Mohon tunggu...
EDY ROLAN
EDY ROLAN Mohon Tunggu... Petualang Kehidupan Yang Suka Menulis dan Motret

Penulis Lepas, Fotografer Amatir, Petualang Alam Bebas, Enjiner Mesin, Praktisi Asuransi. web:https://edrolnapitupulu.com/

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Bumi yang Terhilang pada Hari Bumi 2019

22 April 2019   18:09 Diperbarui: 22 April 2019   18:15 0 3 0 Mohon Tunggu...
Bumi yang Terhilang pada Hari Bumi 2019
Mengenal Bumi (ilustrasi dari www.skipprichard.com)

Hari ini tanggal 22 April adalah peringatan Hari Bumi Sedunia. Saat tadi pagi saya membuka Google Chrome, muncul doodle yang saat saya arahkan kursor saya ke sana  muncul "Happy Earth Day 2019".  Kemudian saya klik tombol play, muncul tampilan sebagai berikut:

1. burung albatross (burung dengan bentangan sayap terlebar di dunia yang mampu melayang hingga ratusan mil tanpa mengepak sayapnya), 

2. pohon redwood pesisir (pohon yang paling tinggi di dunia mencapai tinggi hingga 377 kaki setara dengan 75 orang manusia), 

3. seekor katak  habitat Papua Nugini, Paedophryne amauensis (hewan bertulang belakang terkecil dunia sebesar koin logam), 

4. tanaman teratai air Amazon (tanaman akuatik terbesar yang diukur sebesar tubuh orang dewasa),

5.  Ikan Coelacanth (ikan purba yang sudah ada sejak zaman dinosaurus atau sekitar 407 juta tahun yang lalu,

6.  Hewan serangga yang tanpa penglihatan hanya memiliki ekor pegas mampu hidup di dasar gua yang dalam

7. Muncul pesan bahwa Google hanya menampilkan potongan kecil dari keragaman hayati, keunikan, dan keajaiban bumi ini yang kita sebut sebagai rumah. "Happy Earth Day!"

Google hanya menampilkan 6 (enam) hal yang menggambarkan tentang bumi. 

Lantas saya bertanya kepada diri sendiri, bagaimana dengan saya menggambarkan bumi di usia yang menuju kepala empat ini?  Saya merenungkan sejenak  sekitar 5 (lima) menit. Dan hasil renungan 5 (lima) menit tersebut, yang terlintas dari ada 5 (lima) hal yaitu:

1. Bumi yang ku kenal adalah bumi pertiwi yang bernama Indonesia bahkan yang paling ku kenal adalah bumi tempat saya dibesarkan yaitu bumi Jakarta.

2. Jika saat ini kalender kabisat menunjukkan tahun 2019, betapa kecilnya pengetahuan manusia tentang umur bumi yang diperkirakan berusia sekitar 4,5 Milyar Tahun berdasarkan penelitian sains dan bentukan batuan versi Badan Geologi AS dari penelitian Stanford University tahun 1991, bahkan penelitian terbaru berdasarkan jurnal "Nature Geosciences edisi Februari 2019 menyatakan bahwa usia inti bumi hanya 565 juta Tahun. HIngga saat ini belum ada ilmu pengetahuan atau alat yang dapat menentukan usia bumi secara pasti. 

3. Harta yang hilang dari bumi Jakarta saat ini menurut saya adalah udara dan air bersih. Kedua unsur pendukung hidup di bumi Jakarta sudah langka.

4. Saya baru sangat menyadari betapa mahalnya air bersih ketika berada di luar negeri seperti Singapura, betapa susahnya hidup dikepung udara kotor seperti di Tiongkok yang tiap hari wajib membeli masker dan oksigen hidup seperti makan nasi di Indonesia.

5. Bumi yang memang sudah sangat tua bila dibandingkan usia manusia namun manusia sebagai pengelola bumi masih harus berbenah diri supaya layak untuk dihuni untuk generasi mendatang. Tanggung jawab saya dan kamu, sidang pembaca sekalian.

Menurut kamu, apakah arti bumi bagi kamu ? Silahkan berbagi dan berkomentar positif untuk kelangsungan bumi kita.

Jakarta,22 April 2019