Mohon tunggu...
Dwiroso Dwiroso
Dwiroso Dwiroso Mohon Tunggu... Freelancer - Pekerja freelancer

Laki-laki

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Bidadariku

2 Desember 2022   05:38 Diperbarui: 2 Desember 2022   05:40 55
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Bidadariku
Karya Dwiroso 

Ribuan langkah menjejak meninggalkan masa lalu
Melintasi ranah dan ratusan pedukuhan

Bidadariku
Aku memimpikanmu
Setelah berfikir bahwa aku membutuhkan air yang menyejukkan
Juntaian sutera yang melembutkan

Kelopak jiwaku merekah
Meruah aroma cinta
Di titian kehidupan seperempat abad

Hanya aku tak tuntaskan
Kepayahan yang tak berkesudahan
Mengudar pilihan
Menakar kepantasan

Lalu aku meninggalkanmu
Bidadariku
Mempurnakan harapan
Di pelataran arsy

Menaklukkan ego
Menghindari jalan yang telah terhampar
Dan aku menutup rapat rasa itu

Dipelataran arsy itu
Aku memandangi wajah
Penuh tanya
Merelakan luruh impian

yang indah itu terkubur

aku baru tahu
bidadariku
menyimpan apa yang telah aku bingkai

bahtera
maghligai yang kandas

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun