Mohon tunggu...
Dwi Putri Restuti
Dwi Putri Restuti Mohon Tunggu... Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Kudus

Penulis yang menulis kenangan dari memori yang terkenang

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Seminar Online 8 Agustus 2020: Moderasi Beragama (Gratis, tersedia e-certificate)

31 Juli 2020   08:50 Diperbarui: 31 Juli 2020   12:09 150 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Seminar Online 8 Agustus 2020: Moderasi Beragama (Gratis, tersedia e-certificate)
Seminar Online Moderasi Beragama

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan

Bangsa Indonesia merupakan bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, budaya, bahasa, agama, ras dan golongan. Sebagai bangsa yang lahir dari kemajemukan tersebut, Bangsa Indonesia memberikan satu ikatan sebagai satu kesatuan bangsa yang utuh dan berdaulat. Sifat kemajemukan tersebut juga sebagai cerminan dari ideologi dan falsafah hidup Bangsa Indonesia yang tercantum dalam "Bhinneka Tunggal Ika", yang mengandung makna "beraneka ragam (suku bangsa, agama, bahasa) namun tetap satu (Indonesia).

Di tengah keberagaman dan kemajemukan Indonesia ini, berbagai tantangan dan hambatan mulai bermunculan. Keragaman yang seharusnya menjadikan kita sebagai suatu kunci untuk pemersatu sebagai Bangsa Indonesia, justru memunculkan berbagai golongan ekstremisme dan radikalisme. Radikalisme merupakan paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis (KBBI Kemdikbud).

Munculnya gerakan-gerakan yang berbau radikalisme di Indonesia saat ini, menyebabkan adanya perpecahan oleh sebagian golongan. Sehingga hal tersebut juga akan memicu kesatuan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa yang utuh dan berdaulat. Seharusnya, dengan keberagaman yang ada di Indonesia ini memberikan suatu dorongan bagi diri kita sendiri untuk saling menghargai, kerjasama, gotong royong, serta sikap lain yang mencerminkan kesatuan sebagai Bangsa Indonesia.

Keberagaman di Indonesia perlu kita jaga dan lestarikan demi kesatuan bangsa ini. Penanaman sikap moderasi beragama juga menjadi salah satu kunci keberlangsungan kehidupan bangsa. Moderat dalam pemikiran Islam adalah mengedepankan sikap toleran dalam perbedaan. Moderasi beragama merupakan sebuah jalan tengah di tengah keberagamaan agama di Indonesia.

Moderasi harus dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna, di mana setiap masyakarat yang terdiri dari beragam suku, etnis, budaya, agama, saling mendengarkan satu sama lain serta saling belajar melatih kemampuan dalam mengelola dan mengatasi perbedaan di antara kita.

Sebagai kaum millenial, mahasiswa juga turut menjadi pelopor moderasi beragama. Dalam hal ini, pemahaman moderasi sangat diperlukan untuk membentuk sikap yang moderat. Moderasi beragama tersebut dapat ditanamkan melalui 3 Core Value yaitu "Humanity, Aplicability, Productivity". Lalu, bagaimana penjelasan mengenai hal tersebut?

Melalui pengamalan visi IAIN Kudus, yaitu "Unggul dalam Bidang Ilmu Islam Terapan" dengan 3 Core Value "Humanity, Aplicability, Productivity" tersebut, kami dari KKN-IK DR 140 IAIN KUDUS menyelengarakan Seminar Online dengan tema "Mahasiswa sebagai Pelopor Moderasi Beragama" (Humanity, Aplicability, Productivity).

Seminar Online tersebut akan diselenggarakan pada Hari Sabtu, 8 Agustus 2020 serta dapat diikuti oleh masyarakat umum. Dengan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Dr. Nur Aris, M. Ag. (Dosen IAIN Kudus) dan Aristoni, S.H.I., M.H. (Dosen IAIN Kudus). Untuk pendaftaran seminar tersebut masih dibuka hingga tanggal 7 Agustus 2020.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN