Mohon tunggu...
Dwinanda Ardhi
Dwinanda Ardhi Mohon Tunggu...

Lahir di Jepara, 18 Juli 1988 | Mantan Pemimpin Redaksi Media Center Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | twitter account: @dwinandaardhi I kunjungi www.dwinandaardhi.com

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Kedahsyatan Musikal Laskar Pelangi

22 Desember 2010   07:24 Diperbarui: 26 Juni 2015   10:30 465 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kedahsyatan Musikal Laskar Pelangi
12930031191986774572

Musikal Laskar Pelangi yang saya tonton semalam masih begitu membekas. Hal pertama yang terlintas di pikiran saya ketika menulis ini adalah betapa kuatnya pengalaman masa kecil penuh keterbatasan membentuk karakter seorang Andrea Hirata. Dari pengalaman yang menjadikannya "Sang Pemimpi" itu, Andrea kini berhasil menyebarkan semangat pantang menyerah yang  memukau ketika dituangkan lewat beragam media seperti buku, film, dan pertunjukkan teater. Ya, kita belajar bahwa  sebesar itulah efek yang bisa timbul dari  semangat pantang menyerah.

[caption id="attachment_81199" align="alignnone" width="500" caption="Setelah sukses melalui buku dan film, kali ini Laskar Pelangi dapat dinikmati melalui pertunjukkan teater (sumber: google)"][/caption]

Musikal Laskar Pelangi adalah teater kedua yang saya saksikan di Teater Jakarta. Pertunjukkan semalam menegaskan keyakinan bahwa Indonesia (sebenarnya bisa) menemukan banyak bakat baru melalui panggung teater. Bulan November lalu, keyakinan tersebut mulai timbul ketika saya berkesempatan menyaksikan teater musikal ONROP! garapan sineas brilian Joko Anwar. ONROP! dan Laskar Pelangi, saya pikir, artinya besar bagi dunia seni pertunjukkan di Indonesia. Saya tak tahu bagaimana kondisi detailnya, tetapi dalam pandangan sebagai orang awam, saya kira kedua pertunjukkan inimembawa citra baru bagi teater Indonesia menjadi jauh lebih populer, tidak selalu “berat”, segar, dan tidak melulu segmentif.

Musikal Laskar Pelangi tak bergerak jauh dari kisah yang kita nikmati dalam novel atau film. Meskipun begitu, saya dapat meyakinkan Anda bahwa teater berdurasi sekitar 3 jam ini tak akan terasa membosankan. Puluhan lagu baru dan beragam gerakan tari yang memancing decak kagum berpadu dengan set panggung yang memesona. Set yang paling membuat saya kagum adalah ketika Lintang menjelaskan jawaban soal cerdas cermat yang dianggap salah, padahal benar. Sebagai production designer, Jay Subiakto berhasil memunculkan “papan tulis” raksasa yang sangat imajinatif. Bagus sekali. Orkestra garapan Erwin Gutawa yang dimainkan secara live juga sangat mendukung dan padu dengan keseluruhan cerita.

[caption id="attachment_81203" align="alignnone" width="640" caption=""papan tulis raksasa" yang sangat imajinatif (sumber: www.fimela.com)"]

1293003459271997643
1293003459271997643
[/caption]

Apa nilai yang didapat setelah menonton pertunjukkan ini? Banyak. Nilai-nilai edukatif jelas terkandung dalam semangat Laskar Pelangi untuk bersekolah, meski bangunan sekolah mereka miring dan kurang segala fasilitas. Kondisi serba miskin yang membuat anak-anak ini tak bisa bermain sepatu roda seperti anak-anak SD PN Timah justru memancing daya kreativitas mereka bersahabat dengan alam. Sosok Ibu Muslimah dalam teater tak kalah inspiratif dengan yang bisa Anda temukan dalam buku dan film.

Bagi saya pribadi, yang paling utama, pertunjukkan Musikal Laskar Pelangi telah membukakan mata tentang melimpahnya bakat-bakat seni yang dikandung Ibu Pertiwi. Saya kira kita mesti memberikan apresiasi yang tinggi kepada Produser Mira Lesmana dan Toto Arto atas keberanian membuat drama musikal yang penting ini. Juga kepada Sutradara Riri Riza, Koreografer Hartati, dan Vocal Director Nyak "Ubiet" Ina Raseuki yang memberikan kesempatan kepada kita untuk  melihat puluhan anak-anak kecil  membaur tanpa batas dengan berakting, menari, dan menyanyi bersama para pemeran dewasa  sedemikian menawan. Ini sungguh membesarkan hati dan optimisme saya atas pertunjukkan teater.

[caption id="attachment_81202" align="alignnone" width="527" caption="Dari kiri ke kanan: Andrea Hirata, Mira Lesmana, Riri Riza, Toto Arto, Jay Subiakto, dan Erwin Gutawa (sumber: google)"]

1293003291313791261
1293003291313791261
[/caption]

Musikal Laskar Pelangi adalah pertunjukkan  yang sangat layak tonton. Jika yang semacam ini makin banyak jumlahnya, bukannya tak mungkin kita akan punya pertunjukkan sekelas broadway buatan anak negeri tanpa harus terlalu panjang lagi menanti. Untuk mencapai tujuan itu, tentu saja tak cukup mengandalkan kerja keras dari para seniman seperti Mira Lesmana atau Joko Anwar. Pemerintah beserta instansi vertikal dibawahnya mesti turut ambil bagian konkret dan memberikan dukungan penuh. Perhatian tak boleh berhenti pada pembangunan gedung Teater Jakarta yang terkesan bagus dan sangat layak untuk digunakan sebagai tempat berkesenian saja. Masih sangat banyak tindakan yang bisa diambil Pemerintah agar dunia seni pertunjukkan kita bisa semakin bergairah. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x