dunia. Padahal, kini, kita membutuhkan persatuan untuk menghadapi pandemi COVID-19.

Memang tidak tepat mengaitkan agama dengan tindakan terorisme adalah sebuah kesalahan besar. Terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apa pun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun