Mohon tunggu...
Dwinanda Ardhi
Dwinanda Ardhi Mohon Tunggu...

Lahir di Jepara, 18 Juli 1988 | Mantan Pemimpin Redaksi Media Center Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | twitter account: @dwinandaardhi I kunjungi www.dwinandaardhi.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Ketika Dira Sugandi, Erwin Gutawa, Riri Riza, dan Mira Lesmana Berbicara Tentang Musikal Laskar Pelangi (2-Habis)

10 Januari 2011   13:27 Diperbarui: 26 Juni 2015   09:45 517 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Dira Sugandi, Erwin Gutawa, Riri Riza, dan Mira Lesmana Berbicara Tentang Musikal Laskar Pelangi (2-Habis)
12946656331121084269

Kerja Keras yang Terbayar Bagi Mira Lesmana

Keinginan untuk membuat pertunjukkan MLP sebenarnya sudah tercetus di benak Mira Lesmana sejak film Laskar Pelangi muncul ke publik pada tahun 2008. Namun, niatkakak kandung musisi Indra Lesmana itu mesti terganjal tempat pertunjukkan. Cukup lama Mira merasa tak ada “panggung” yang benar-benar cocok untuk menyelenggarakan pementasan MLP. Sampai kemudian ia mendengar kabar bahwa Teater Jakarta di Taman Ismail Marzuki sudah siap digunakan. Mira, yang juga menjadi produser untuk film Petualangan Sherina dan Ada Apa Dengan Cinta, akhirnya bersama produser Toto Arto menggandeng Riri Riza sebagai sutradara, Jay Subiakto sebagai production designer, Hartati sebagai koreografer, dan Erwin Gutawa sebagai konduktor musik untuk menggarap proyek seni ini.

[caption id="attachment_84244" align="alignnone" width="448" caption="Keinginan untuk menggarap MLP ternyata sudah tercetus cukup lama dalam benak Mbak Mira"][/caption]

Mira mengaku sempat memikirkan berbagai kemungkinan kesulitan yang akan ditemui karena melibatkan cukup banyak anak-anak dalam pementasan MLP. Bahkan kemungkinan itu ia perkirakan sudah akan timbul sejak tahap pencarian pemain. Namun, apa yang dikhawatirkan istri artis Mathias Muchus itu ternyata tak seluruhnya benar. Di lapangan ia mengaku bertemu dengan banyak anak-anak yang berbakat dan penuh semangat. Mira mengatakan,“Anak-anak ini luar biasa banget. Penuh semangat. Latihan semangat, manggungnya juga semangat. Jadi tidak ada kesulitan.”

[caption id="attachment_84241" align="alignnone" width="448" caption="Indah, Mbak Mira Lesmana, dan Amel"]

12946639021714418320
12946639021714418320
[/caption]

Menjadi produser untuk sebuah pertunjukkan teater besar merupakan langkah berani yang diambil Mira. Pasalnya, menciptakan sebuah pementasan yang bagus tak bisa hanya berbekal dana  sedikit. Apalagi di Indonesia, teater belum menjadi sebuah industri yang mapan. Dari situ, tiketpun tak bisa dijual dengan harga  terlalu murah. Namun, lulusan Institut Kesenian Jakarta tersebut tak ingin membatalkan niat. “Saya pikir sayang sekali karena ada banyak bakat yang memang tempatnya adalah di tempat pertunjukkan seperti ini,” tutur Mira. Dengan turut serta menggarap MLP, pendiri rumah produksi Miles Production itu bermimpi suatu saat industri teater di Indonesia dapat berdiri lebih maju.

[caption id="attachment_84243" align="alignnone" width="448" caption="Mbak Mira mengaku kerja kerasnya terbayar begitu mendapat apresiasi yang sangat baik dari para penonton MLP"]

1294665562433812141
1294665562433812141
[/caption]

Mira berharap pementasan MLP dapat menarik perhatian penonton Indonesia dan tersebar dari mulut ke mulut. Perempuan kelahiran Jakarta, 8 Agustus 1964 itu mengungkapkan,”Yang mungkin tadinya tidak punya bayangan kayak apa sih yang namanya musikal, mau menonton dan bisa menikmati. Saat ditanya bagaimana rasanya mendapatkan tepuk tangan luas dari penonton di hampir setiap babak, anak tokoh jazz Indonesia, Jack Lesmana tersebut mengatakan,” Menyenangkan sekali. Payback. Kerja keras  terasa terbayarkan semuanya. Capek hilang seketika (tertawa).”

Tantangan Besar Riri Riza

Sutradara piawai Riri Riza adalah salah satu orang yang menyadari benar bahwa cerita Laskar Pelangi memiliki potensi  sangat besar untuk dinikmati tak hanya dalam medium novel. Ketika kemungkinan untuk mengangkat kisah fenomenal itu dalam bentuk pertunjukkan musikaldatang, Riri pun kembali mendapat kepercayaan untuk bertindak sebagai sutradara. Bersama rekan-rekan kreator MLP, Riri merasa musikal adalah format pertunjukkan yang sangat menarik untuk digali terus potensi penontonnya di Indonesia. Apalagi menurut sutradara film Gie itu banyak anak muda yang tertantang untuk terlibat didalamnya.

[caption id="attachment_84245" align="alignnone" width="448" caption="Amel, Indah, Mas Riri Riza, saya, dan Gusti berfoto bersama usai menyaksikan pementasan MLP"]

129466588148003905
129466588148003905
[/caption]

Bagi Riri, menyutradarai film dan teater memiliki perbedaan yang mendasar. Pria kelahiran Makassar, 2 Oktober 1970 tersebut mengungkapkan,“Kalau film yang pasti saya punya bingkai untuk membatasi apa yang bisa, apa yang perlu dilihat dan apa yang tidak perlu dilihat (penonton).” Sedangkan menurut Riri, dalam pertunjukkan teater penonton lebih dapat “memilih” apa yang ingin mereka lihat. “Teater itu intinya demokratis. Panggung sangat lebar. Orang bisa memilih mau lihat yang mana,” sambungnya.

Meskipun sudah banyak menyutradarai film dengan berbagai genre, bukan berarti Riri tak menemui kendala selama menyutradarai MLP. Tuntutan agar para pemain dapat menyanyi, menari, dan berakting secara live tentu tak bisa dipenuhi hanya dalam satu kali latihan.Betul-betul live semua. Tidak ada lipsynch. Jadi orang-orang harus latihan dengan sangat tepat,” ungkap Riri. Seperti Mira, Riri yang juga lulusan Institut Kesenian Jakarta itu mengaku butuh waktu dan mental untuk mempersiapkan pertunjukkan dengan panjang.

[caption id="attachment_84247" align="alignnone" width="448" caption="Wawancara dengan Mas Riri Riza"]

12946660462055796982
12946660462055796982
[/caption]

Peran Riri sebagai sutradara berujung manis. Para pemain sukses menampilkan pertunjukkan yang memukau penonton. Harapan sutradara yang sukses menggarap film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi itu agar para pemain tampil semakin baik setiap harinya pun tercapai. Terkait harapannya di atas, Riri sempat mengatakan,”Mudah-mudahan semakin hari orangsemakin megang ritme, tempo, irama.” Harapannya yang lain--yaitu agar penonton MLP semakin banyak--tampaknya juga tercapai dengan tiket pertunjukkan MLP yang terjual laris selama kurang lebih tiga minggu berturut-turut.

Di bawah ini adalah cuplikan wawancara dengan Mbak Dira Sugandi yang hasilnya bisa Anda baca pada seri pertama tulisan ini... Berikut ini link untuk menuju ke tulisan seri pertama Ketika Dira Sugandi, Erwin Gutawa, Riri Riza, dan Mira Lesmana Berbicara Tentang Musikal Laskar Pelangi (1)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x