Mohon tunggu...
I Ketut Suweca
I Ketut Suweca Mohon Tunggu... Administrasi - Dosen - Pencinta Dunia Literasi

Kecintaannya pada dunia literasi membawanya suntuk berkiprah di bidang penulisan artikel dan buku. Baginya, hidup yang berguna adalah hidup dengan berbagi kebaikan, antara lain, melalui karya tulis.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Apakah yang Membuat Kita Bahagia?

15 September 2022   04:51 Diperbarui: 17 September 2022   06:00 1190 24 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi tentang kebahagiaan dalam hidup (Sumber gambar: theglobeandmail.com).  

Pertanyaan pada judul artikel ini mungkin terasa agak mengejutkan, karena begitu tiba-tiba ditodongkan dan Anda diminta memberi jawaban.

Bagi kebanyakan orang, akan terasa sulit menemukan dengan segera apa sesungguhnya yang membuat mereka bahagia.

Keliling Dunia

Saya sudah membaca buku The Geography of Bliss karya Eric Weiner yang mengisahkan perjalanannya berkeliling ke 10 negara untuk mengetahui seperti apa konsep kebahagiaan menurut masyarakat di setiap negara itu.

Dan, ternyata jawabannya tidak tunggal, bahkan sangat variatif. Ada yang mengatakan bahwa kebahagiaan akan bisa didapat setelah pindah ke tempat tertentu yang diyakini menyenangkan.

Ada yang menyatakan bahwa kebahagian itu bisa diperoleh melalui kesediaan menerima apa yang terjadi atas diri dan mengusahakan yang terbaik yang bisa dilakukan.

Lalu, ada juga yang meyakini bahwa uang berperan dalam memberikan kebahagiaan.  Di samping itu, ada yang bilang bahwa hidup yang seimbang adalah hidup yang bahagia.

Demikian beragamnya pendapat tentang makna kebahagiaan, mana yang bisa dijadikan pegangan?

Seorang peneliti terkemuka tentang kebahagiaan, John Helliwell, menyatakan bahwa ada lebih dari satu jalan menuju kebahagiaan.

Menurut saya, ada beberapa sumber yang berkontribusi pada kebahagiaan seseorang. Apakah itu? Mari kita bahas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan