Mohon tunggu...
I Ketut Suweca
I Ketut Suweca Mohon Tunggu... Administrasi - Pencinta Dunia Literasi

Kecintaannya pada dunia literasi membawanya suntuk berkiprah di bidang penulisan artikel dan buku. Baginya, hidup yang berguna adalah hidup dengan berbagi kebaikan, antara lain, melalui karya tulis.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Penulis dan Lima "Musuh" Terbesarnya!

3 Desember 2021   19:21 Diperbarui: 4 Desember 2021   05:00 870 49 29
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Menulis (Sumber: Pexels/Judit Peter)

Menulis bagi sebagian orang menyenangkan sedangkan bagi sebagian lainnya sebaliknya: tidak menyenangkan. Bagi mereka yang menyenangi aktivitas menulis, tentu akan tidak banyak mengalami hambatan dalam menuangka gagasan ke dalam bentuk karya tulis. 

Berbeda halnya dengan mereka yang tidak menyukai kegiatan tulis-menulis, mereka cenderung menghindari pekerjaan ini atau mengerjakannya dengan setengah hati.

Baik bagi orang yang menyenangi dunia tulis-menulis maupun bagi mereka yang tidak menyukainya, pada dasarnya menulis merupakan sebuah perjuangan. Perjuangan? Ya, perjuangan melawan diri sendiri! "Musuh" terbesar seorang penulis bukanlah orang lain, melainkan dirinya sendiri.

Musuh terbesar yang tampak manusiawi itu mesti dihadapi, mesti dilawan, mesti fight setiap hari untuk menundukkannya. Kalau kalah, maka musuh akan menjadi penguasa dan merajalela dalam dalam diri dan terekspresikan ke dalam bentuk sikap dan tindakan.

Lalu, apa yang dimaksud dengan musuh di dalam diri sendiri -- yang mau tak mau, harus diatasi jika ingin berhasil keluar sebagai pemenang?

Berikut ini adalah 5 musuh terbesar yang setiap saat hadir menantang dan menghadang para penulis. Ia datang mengiming-imingi para penulis untuk melenceng dari rencana yang ditetapkan di awal. Mari kita bahas lebih lanjut.

Pertama, kemalasan (laziness)

Ini salah satu musuh terbesar dan tersulit untuk ditundukkan. Mengapa sulit? Karena musuh ini ada di dalam diri sendiri dan setiap saat bisa muncul menggoda bahkan menghasut kita untuk berhenti menulis.

Kemalasan tampil dengan wajah manis dan menawarkan kesantaian, leha-leha, dan kesenangan dalam menikmatinya. 

Ia bisa melenakan bagi siapa pun yang sudah larut di dalamnya. Ia memberi kesenangan sesaat, tetapi kegagalan pada akhirnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan