Mohon tunggu...
Dwi Mariyono
Dwi Mariyono Mohon Tunggu... Dosen - Doctor at the Faculty of Islamic Religion, Malang Islamic University

Doctor at the Faculty of Islamic Religion, Malang Islamic University. This position has been trusted as Head of the Human Resources Division since June 2023

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Maksud dan Tujuan Pakaian Adat Sebagai Seragam Sekolah: Menarawang Makna dan Fakta

3 Mei 2024   15:27 Diperbarui: 4 Mei 2024   14:29 442
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Pendahuluan

Pakaian adalah lebih dari sekadar kain yang melapisi tubuh. Ia adalah penanda budaya, identitas, dan seringkali membawa makna yang mendalam. Ketika kita melangkah ke dalam ruang sekolah yang dikelilingi oleh seragam adat, kita tidak hanya menyaksikan penampilan fisik, tetapi juga sebuah cerminan dari sejarah, tradisi, dan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat.

Di berbagai belahan dunia, penggunaan pakaian adat sebagai seragam sekolah telah menjadi norma yang umum. Hal ini bukanlah kebetulan semata, melainkan sebuah keputusan yang didasarkan pada pemahaman mendalam tentang identitas budaya dan keinginan untuk meneruskan warisan budaya kepada generasi muda. berikut adalah beberapa contoh nyata dari penggunaan pakaian adat sebagai seragam sekolah di beberapa negara:

  • Jepang

Di Jepang, beberapa sekolah dasar dan menengah memilih untuk mengadopsi yaitu seragam sekolah yang disebut "gakuran" bagi anak laki-laki dan "sailor fuku" bagi anak perempuan. Namun, di beberapa daerah di Jepang, terutama di daerah pedesaan atau di sekolah yang memiliki fokus pada melestarikan budaya lokal, seragam adat Jepang, seperti kimono, digunakan sebagai seragam sekolah. Contohnya, di Okinawa, beberapa sekolah menggunakan seragam sekolah yang terinspirasi dari pakaian tradisional Okinawa, yang dikenal sebagai "kariyushi".

  • Indonesia

Di Indonesia, terutama di daerah-daerah dengan kekayaan budaya yang kuat seperti Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi, beberapa sekolah juga mengadopsi pakaian adat sebagai seragam sekolah. Misalnya, di Bali, banyak sekolah yang menggunakan seragam sekolah yang terinspirasi dari pakaian tradisional Bali seperti "kebaya" untuk anak perempuan dan "kamen" untuk anak laki-laki. Begitu juga di daerah-daerah lain di Indonesia, seragam sekolah dapat bervariasi sesuai dengan kekayaan budaya setempat.

  • Skotlandia

Di Skotlandia, beberapa sekolah juga mengadopsi seragam sekolah yang terinspirasi dari pakaian adat Skotlandia, yaitu kilt untuk anak laki-laki dan tartan untuk anak perempuan. Seragam tersebut biasanya digunakan dalam acara-acara resmi sekolah dan memberikan penghormatan kepada warisan budaya Skotlandia.

  • India

Di beberapa bagian India, terutama di negara bagian seperti Gujarat, Maharashtra, Punjab, dan Rajasthan, beberapa sekolah mengenakan seragam sekolah yang terinspirasi dari pakaian adat India. Misalnya, di Rajasthan, seragam sekolah untuk anak perempuan dapat terdiri dari "ghagra choli" (rok dan blus tradisional), sementara anak laki-laki dapat mengenakan "kurta pajama" atau "dhoti kurta".

Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana penggunaan pakaian adat sebagai seragam sekolah telah menjadi kenyataan di berbagai belahan dunia, menunjukkan kebanggaan akan warisan budaya dan tradisi lokal.

Pembahasan dan Diskusi

Di balik fakta tersebut, terdapat beragam maksud dan tujuan yang menguatkan penggunaan pakaian adat sebagai seragam sekolah, antara lain.

Mempertahankan Identitas Budaya

Penggunaan pakaian adat sebagai seragam sekolah menjadi salah satu cara terkuat untuk mempertahankan dan menghormati identitas budaya suatu masyarakat. Pakaian adat seringkali menyimpan sejarah yang kaya dan dalam, mencerminkan nilai-nilai, keyakinan, serta gaya hidup yang telah ada selama berabad-abad. Dengan menerapkan pakaian adat sebagai seragam sekolah, sebuah institusi pendidikan memberikan pesan yang kuat bahwa budaya lokal adalah sesuatu yang patut dihargai dan dilestarikan.

Pada tingkat yang lebih dalam, penggunaan pakaian adat dalam konteks pendidikan memungkinkan siswa untuk menyerap nilai-nilai yang terkandung dalam pakaian tersebut. Misalnya, pakaian adat sering kali memiliki simbol-simbol atau motif-motif yang mempunyai makna mendalam dalam konteks budaya tertentu. Dengan mengenakan seragam yang mengandung simbol-simbol tersebut, siswa secara tidak langsung terlibat dalam proses memahami dan menghormati nilai-nilai yang dipegang teguh oleh komunitas mereka.

Penggunaan pakaian adat sebagai seragam sekolah juga merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi dan pencapaian budaya lokal. Melalui seragam ini, masyarakat setempat merasa diakui dan dihargai atas keunikan budaya mereka. Hal ini dapat meningkatkan rasa kebanggaan dan harga diri di antara anggota masyarakat, terutama generasi muda yang akan menjadi penerus warisan budaya tersebut.

Sebagai contoh, di sebuah sekolah menengah di Bali, Indonesia, keputusan diambil untuk mengadopsi pakaian adat Bali sebagai seragam sekolah. Para siswa laki-laki mengenakan "kamen" (sarung tradisional), sementara para siswa perempuan mengenakan "kebaya" (blus tradisional) dan "sarong" (rok tradisional). Langkah ini diambil untuk menekankan nilai-nilai budaya dan tradisi Bali yang kaya kepada para siswa, sambil menjaga identitas budaya Bali dalam lingkungan pendidikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun