Mohon tunggu...
Edy Supriatna Syafei
Edy Supriatna Syafei Mohon Tunggu... Jurnalis - Penulis

Tukang Tulis

Selanjutnya

Tutup

Cerita Pemilih Pilihan

Menyoal Kepatutan FPI dan Gelisahnya Publik

12 Mei 2019   07:53 Diperbarui: 12 Mei 2019   08:04 1151
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Rizieq Shihab, pimpinan FPI. Foto | VOA Indonesia

Kalau ada anak kecil menjerit sambil menangis di hadapan ibunya lantaran tidak diberi permen karet, bisa jadi anak bersangkutan tengah mencari perhatian. Kala permintaannya telah terpenuhi, ia diam dan kadang melempar senyum kebaikan kepada ibunya.

Esoknya, ia minta dibelikan mainan berupa sepeda roda tiga. Alasannya, kala bermain tak bisa lagi meminjan kepada teman-temannya. Maka, agar bisa bermain sepeda bersama teman, ia minta dibelikan sepeda persis seperti milik rekan di tetangga sebelah.

Lantaran sang ibu tak punya uang, anak bersangkutan tak segera dipenuhi permintaannya. Kembali, anak bersangkutan merengek-rengek, berteriak keras lalu bergulingan menangis minta dibelikan sepeda secepatnya. Lantaran tangisnya makin mengencang, sang ibu tambah bingung.

Ujungnya, sang ibu cari hutangan untuk membeli sepeda agar anaknya yang manja tadi tak terus menerus menangis.

**

Di dalam kelas, tercatat nama Joni. Di benak para guru ia sudah ditandai sebagai anak pintar: ngoceh, pandai bergaul, nakal dan kadang suka mengganggu teman/guru.

Joni paling suka "mengerjai" ibu guru. Caranya mencari perhatian dengan banyak bertanya ini dan itu ketika berada di dalam kelas. Kadang pertanyaannya konyol.

"Ibu, kenapa selalu memandang mata saya?"  Tanya Joni.

Mendengar pertanyaan seperti itu, teman-temannya merasa aneh dan tertawa. Tapi, sang ibu guru sudah paham kelakuan Joni dengan memberi jawaban santai.

"Karena kamu nakal," jawabnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerita Pemilih Selengkapnya
Lihat Cerita Pemilih Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun