EDY ROLAN
EDY ROLAN karyawan swasta

Penulis Lepas, Fotografer Amatir, Petualang Alam Bebas, Enjiner Mesin, Praktisi Asuransi. Web: https://edrolnapitupulu.com/

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Mengulik Kemampuan Komunikasi Dua Cawapres Jelang Debat III Pilpres 2019

16 Maret 2019   09:26 Diperbarui: 16 Maret 2019   13:33 229 1 2
Mengulik Kemampuan Komunikasi Dua Cawapres Jelang Debat III Pilpres 2019
Sandiaga Uno dan Maruf Amin| Kompas.com/Kristianto Purnomo

Debat Cawapres tanggal 17 Maret 2019 di Hotel Sultan mendatang sesuai agendanya mengusung tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Debat sesuai dengan maknanya menurut KBBI adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Tentunya untuk mengetahui kompetensi yang akan tampil berdebat khususnya dalam debat cawapres ini tentunya bukan lagi perkara kemampuan tim kampanye atau konsultannya, tapi menurut saya perlu juga kompetensi komunikasi politik dalam penyampaian dan argumen dari kedua calon wakil presiden. 

Dalam hal debat sama halnya dengan kampanye, metode yang dilakukan adalah metode retorika ala Aristoteles, yakni dengan persuasi yang dicapai oleh karena siapa anda, argumen anda, dan memainkan emosi khalayak (ethos-logos-phatos). 

Bergerak dari model klasik itu, yang senantiasa dilakukan dalam musim kampanye politik di Indonesia, media debat termasuk media yang efektif menyebarkan retorika tersebut. 

Calon Wakil Presiden 02dan 01,Sandiaga Uno - KH Maruf Amin (sumber:rakyatmerdeka. www.rmco.id))
Calon Wakil Presiden 02dan 01,Sandiaga Uno - KH Maruf Amin (sumber:rakyatmerdeka. www.rmco.id))
Tentunya secara gamblang mari saya coba kulik sedikit rekam jejak kemampuan komunikasi kedua calon wakil presiden 2019, KH. Maruf Amin dan Sandiaga Uno:

01. KH. Maruf Amin:

Calon wakil presiden yang berlatar belakang pendidikan keagamaan dan kemasyarakatan serta lebih membumi karena kerap berkomunikasi dengan kalangan ulama yang mengenal lebih dekat persoalan masyarakat.

Berbicara tentang pendidikan, sosial dan budaya boleh dikatakan pria berusia 75 tahun ini sudah banyak makan asam garam sehingga akan memberikan pendapat yang lebih membumi dan kuat. Di atas kertas, beliau unggul dalam perdebatan di seputaran tema ini 

Sedangkan untuk kesehatan dan ketenagakerjaan akan lebih banyak mendapatkan arahan dari tim kampanye dan konsultan politik. Besar kemungkinan akan cenderung mempromosikan apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintahan saat ini dan rencana ke depan untuk perbaikan mengatasi masalah akses kesehatan dan pengangguran.

Gaya menyampaikan pendapat dan berargumen akan lebih luwes dan kalem. Untuk tema yang kurang dikuasainya, akan dijawab dengan pemahaman yang membumi dan logis layaknya seorang guru menerangkan.

02. Sandiaga Uno:

Calon wakil presiden yang berlatar belakang kuat dalam sisi wirausaha dan bisnis serta investasi ini, punya wawasan luas dan tinjauan kuat terhadap tema yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dikaitkan sedikit ke arah sosial ekonomi. 

Untuk tema pendidikan, kesehatan, sosial budaya sepertinya pria berusia 49 tahun ini akan banyak meminjam perkataan dari tim kampanye dan konsultan politik. 

Gaya menyampaikan pendapat dan berargumen akan lebih ngotot dan terkesan menggunakan bahasa yang rumit atau mungkin konyol. Untuk tema yang kurang dikuasanya mungkin akan cenderung memaksakan pendapatnya dan argumennya ke dasar yang mengambang.

***

Siap tidak siap dengan kekurangan yang ada, dalam debat nanti keduanya harus mampu beraksi layaknya sebagai sang wakil dan tampil meyakinkan di hadapan para pemilih di seluruh nusantara. 

Demikian sekilas kulik ceria di akhir pekan, semoga bermanfaat sebagai tinjauan untuk menonton besok.

Salam hangat,

edrol70

Jakarta, 16 Maret 2019