Mohon tunggu...
Heralius Dwiki Anggoro
Heralius Dwiki Anggoro Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Mahasiswa Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana

pemuda asal Kabupaten Klaten Mahasiswa Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana **SOSIAL MEDIA** -Youtube : https://www.youtube.com/c/Duduwiki JANGAN LUPA SUBSCRIBE & AKTIFKAN LONCENGNYA - Instagram : https://www.instagram.com/dwikianggoro/ - Twitter : https://mobile.twitter.com/duduwiki

Selanjutnya

Tutup

Nature

Perumahan dan Industri Gusur Lahan Sawah Kabupaten Klaten

24 Juni 2019   11:30 Diperbarui: 24 Juni 2019   11:36 188
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Nature. Sumber ilustrasi: Unsplash

Lahan atau dalam terjemahan bahasa inggris land merupakan wilayah di  bagian bumi yang  mencakup semua komponen biosfer (lingkungan fisik), terdiri atas iklim, relief, tanah, air dan vegetasi serta benda yang memiliki pengaruh dari hasil kegiatan manusia terhadap lingkungan atau ekosistem seperti penggunaan lahan, pembersihan vegetasi, reklamasi laut, aktivitas pertanian,dll. 

Komponen biosfer yang dimaksud seperti atmosfer, tanah, batuan induk, relief, hidrologi, tumbuhan dan hewan. dalam aktivitas manusia juga memerlukan lahan pula seperti kegiatan pembangunan infrastruktur dan tempat tinggal, perindustrian, pertambangan, transportasi, dan pertanian. 

Karena Indonesia merupakan negara agraris, sehingga sektor pertanian lebih diunggulkan dibandingkan sektor lainnya, hal ini juga berkaitan karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi atau umbi diman kedua bahan pangan ini berasal dari hasil pertanian dan bercocok tanam dengan menggunakan lahan sebagai medianya. 

Karena banyaknya masyarakat Indonesia yang bekerja sebagai petani, sehingga para petani sangat menggantungkan lahan sawah untuk memenuhi kebutuhan hidup serta pangannya. 

Namun karena semakin pesatnya pertumbuhan penduduk serta meningkatnya sektor industri, salah satu cara yang dapat diatasi yaitu dengan mengalihfungsikan fungsi lahan persawahan menjadi lahan perumahan atau hunian apartemen bagi masyarakat.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Klaten, luas lahan sawah di Kabupaten Klaten  pada tahun 2014 seluas 33.220 hektar, namun pada tahun 2016 mengalami penyusutan luas lahan sawah menjadi 154 hektar sehingga luas lahan sawah menjadi 33.006 hektar. 

Oleh karena penyusutan luas lahan sawah ini pula, menurut data BPS Kabupaten Klaten juga berakibat pada pertumbuhan sawah yang mengalami penurunan yaitu sebesar -0,13%, dimana pada tahun 2014 nilai pertumbuhan sawah mengalami penurunan sebesar -0,33%, artinya jumlah rata-rata lahan sawah berkurang berkurang  sekitar 0,12 % setiap tahun, dimana perhitungan rata-rata lahan penurunan lahan sawah ini dimulai pada tahun 2002 hingga 2016. Dipaparkan juga pada tahun 2014 terdapat 654 industri dan pada tahun 2015 menjadi 810 industri di Kabupaten Klaten

Dari hasil analisis data pada BPS Kabupaten Klaten pula peralihan fungsi lahan sawah akan terus terjadi terus-menerus di Kabupaten Klaten, karena pihak perusahaan industri skala menengah keatas maupun pelaku yang bekerja diluar sektor pertanian memilih mendirikan lokasi usaha mereka pada daerah-daerah yang masih terdapat lahan persawahan masih subur dan produktif, hal ini disebabkan karena tekstur tanah persawahan yang sangat ideal untuk didirikan bangunan perumahan maupun tempat industri, serta lokasi sawah yang dekat dengan fasilitas penting lainnya seperti masalah listrik, perairan, pipa atau bak penampung limbah, dan dekat dengan pasar.

Upaya untuk mengatisipasi melonjaknya pertambahan penduduk dengan hunian tinggal terhadap pengalihan fungsi lahan sawah sangat membantu dan mengatasi permasalah masyarakat Indonesia yang tidak memiliki tempat tinggal atau hunian permanen, namun yang perlu kita permasalahan serius adalah tren peralihan fungsi lahan sawah menjadi hunian tinggal menimbulkan masalah yang baru dan menjadi problematika yang lebih kritis dan kompleks lagi, terutama pada sektor kebutuhan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Dengan mulai berkurangannya lahan sawah maka produktivitas padi akan menurun juga dan akhirnya hasil panen padi juga mengalami pemrosotan yang drastis, akibatnya karena tidak terpenuhinya ketersediaan beras maka dampaknya yaitu harga jual beras melonjak tinggi ataupun stok beras di pasar akan sangat dibatasi guna mengantisipasi kelangkaan jumlah beras. 

Salah satu solusi yang dapat diatasi oleh Pemerintah mengenai kelangkaan stok padi dengan mengimpor beras dari negara tetangga seperti Thailand, Myanmar, Vietnam dan India. solusi mengimpor beras dapat mengatas permasalahan kelangkaan beras, namun hal ini menyebabkan Indonesia menjadi bergantung pada stok beras milik negara tetangga dan tidak dapat mengoptimalkan produksi padi  pada petani lokal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun