Mohon tunggu...
Dzakiyah
Dzakiyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - MAHASISWA

saya punya hobi menulis puisi

Selanjutnya

Tutup

Roman Pilihan

Makna Kita di Kamu?

2 September 2023   09:53 Diperbarui: 2 September 2023   10:19 115
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Roman. Sumber ilustrasi: pixabay.com/qrzt

Hari ini begitu padat seperti biasanya, orang-orang sibuk dengan dunianya, begitu juga aku. Duduk di lantai atas ditemani mineral sambil scroll tiktok atau twitter, mencari apa yang sedang terbaru. Ya, mineral adalah jalan ninjaku sebab sedang menghindari gula yang kerap membuat mulutku sedikit masam.

Ingin dengar ceritaku di lima tahun belakang? Tentang seseorang yang Tuhan kirim untuk berjumpa, memberikan list baru tentang luka lama dalam hidupku, memberikan pelajaran penting mengenai cara mengikhlaskan seseorang.

Kadang, aku bertanya kenapa manusia dewasa harus merasakan patah hati,ditinggalkan, dikhianati, atau sekedar saling tau tetapi sudah ada yang punya.

5 Tahun yang lalu...

Aku Kinanti,

Adalah seorang mahasiswa yang beruntung menjadi delegasi untuk program kampus, tubuhku tidak menarik dan cenderung pendek. Menjadi Delegasi perwakilan Kampus bukanlah sesuatu yang dapat aku bayangkan sobat.

Entah kenapa perihal rezeki selalu kembali pada pawangnya sangat berlaku kepadaku saat ini. Sebab ini merupakan program besar dari Kampus dan aku dapat bagian didalamnya. Di cerita ini menggambarkan betapa serunya program besar yang telah dirancang dengan baik, dan cerita bagaimana kita memulai lalu mengakhiri.

Part 1 Pembekalan

Kinanti bukanlah orang dengan segala kehidupan sosialnya, dan cenderung nolep alias no life. Kehidupan yang menjadi kebiasaan ini tidaklah baik untuk diirnya. Tidak merasakan perkembangan diri yang baik, dan kaku untuk beradaptasi apalagi berinteraksi sama orang. Kehidupan inilah yang membuat ia harus mengikuti program dan disinilah ia.

Diantara seribu Mahasiswa berbagai delegasi di beberapa daerah, dia disana. Seperti biasa, menjadi sendiri bukanlah permasalahan yang besar baginya.

Di keramaian inilah pertama kali ia bertemu dengan sosok yang tidak disangka akan menjadi patah hati pertamanya. Di tempat ini, ia bertemu beberapa teman yang akan menjadi keluarga selama satu bulan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Roman Selengkapnya
Lihat Roman Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun