Olahraga highlight headline

Kini Stadion GBK Punya Sistem Pencahayaan yang Jauh Lebih Terang

11 Oktober 2017   08:19 Diperbarui: 12 Oktober 2017   05:39 3590 13 6
Kini Stadion GBK Punya Sistem Pencahayaan yang Jauh Lebih Terang
Bakal menyenangkan menyaksikan pertandingan di sini. Foto | Dokumen Pribadi.

Pencahayaan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan kini jauh lebih terang dari sebelumnya dan dapat dipastikan untuk kegiatan Asian Games 2018 mendatang akan memberikan rasa puas bagi para pengunjung.

Sebab, stadion ini kini sudah memiliki sistem penyecahayaan berkekuatan 3.500 lux atau dua kali lebih besar dari sebelumnya 1.200 lux. Ada keuntungan lain, sistem pencahayaan ini menggunakan "LED lighting system", sehingga konsumsi listriknya lebih hemat hingga 50 persen dari lampu konvensional dan memiliki kualitas pencahayaan tiga kali lebih baik.

Pada Senin malam (9/10/2017),  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyempatkan diri melakukan pengecekan sistem pencahayaan dan suara di Stadion GBK Senayan, Jakarta.  

Basuki Hadimuljono menyempatkan diri melakukan pengecekan sistem pencahayaan dan suara di Stadion GBK Senayan, Jakarta. Foto | Dokumen Pribadi
Basuki Hadimuljono menyempatkan diri melakukan pengecekan sistem pencahayaan dan suara di Stadion GBK Senayan, Jakarta. Foto | Dokumen Pribadi

Memang renovasi yang dilakukan dewasa ini diharapkan akan membuat seluruh venue olahraga menjadi lebih baik, termasuk penggunaan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan, salah satunya penerangan dan tata suara.

"Semua teknologi di Stadion Utama GBK ini disiapkan agar upacara pembukaan Asian Games pada Agustus 2018 berlangsung baik. Nantinya juga dilengkapi dengan panel surya sebagai sumber listriknya sehingga lebih ramah lingkungan," kaa Menteri Basuki.

Nampak ikut mendampingi pada peninjauan tersebut Utusan Khusus Presiden Joko Widodo untuk Jepang, Anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan Soejono, Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo dan CEO Panasonic Mr. Kazuhiro Tsuga.

Makin terang saja di GBK. Foto | Dokumen Pribadi
Makin terang saja di GBK. Foto | Dokumen Pribadi

Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, mengakui bahwa saat ini sudah dilakukan pemasangan kursi dan kabel tension untuk penguatan struktur atap Stadion yang nantinya akan ditempatkan panel surya dengan kapasitas 420 KWP yang mampu menghasilkan rata-rata 1.470 KWH/hari.

Meskipun sumber utama energi stadion berasal dari tenaga surya namun juga terkoneksi dengan sumber listrik dari PLN dan Genset. "Sistem panel surya dan PLN akan terhubung secara otomatis dengan umur teknis selama minimum 25 tahun," jelasnya.

Sedangkan untuk sistem pencahayaan stadion, saat ini telah menggunakan lampu LED standar tertinggi yang diakui federasi sepakbola dunia (FIFA) dan federasi atletik internasional (IAAF) dengan titik lampu sebanyak 610 set yang terkoneksi dengan tata suara sehingga pergerakan lampu dapat seirama dengan musik yang dimainkan. Pencahayaan sebelumnya memakai teknologi metal halide, membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk pemanasan sebelum dapat dihidupkan, sekarang dengan LED bisa difungsikan sebagai 'interactive dynamic lighting'.

Selain dilengkapi sistem pencahayaan yang mumpuni, Stadion Utama GBK juga dilengkapi dengan 'sound system' yang berkekuatan hingga 80 ribu watt PMPO dan sistem penyiraman rumput 'rain gun' serta menggunakan rumput khusus berjenis Zoysia Matrella.

Menteri PUPR makin bangga atas progres pekerjaan di sini. Foto | Dokumen Pribadi.
Menteri PUPR makin bangga atas progres pekerjaan di sini. Foto | Dokumen Pribadi.

Kementerian PUPR sendiri menargetkan penyelesaian venue olahraga GBK dan penataan kawasan GBK pada akhir tahun 2017 ini. Pada akhir Oktober ini akan rampung Stadion Renang (Aquatic), diikuti pada bulan November Istana Olahraga (Istora), dan Desember 2017, akan diselesaikan Stadion Utama GBK, Training Facility, Stadion Tenis Indoor dan Outdoor, Stadion Madya, Softball, Gedung Basket dan Lapangan Baseball. Sementara pada bulan September telah dirampungkan Lapangan Hoki dan Sepakbola ABC.

Catatan penulis, pesta olahraga multi event Asian Games 2018 itu akan mengambil dua tempat: Jakabaring (Palembang) dan Jakarta. Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games ke-4, di Jakarta 24 Agustus - 4 September 1962. Sebanyak 1.460 atlet dari 16 negara ambil bagian untuk bertarung pada 15 cabang olahraga (cabor).

Untuk Asian Games 2018 di Indonesia, sebagaimana keputusan Rapat Koordinasi Komite Asian Games 2018 (Corcom AG2018) yang diikuti Inasgoc dan Dewan Olimpiade Asia (OCA), Senin (6/3/2017), Asian Games 2018 yang bakal digelar di Jakarta dan Palembang, akan mempertandingkan 484 nomor dari 42 cabang olah raga.