Mohon tunggu...
Ed Santo
Ed Santo Mohon Tunggu... karyawan swasta -

anak tpinang,orang jawa besar di sumatera cari makan di jakarta dan manca negara, seorang pengecut untuk memulai sebuah revolusi - edsanto@rocketmail.com\r\n

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop

Mbah Wiji 65th Babak Belur "dipukulin" DenSus 88's

7 September 2012   00:20 Diperbarui: 25 Juni 2015   00:49 3111
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

“..muka Wiji tampak penuh luka. Pelipis kiri dan pipi di bawah mata kanannya diperban. Hidung Wiji juga tampak luka seperti terkena pukulan senjata. Pelipis kanan Wiji dan jidatnya bengkak. Mata kirinya hampir tertutupi oleh perban. Sementara bibir atas Wiji jontor.  Wiji harus kehilangan 4 giginya karena pukulan yang cukup keras dari aparat, tangannya juga biru.." (news.detik.com/2012/09/02)

Catat, sungguh beringas dan membabi buta para personil Densus 88 yang menyergap Mbah Wiji tanpa ampun, kejinya para komando kepada seorang pria tua yang berumur 65 tahun…!

[caption id="attachment_204342" align="alignnone" width="460" caption="Babak Belur Mbah Wiji 65 tahun (gbr:detik.com)"][/caption]

Derita Luka Fisik dan Trauma Penganiayaan

Sempat terpikir oleh saya bahwa personil Densus menggunakan gagang senpi dan pukulan tangan bertubi-tubi untuk menghantam tubuh dan wajah Mbah Wiji sehingga babak belur dan merontokkan 4 gigi, bayangkan sakit  dan derita Mbah Wiji saat kejadian berlangsung sampai sekarang (recovery). Itu baru derita fisik,dimana sampai sekarang Mbah Wiji terbaring lemah dan masih merasa pusing.

Secara kejiwaan juga mengerikan, karena cucu Mbah Wiji ( anak terduga Bayu) menangis keras melihat Mbah-nya ditangkap dan dipukuli secara beringas oleh personil Densus. Keji..!

“..Cucu (saya) menangis keras saat melihat saya dipukuli dan diikat,” kata Wiji terbata-bata. Rupanya saat itu Densus salah tangkap karena mengira Wiji adalah Bayu yang menjadi target. Densus lalu mendobrak kamar sebelah, tempat Bayu dan istrinya tidur. Di kamar itulah Bayu yang tidur ditangkap bersama tas dan sebuah ponsel. (jogja.tribunnews.com/2012/09/03)

Kita semua ngeri membayangkan trauma yang di alami oleh cucu Mbah Wiji yang masih bocah kelas 3 SD. Semoga Komnas Perlindungan Anak menindaklanjuti kasus ini.

 

1346976017449925981
1346976017449925981
Mbah Wiji Terbaring Lemah dan Pusing (gbr:Ikrob Didik Irawan)

Skill Komando Anti Teror Tapi  Aksi Brutal dan Amatir

Pelatihan kepada personil Densus 88 ini tidak sepele tapi juga sangat besar anggaran operasionalnya, karena detasemen ini diklasifikasi sebagai grup elite para komando dengan spesialisasi satuan anti teror, pelatihan komando para ini setara dengan yang dimiliki oleh Detasemen 81 Koppasus TNI AD, Denjaka TNI AL serta  Denbravo TNI AU.

Densus Itu Idealnya Ksatria Bukan Para Jagal

Layaknya prajurit para komando, kemampuannya minimal setara dengan 2 orang prajurit/polisi biasa. Tapi personil Densus menyalahgunakan (gagal) kemampuan dan wewenangnya dengan “menggebuk-memukuli” Mbah Wiji (orang tua civilian not military) secara brutal tanpa ampun. Kalau salah tangkap – tidak dipukul masih mending, lah ini sudah salah tangkap kemudian membabi-buta memukuli pria tua yang tidak melakukan perlawanan blas..! apa gak brutal dan amatir tuh personil Densus..?

Pemukulan kepada Mbah Wiji membuktikan personil Densus over acting dan sewenang-wenang.

 

1346976107429577564
1346976107429577564
Mbah Wiji, anak dan cucu (gbr:Bony Eko Wicaksono - Solopos)

Cuman Di Kasih 1 Juta, Sudah Habis 1,2 Juta Untuk Berobat

Polsek Kalioso kali ini kena getahnya akibat aksi brutal personil Densus yang lakukan penyergapan, Polsek Kalioso memberikan uang sebesar  Rp 1 juta kepada Mbah Wiji untuk berobat. Pake perasaan dan simpati dikit-lah, mana cukup? keluhan Retno Setyorini, anak Mbah Wiji, istri dari terduga pelaku teror Bayu.

Karena personil Densus sudah merontokkan 4 gigi Mbah Wiji, idealnya harus diganti-kan? Tolong dikoreksi, jika 1 gigi palsu mencapai Rp 500 ribu, berarti harus mengganti Rp 2 juta, betul?

Sungguh tidak manusiawi perlakuan kepada Mbah Wiji dan keluarga, apakah Kepolisian tidak punya simpati membayangkan penderitaan Mbah Wiji dan keluarga…?

Operasi Yang Prematur dan Minim Data Intelijen

Apakah sebelum penyergapan personil densus tidak mendapat briefing dari intelijen tentang siapa-siapa dan jumlah penghuni rumah terduga Bayu..?

Apakah sedemikian berbahaya terduga Bayu sehingga personil menjadi kalap dan langsung main hantam mertua bayu yakni Mbah Wiji yang berumur 65 tahun..?

Apakah intelijen tidak mengintai rumah dan penghuni tersebut..?

Apakah Mbah Wiji seoarang criminal sehingga harus dibekuk dengan kekerasan..?

Jika demikian data intelijen yang minim dan operasi penyergapan dilakukan secara tergesa-gesa alias premature, korbannya adalah Mbah Wji dan cucunya yang ketakutan berdampak trauma kejiwaan.

 

13469762111281947850
13469762111281947850
Aksi Densus 88 (Tribun News Bandung)

KomJen Sutarman “Terpukul”, Faktanya Dipukuli Hingga Berdarah-darah

Jenderal polisi bintang 3 ini (Sutarman) kalo omong serampangan gak dicerna dan dinalar;

"Orang tua Bayu ini menghalang-halangi. Mungkin terpukulnya tidak sengaja,"  kata Sutarman.

Atau doi tidak bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar atau masa bodoh sehingga tidak bisa mengkomunikasikan sebuah keadaan kritis dilapangan; Sutarman bilang terpukul, padahal yang terjadi adalah dipukuli (berkali-kali dipukul bukan terpukul-sekali pukul).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun