Mohon tunggu...
Eduardus Fromotius Lebe
Eduardus Fromotius Lebe Mohon Tunggu... Dosen - Penulis dan Konsultan Skripsi

Menulis itu mengadministrasikan pikiran secara sistematis, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya

Tutup

Digital Artikel Utama

Media Sosial, Ancaman, dan "Self Regulation"

3 Oktober 2021   10:46 Diperbarui: 4 Oktober 2021   09:00 1179 26 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
ilustrasi media sosial (sumber: shuttterstock via kompas.com)

Dunia memasuki era baru dengan segala dinamika serta kompleksitas yang luar biasa. Komputasi sering kali menjadi rujukan utama dalam memecahkan kebuntuan manusia di era modern. 

Konstruksi berpikir terorganisasi pada rasionalitas dan terkooptasi pada pragmatisme individu. Selain itu, media sosial menjadi pilihan alternatif untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Dinamika dan relasi kehidupan manusia sangat bergantung pada media sosial. Peran media sosial begitu vital dalam peradaban manusia modern. Penetrasi media sosial dalam kehidupan masyarakat telah mengubah perilaku masyarakat baik secara personal maupun secara kelompok.

Pembaca yang budiman, tranformasi media sosial berada pada periode  (fase) yang mengkuatirkan. Penggunaan media sosial yang meluas dan  tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu seakan menjadi warning bagi kehidupan sosial masyarakat. 

Sebab, dalam ruang media sosial batasan-batasan etika sering kali diabaikan.

Sebagai ruang bersosialisasi, media sosial menjelma menjadi tempat ekspresi, interaksi, dan bahkan menjadi tempat berkompetisi. 

Pro-kontra dalam media sosial tentang isu-isu tertentu seakan menambah daftar peran media sosial. Acap kali, dampak negatif dan positif seiring berjalan dalam ruang dan waktu yang bersamaan.

Media Sosial sebagai Ancaman yang Nyata.

Dampak positif dan negatif media sosial ibarat dua sisi mata uang yang saling beriringan satu dengan yang lain. Kedewasaan masyarakat dalam bermedia sosial merupakan hal yang penting untuk menciptakan suasana kondusif. 

Jika tidak demikian, maka kita akan selalu menyangsikan betapa dahsyatnya peran media sosial yang destruktif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Digital Selengkapnya
Lihat Digital Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan