Mohon tunggu...
Eddy Salahuddin
Eddy Salahuddin Mohon Tunggu... Indonesia

Eddy Salahuddin adalah putra kelahiran Palembang, 52 tahun yang lalu. Kebiasaan menulis berproses sejak SMA dalam ruang kreatif hingga kini. Selain berpuisi, menulis cerpen dan artikel juga menjadi pilihan yang menyenangkan. Pernah memenangkan lomba penulisan artikel tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai juara harapan 1, dengan judul artikel “Menumbuhkan Sikap positif Berbahasa”, yang dipublikasikan dalam Bunga Rampai Kumpulan Artikel Guru se- Provinsi Bangka Belitung. Cerpen dengan judul “Putusan” menjadi salah satu cerpen yang dipublikasi oleh Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung dalam Untukmu Aita, Antologi Cerpen Guru Kota Pangkalpinang, tahun 2017. Menjadi koordinator bagi lima penulis Seri Puisi Esai Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan karya “Nyanyian Perimping”, Seri Puisi Esai Indonesia Provinsi Bangka Belitung, tahun 2017. Buku kumpulan puisi "Titipanmu" merupakan buku pertama yang dicetak dan dipublikasikan. Kontak penulis bisa menghubungi surel eddy_salahuddin@yahoo.co.id atau edsadesamangkol133@gmail.com, ponsel/WA 0812 7122 8293.

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan

Id Mubarak

24 Mei 2020   10:22 Diperbarui: 24 Mei 2020   10:14 23 2 0 Mohon Tunggu...

Hari ini, seluruh umat Islam di dunia merayakan hari yang sangat suci, yaitu Idul Fitri 1441 Hijriah. Kemenangan yang diraih oleh setiap pribadi muslim setelah satu bulan melaksankan ibadah Ramadan. 

Apalagi, Ramadan tahun ini penuh dengan ujian dan cobaan yang luar biasa; dari situasi tak menentu pandemi covid-19 hingga keharusan menjaga jarak dan tetap di rumah saja. 

Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, hingga beribadah pun dianjurkan dari rumah demi memutus rantai persebaran virus. Hikmah yang dirasakan dalam idul Fitri tahun ini adalah bahwa rahmat Allah atas hamba-Nya tidak akan pernah sia-sia karena Dia Maha Pengasih dan Maha  Penyayang. 

Kita diberikan cobaan yang luar biasa dan tidak akan ada cobaan itu dibebankan kepada manusia di luar batas kemampuannya. Lalu jika kita mampu melewati berbagai cobaan itu, kita kan ditingkatkan derajat di hadapan-Nya. 

Anjuran agar tidak mudik ke kampung halaman oleh  pemerintah demi memutuskan rantai persebaran memberi dampak berupa berkurangnya mobilitas orang-orang untuk bepergian ke daerah. Hal ini, tentu saja akan menciptakan situasi yang tidak biasa, tidak nyaman, bahkan terkesan bahwa idul fitri tahun ini kurang semarak.

Jika ada sebagian orang yang dengan sembunyi-sembunyi melakukan aktivitas mudik dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan, maka kita hanya bisa berharap dan berdoa agar saudara-saudara kita itu tidak ikut menularkan virus. 

Berdesak-desakan di terminal, bandara, bahkan pelabuhan memberi peluang menularkan virus ini dari dan ke siapa saja. ODP bahkan OTG sulit untuk dikenal secara kasat mata sehingga mata awam hanya bisa mengantisipasi dengan perilaku jaga jarak dan selalu mencuci tangan. Akan tetapi, perilaku sehat seperti ini apakah akan konsisten dilakukan bila sudah berbaur dengan orang-orang lain di sekitar kita.

Akhirnya, hanya Allah lah yang akan menentukan amal dan pahala ibadah kita selama ini. Semoga idul fitri tahun ini menjadikan semua warga negara Indonesia sadar akan makna dan arti silaturahmi yang hakiki. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.  

VIDEO PILIHAN