Mohon tunggu...
EcyEcy
EcyEcy Mohon Tunggu... Guru - Pembelajar

Sejatinya belajar itu sepanjang hayat

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Misteri Malam Jumat (8)

1 November 2019   22:16 Diperbarui: 1 November 2019   22:21 145
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Ya?" Wati berhenti dan menunggu aku sampai di hadapannya dengan tatapan bertanya.

"Da apa?"

"Istri Pak RT sejak tadi muntah muntah terus. Dan banyak lagi warga kampung yang seperti itu." Wajah Wati tampak cemas.

"Ada yang nggak beres di sini. Kita harus selidiki ini." Rudi spontan berucap dengan wajah tegas.

"Wong ini gara gara kalian berdua melanggar pantangan,  penghuni hutan minta tumbal tuh. Makanya jangan sok tahu kalau masuk kampung orang." 

Wati bersungut kesal sambil berjalan meninggalkan aku dan Rudi.

"Eh... tunggu." Rudi menarik tangan Wati.

"Apaan sich!" Wati menepis cengkraman Rudi.

"Aku dan temanku nggak pernah melanggar pantangan di desa ini. Kamu jangan asal tuduh. Pasti ada hal lain yang membuat hewan ternak mati dan warga jadi seperti ini." Rudi semakin kesal.

"Apa coba?" Wati tak kalah ngototnya.

"Ehhh sudah. Sudah. Tak baik ngomong di jalanan seperti ini. Ayo duduk dulu. Biar kita bisa bicara dengan baik baik."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun