Mohon tunggu...
Dwina Sasakia Fauzi
Dwina Sasakia Fauzi Mohon Tunggu... Mahasiswa

keep writing

Selanjutnya

Tutup

Media

Dengan "Bisik-bisik" Saja, KKN Tematik JSI 5 Universitas Negeri Malang Mampu Berbagi Informasi

1 Juli 2020   01:34 Diperbarui: 1 Juli 2020   01:28 25 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dengan "Bisik-bisik" Saja, KKN Tematik JSI 5 Universitas Negeri Malang Mampu Berbagi Informasi
Poster Podcast Bisik-bisik/dok.mahasiswa

Malang. Baru-baru ini podcast sangat diminati oleh berbagai kalangan. Selain bisa berbagi informasi, media ini juga tidak memerlukan ukuran data yang besar dibanding dengan video (walaupun sekarang juga ada podcast yang berbentuk video). Berbeda dengan radio, podcast dengan kapanpun bisa didengar, sedangkan radio seperti televisi yang mengikuti jadwal sesuai dengan stasiunnya.

KKN Tematik JSI 5 membuat podcast berepisode yang diberi nama Podcast “Bisik-bisik” yang merupakan sebuah akronim dari Bincang-bincang Asik. Pembuatan podcast bisik-bisik tergolong sangat mudah. Hanya berbekal dengan alat perekam bawaan gawai, aplikasi Anchor (jika ingin merekam dengan orang lain secara langsung), dan aplikasi edit audio untuk menambahkan musik di latar belakang.

Tujuan KKN Tematik JSI 5 menggunakan media podcast adalah untuk berbagi informasi di tengah pandemi. Podcast yang diunggah ke Instagram TV pada akun @kkntematikjsi5 ini mengangkat tema yang berhubungan dengan pendidikan karakter dan pandemi. Program podcast ini dinamakan dengan Podcast “Bisik-bisik”, yang merupakan sebuah akronim dari Bincang-bincang Asik. Bahasa yang digunakan merupakan bahasa informal agar menciptakan suasana yang seru, akrab, dan pastinya informasi dapat disampaikan dengan ringan, tapi mudah dipahami. 

 “Kita bikin santai aja. Biar antara host atau pembawa podcast dan pendengar itu merasa lebih akrab dan informasi mudah untuk tersampaikan,” ujar Evita bersama dengan Christina selaku pengisi podcast Bisik-bisik saat diwawancari lewat pesan singkat.

Dua host yang mengisi podcast ini juga sebagai pembawa informasi untuk para pendengar. Tidak sampai di situ saja, pada episode kedua didatangkan narasumber yang ahli pada bidangnya.

“Kami sempat mendatangkan seorang narasumber pada salah satu episode podcast Bisik-bisik. Dengan adanya narasumber bukan hanya pendengar saja yang mendapatkan informasi, host juga bisa mendapatkan tambahan wawasan,”tambah Christina.

Salah satu narasumber podcast yakni Bapak Ngatijan, kepala sekolah SDN 1 Gadung/dok.mahasiswa
Salah satu narasumber podcast yakni Bapak Ngatijan, kepala sekolah SDN 1 Gadung/dok.mahasiswa

Pendengar podcast Bisik-bisik berpendapat bahwa podcast ini menyajikan informasi yang singkat, padat, jelas, dan sesuai dengan keadaan sekarang. Cara host menyampaikan isi podcast juga dinilai menarik dan menciptakan suasana akrab. Apalagi dengan musik di latar belakangnya membuat podcast lebih hidup. Bagaikan gading yang tak retak, pendengar juga memberikan saran dan kritikan untuk podcast ini.

Podcast pertama sangat edukatif, karena sesuai dengan konteks. Hanya saja, faktor audio kurang mendukung, karena kadang keras dan kadang pelan. Podcast kedua sangat edukatif karena banyak guru yang kebingungan menghadapi era new normal saat ini, tetapi informasinya kurang detail. Meskipun begitu, sudah bagus karena informasinya jelas dan padat,” tutur akun @dshin.td melalui pesan langsung Instagram.

“Kami membuat podcast dengan singkat dan padat karena dibatasi oleh durasi.  Jadi kita buat ringkas saja. Kalau penasaran, bisa langsung mendengarkan podcast kami di @kkntematikjsi5, pungkas Christina.

(Penulis : Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x