Mohon tunggu...
Edy Supriatna Syafei
Edy Supriatna Syafei Mohon Tunggu... Jurnalis - Penulis

Tukang Tulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kerajaan (Utopia) Sesat dan Pentingnya Pencerahan Warga

20 Januari 2020   08:17 Diperbarui: 21 Januari 2020   22:30 438
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kerajaan Agung Sejagat. foto | NU Online

Terungkapnya Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire merupakan wujud adanya keseriusan orang-orang yang tengah merindukan kejayaan para raja di masa lampau. Ada yang mengaku sebagai titisan raja-raja, seperti dari Kerejaan Majapahit, Kerajaan Pajajaran, adalah gambaran utopia yang kemudian menjungkir-balikan akal sehat.

Dalam hal urusan beraroma (ajaran, paham dan kerajaan utopia), orang pintar saja bisa tertipu. Coba telusuri dengan dukungan Mbah Google, pasti didapati seorang profesor saja bisa tertipu dengan Kanjeng Dimas. Si jago mistik melipatgandakan uang ini aksinya sudah berakhir dan masuk penjara. Sementara ribuan orang terpedaya dan uang pun lenyap.

Pada 2016, MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa sesat terhadap ajaran sesat Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Pria itu dianggap melakukan sejumlah kegiatan menyimpang, menyesatkan, dan melecehkan agama.

Dimas Kanjeng mendoktrin pengikutnya dapat menggandakan uang lewat praktik 'kun fayakun'. Dia juga mengajarkan sejumlah wirid yang dianggap menyalahi ajaran Islam. Selain itu, ia turut mendoktrin keyakinan kufarat kepada pengikutnya bahwa ada bank gaib.

Kasus terakhir, yaitu munculnya Kesultanan Selacau. Diakui pemuncula kesultanan ini berbeda dengan fenomena Keraton Agung Segajat di Purworejo dan Sunda Empire di Bandung. Kesultanan Selaco alias Selacau Tunggul Rahayu di Kecamatan Parung Ponteng Kabupaten Tasikmalaya selama ini bisa berdampingan dengan pemerintah daerah sejak tahun 2004.  

Kerajaan Sejagat dan Sunda Empire, sejatinya mengajak orang-orang waras ke alam utopia. Rakyat di Tanah Air sepertinya mudah diperdaya dan digiring ke jalan yang merugikan dirinya sendiri. Meski begitu, pemunculan Kesultanan Selacau Tunggul Rahayu perlu diwaspadai. Apa, sih, motivasinya?

**

Kasus yang menggiring anak bangsa ke alam utopia akan "kejayaan" yang diidamkan juga banyak terjadi dengan mengemas ajaran agama Islam. Misalnya kemunculan aliran Gerakan Fajar Nusantara (disingkat Gafatar) di Kabupaten Mempawah Timur di Kalimantan Barat pada Januari 2016. Kemasan dakwah dan mencuci otak pengikutnya merupakan cara penipuan paling ampuh.

Pendiri Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Ahmad Musadeq pernah terjerat kasus aliran Al-Qiyadah al-Islamiyah pada 2006. Sebagai pendiri aliran, Ahmad Musadeq menyatakan diri sebagai nabi atau mesias.

Kita pun pernah digegerkan dengan kasus Lia Aminuddin atau Lia Eden dengan jemaatnya yang disebut Salamullah. Pada tahun 1997, ramai media massa mewartakan karena mengaku Imam Mahdi sebagai penyebar wahyu Tuhan. Lebih seru lagi yang bersangkutan mengaku sebagai reinkarnasi Bunda Maria, sedangkan anaknya, Ahmad Mukti, adalah jelmaan Yesus Kristus.

Ajaran ini didirikan oleh pasangan suami-istri Rudi dan Aisyah, dan dipimpin Nurhalim di Serang, Banten. Dianggap kontroversial karena meyakini Nabi Muhammad berjenis kelamin wanita. Aisyah mengaku sebagai Ratu Kidul yang menganut agama Sunda Wiwitan, namun mengakui Al Quran dan Allah SWT.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun