Mohon tunggu...
Education & Research ENVIHSA FKM UI 2016
Education & Research ENVIHSA FKM UI 2016 Mohon Tunggu...

ENVIHSA (Environmental Health Students Association) merupakan Himpunan Mahasiswa Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. Pada kepengurusan tahun 2016, Tim Education & Research dari ENVIHSA banyak mengeluarkan karya berupa tulisan dengan tujuan untuk mempeluas pengetahuan pembaca tentang isu seputar Kesehatan Lingkungan. Tim terdiri dari: Helistia Yuniarni (Team Leader); Clara Andyna (Deputy of Research); Dwi Nutfa Liani (Deputy of Education); Mirza Oktariani (Deputy of Internal); Fauzan Rachmatullah (Team Members of Research); Amanda Fauzea (Team Members of Research); Inas Fadhilah (Team Members of Education); dan Yosi Purnama Sari (Team Members of Education). Semoga tulisan-tulisan kami bermanfaat! :)

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Hari Tuberkulosis Sedunia

31 Agustus 2016   18:05 Diperbarui: 31 Agustus 2016   18:08 0 0 0 Mohon Tunggu...
Hari Tuberkulosis Sedunia
memperingati-hari-tb-sedunia-57c699551697731d47adbebf.jpg

Oleh: Tim Education & Research, 30 Maret 2016

Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia pada tanggal 24 Maret, Envirohealth Issues kali ini membahas tentang Tuberkulosis. Yuk, kita kenali penyakit Tuberkulosis!

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. TBC pada umumnya mempengaruhi paru-paru. TBC menular melalui udara di dalam ruangan yang membuat bakterinya dapat bertahan lama, lewat droplet air liur penderita. Gejala dari penderita TB adalah batuk disertai dahak, terkadang mengeluarkan darah, sakit dada, lemas, turun berat badan, demam dan keringat malam (WHO).

Tahun 2014, 9,6 juta orang di dunia menderita TBC. Sekitar 1,5 juta orang di antaranya meninggal dunia dan 95 % di antaranya terjadi di negara berkembang. Meskipun pada tahun 2014 jumlah penderita TBC menurun, di Indonesia, terdapat sekitar 500.000 kasus baru TBC tiap tahunnya dan 175.000 diantaranya meninggal dunia. Selain itu, TBC juga merupakan salah satu penyebab HIV, satu dari tiga kematian penderita HIV dikarenakan oleh penyakit Tuberkulosis (WHO).

Penyakit TBC dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya faktor lingkungan. Dua faktor lingkungan utama  yang dapat mempengaruhi munculnya penyakit TBC adalah polusi udara di dalam ruangan yang berasal dari bahan bakar padat (biomass) dan asap rokok. Pembakaran biomass dan asap rokok dapat menghasilkan gas karbon monoksida yang sangat tinggi, hal tersebut menyebabkan bakteri TBC berkembang dan bertahan hidup lebih lama dalam tubuh. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat bertahan 1-2 jam terutama di tempat gelap dan lembab. Oleh karena itu, faktor lain seperti  jenis lantai yang cenderung menimbulkan kelembaban (lantai tanah) serta kurangnya ventilasi ruangan dapat berpengaruh pada perkembangan bakteri Mycobacterium tuberculosis karena pencahayaan berfungsi untuk membunuh bakteri patogen yang berada di dalam rumah.

Untuk mencegah penyakit TBC terjadi disekitar kita khususnya pada orang-orang terdekat seperti keluarga, baiknya dilakukan pencegahan-pencegahan berikut:
• Menghentikan kebiasaan merokok atau menjauh dari asap rokok
• Mulai menggunakan kompor gas untuk memasak di dapur
• Mengupayakan agar isi di dalam rumah tidak terlalu padat
• Memperbanyak ventilasi udara di dalam rumah
• Memberikan vaksin anti-TB
• Gunakan jenis lantai yang kedap air dan mudah dibersihkan
• Selalu memberikan edukasi tentang bahaya  yang dapat ditimbulkan oleh asap rokok dan pembakaran bahan bakar padat untuk meningkatkan kesadaran orang-orang di sekitar kita tentang TBC


Sumber:
- WHO, Linking TB and the Environment: An Overlooked Mitigation Strategy

- Tuberkulosis in Indonesia. http://www.expat.or.id/medical/Tuberkulosis.html, Unnes Journal of Public Health (2013); 2 (1), 1-9.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x