Dwi Permitasari
Dwi Permitasari

An unexplainable feeling..being a mother..the best thing that I could ever ask for, wife to a deep thinker, crazy for music, movies, chocolate. Love traveling *.* ~ just call my name "mita"

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Unggah Ungguh Bersosmed

7 Desember 2017   19:29 Diperbarui: 7 Desember 2017   20:49 365 1 0
Unggah Ungguh Bersosmed
dokpri

"ada anak bertanya pada bapaknya" lirik lagu ini sepertinya sudah bisa tergantikan menjadi "ada anak bertanya pada sosial media" :))

Setelah di rumah dan di sekolah pendidikan via sosial media adalah tempat berikutnya untuk kita belajar dan berkomunikasi.., terlebih di jaman serba teknologi yang konon katanya jaman cyber, jaman now, jaman digital.

Dengan mudahnya semua materi bisa kita akses, mulai dari "a" hingga "z" lengkap tersedia di sosial media. Materi belajar pun kini mulai beralih melalui internet online, maupun CD dan flashdisk.

Walaupun informasi dan ilmu yang bisa diunduh dari sosial media sangat lengkap, terkadang membuat kegiatan belajar menjadi bertambah seru dan bahkan menjadi kebanggaan para orang tua juga guru ;

"saya tidak pernah ajari lho, anak saya.. dia bisa bikin presentasi sendiri, dari internet belajarnya",

tetapi perlu diingat bahwa informasi ini sangat bebas dan tidak tersaring., sungguh bimbingan dan pendampingan masih harus dilakukan, karena tindakan mencegah akan lebih baik daripada mengobati.. maka adab bijak bersosial media atau yang kini kita akrabi dengan istilah "Bijak Bersosmed" menjadi salah satu senjata ampuh untuk kita sentiasa ikrarkan.

Bijak bersosmed bisa kita mulai dari rumah, khususnya bagi keluarga yang memiliki putra putri remaja -- generasi milenial / generasi digital; generasi saat ini yang kesehariaannya memiliki ketergantungan berlebihan terhadap peralatan canggih, yang sangat mengandalkan gawai-nya (smartphone, komputer, game).

dokpri
dokpri

Tahapan bijak bersosmed selanjutnya :

  • Bisa kita awali dengan menerapkan bagaimana berkomunikasi yang tepat antara orang tua dengan anak-anak yang merupakan generasi digital, generasi yang dibesarkan di masa telah berkembang pesatnya dunia digital.
  • Memperhatikan kecerdasan Intelektual / IQ; (intelligence quotient), IQ anak digital mungkin akan berkembang baik, tetapi dampak negatif yang ditimbulkan juga bisa sangat memprihatinkan. Peran orang tua sangat perlu dihadirkan dalam membersamai ananda.
  • Selain kecerdasan intelektual kita juga mengenalkan EQ; (emotial quotient), jika kita tidak hati-hati, tidak menerapkan "bijak bersosmed" maka EQ akan jadi tumpul, anak generasi digital akan cenderung kurang berkomunikasi dengan lingkungan sosial, bersikap individualis, dan cenderung menginginkan hasil yang serba cepat, serba instan, dan serba mudah.
  • Tahapan lain yang memiliki pengaruh besar bagi generasi digital; yaitu kecerdasan adver-sitas /AQ; (adversity quotient). AQ berkaitan dengan kemampuan untuk tetap tenang dan sabar, serta kemampuan yang tangguh dalam menghadapi kesulitan dengan kepala dingin, tanpa terbawa emosi, dapat mencari alternatif solusi masalah

Menumbuhkan kebersamaan dengan anak generasi digital, menjadi salah satu cara bagi kita para orang tua untuk menciptakan suasana yang hangat dalam keluarga sehingga anak menjadi pribadi yang peduli, dan senang bersosialisasi dengan orang lain.

Berikan batasan waktu, jangan membiarkan anak berlarut-larut dalam kesendirian dan terlalu akrab dengan gawai-nya, juga distimulasi secara seimbang dengan melibatkan secara aktif dalam kegiatan keseharian; seperti seni, melukis, menari, musik , olah raga, juga beribadah.

Memang mustahil melarang anak generasi digital untuk berakrab-akrab dengan gadget tetapi pada saat memberikan ijin, orangtua wajib memberikan batasan., juga menyesuaikan dengan tingkat usia, dan jangan pernah lelah untuk menjelaskan tentang keuntungan dan kerugian menggunakan berbagai media digital tadi, pembatasan penggunaannya seperti apa, serta persyaratan yang disepakati bersama., "bijak bersosmed" senantiasa harus kita ingatkan

Selain menerapkan gerakan bijak bersosmed, tentu saja orang tua tidak bisa melupakan untuk senantiasa mengajarkan dan mengingatkan tentang attitude, sopan santun, unggah ungguh, nilai-nilai moral dan etika, yang tidak kalah pentingnya untuk kita terapkan dalam mendidik generasi digital yang bisa kita mulai dari rumah.

Sapaan salam, budaya antri, mengucapkan terima kasih, permisi "ndherek langkung" yang sepintas terlihat sepele tetapi sesungguhnya merupakan pondasi kuat, bekal untuk masa depan generasi digital dan juga merupakan pondasi utama yang tidak boleh kita tinggalka

Jadi.. mari bersama keluarga kita dukung penuh gerakan #BIJAKBERSOSMED sebagai gerakan yang berinisiatif untuk mengajak masyarakat luas agar saling mengingatkan dan menggunakan sosial media secara lebih bijak dan memanfaatkan secara positif.
Marilah kita hidup untuk saling menguatkan.., apapun istilah generasinya.