Mohon tunggu...
Dwi Tyas Pambudi
Dwi Tyas Pambudi Mohon Tunggu... ASN-Magister Lingkungan yang peduli terhadap permasalahan SDA dan lingkungan

-

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Petani Sukses ala Millenial, Ikuti Tips Ini!

20 April 2021   13:09 Diperbarui: 20 April 2021   13:25 90 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Petani Sukses ala Millenial, Ikuti Tips Ini!
Ilustrasi Pengolahan lahan pertanian dengan alat modern Foto: Pixabay.com

Keuntungan hadirnya media jejaring sosial saat ini adalah tersedianya informasi yang cepat dan mudah diakses semua kalangan. 

Tidak saja kalangan elit dan terpelajar, namun keuntungan tersebut juga dirasakan oleh petani. Harga produk di belahan bumi mana pun dapat diakses secara cepat dari gawai. Sehingga petani sangat mudah mengetahui harga komoditas apa yang lagi tren pada suatu waktu.

Memiliki gelar petani memiliki beban berat di pundak yang harus di pikul. Berbagai permasalahan tidak saja modal untuk bercocok tanam, melimpahnya produk di pasaran, diperlukan ilmu yang memadai, perubahan iklim, serangan hama penyakit, serta pengaruh dari kebijakan pemerintah terkait impor tidak kunjung selesai. 

Namun untuk menjadi sukses dan menghindari kerugian akibat permasalahan tersebut ada beberapa tips yang petani millenial bisa ikuti.

Tidak ikut-ikutan

Mudahnya mendapat informasi harga tren suatu komoditas biasanya akan diikuti petani dengan mencontoh success story tersebut. Mereka mencoba menduplikasi tanaman yang diusahakan itu. Dengan harapan mendapatkan hasil yang lebih baik. Sehingga terkesan ikut-ikutan. Tanpa disadari sifat latah tersebut merugikan petani.

Dihadapkan dengan informasi kenaikan harga salah satu jenis komoditas misalnya cabai, psikologis petani menjadi terganggu. Mereka cenderung tergoda dan berusaha menanamnya apapun yang akan terjadi. 

Untuk mendapatkan atau mengejar harga terbaik tersebut. Walaupun tanpa pengetahuan dan ilmu yang memadai. Mereka akan melakukan cara apa pun untuk mengganti komoditas pertanian yang mereka tanam pada saat itu.

Suatu komoditas atau jenis tanaman membutuhkan perawatan dan perlakuan tersendiri. Misalnya tanaman nilam akan berbeda perawatannya dengan tanaman cabai. 

Seni merawat tanaman tidak secara langsung bisa kita pahami dengan membaca atau mendengar ceramah seorang penyuluh, namun membutuhkan pengalaman dan proses belajar langsung atau praktek. Tanpa ilmu atau "pakem" merawat tanaman tersebut, biasanya petani millenial akan mengalami kerugian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN