Mohon tunggu...
Edy Supriatna Syafei
Edy Supriatna Syafei Mohon Tunggu... Penulis

Tukang Tulis

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Karantina Jemaah Haji dan Kebijakan Pemerintah Arab Saudi

28 Februari 2020   07:55 Diperbarui: 28 Februari 2020   10:51 716 16 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Karantina Jemaah Haji dan Kebijakan Pemerintah Arab Saudi
Calon jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 6 melakukan pendataan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (18/7/2018). Sebanyak 24.524 calon jemaah haji dan 315 petugas akan diberangkatkan dari Asrama Haji embarkasi Jakarta.(KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA)

Seperti diwartakan, Pemerintah Arab Saudi menangguhkan izin masuk bagi siapa pun di luar negeri itu yang memiliki visa pariwisata dampak meluasnya kasus Corona. Kerajaan itu pun meminta warganya tidak melakukan perjalanan ke negara di mana Corona menyebar.

Sungguh, kebijakan Kerajaan Arab Saudi itu mengejutkan. Terlebih Indonesia dinyatakan masuk ke daftar negara-negara terjangkit Corona. Padahal, seperti dinyatakan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, sampai saat ini tak ada kasus positif virus Corona di Tanah Air.

Menyikapi itu, Pemerintah RI menjelaskan dapat memahami kebijakan pemerintah Arab Saudi dengan pertimbangan kesehatan umat yang lebih besar, terutama mereka yang melakukan umrah dan ziarah ke Masjid Nabawi.

"Pemerintah RI sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi agar jamaah yang sudah ibadah bisa melanjutkan dan mereka yang mendarat diizinkan melanjutkan ibadah dan ziarah," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Berikut daftar negara yang terjangkit virus Corona menurut Saudi, dikonfirmasi oleh pihak Kemlu RI: China, China Taipei, Hong Kong, Iran, Italia, Korea (Rep), Makau, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Iran, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, dan Vietnam.

Kini makin jelas bahwa Saudi memang serius memerangi Corona dengan mengeluarkan larangan umrah ke negaranya seperti yang diumumkan pada Kamis (27/2).  

**

Sampai kapan kebijakan yang diberlakukan untuk sementara itu akan dicabut? Untuk ini, hanya Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sendiri yang dapat memberi penjelasan.

Namun jika kita menengok ke belakang, sejarah dari merebaknya penyakit menular terkait dengan pelaksanaan ibadah haji tempo lalu, kerajaan itu sudah memiliki pengalaman upaya pencegahannya tanpa mengurangi hak umat untuk menunaikan ibadah.

Kita masih ingat awal berdirinya asrama haji di berbagai daerah (Indonesia) disebabkan Pemerintah Arab Saudi menemukan kolera dari Tanah Air. Realitas itu juga didukung temuan badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO).

Badan kesehatan dunia saat itu menemukan jemaah haji dari Indonesia mengidap kolera. Maka, pemerintah Indonesia, atas dasar itu, kemudian cepat-cepat membangun asrama haji di berbagai daerah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x