Mohon tunggu...
Dwiki Setiyawan
Dwiki Setiyawan Mohon Tunggu...

#Blogger #Solo #Jakarta | Penyuka #Traveling #Sastra & #Politik Indonesia| Penggiat #MediaSosial; #EventOrganizer; #SEO; http://dwikisetiyawan.wordpress.com https://www.facebook.com/dwiki.setiyawan http://twitter.com/dwikis

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Dokter Pras: Juragan Poliklinik

9 Desember 2009   14:21 Diperbarui: 26 Juni 2015   19:00 0 1 10 Mohon Tunggu...
Dokter Pras: Juragan Poliklinik
dr Prasetyo Widho Buwono Sp Pd Berpose di Depan Klinik Utama (dwiki file)

[caption id="attachment_3326" align="alignleft" width="300" caption="dr Prasetyo Widho Buwono Sp Pd Berpose di Depan Klinik Utama (dwiki file)"][/caption]

TATKALA membuka praktek poliklinik di bilangan Pasar Rebo Jakarta Timur pada 5 September 1999, dr Prasetyo Widhi Buwono Sp PD (selanjutnya saya sebut dr Pras) sama sekali tidak mengira usaha yang dirintisnya bisa maju sedemikian rupa. Bermodalkan uang "pinjaman" ibundanya sebesar Rp 3,5 juta, dalam 10 tahun ia telah mengepakkan sayap-sayap bisnisnya. Kini dengan 6 buah poliklinik yang dimilikinya --tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur-- omzet per hari mencapai Rp 15 hingga Rp 20 juta. Bila secara kasar keuntungan bersihnya 10 % dari omzet tiap bulannya, kurang lebih Rp 50 juta saja telah ia kantongi. Di mata saya yang mengenalnya cukup lama, dr Pras layak disebut Juragan Poliklinik.

Sebelum lebih jauh mengetengahkan sosok dokter spesialis penyakit dalam kelahiran Solo 30 Juli 1971 ini, akan saya ungkap resep yang dia miliki tatkala mempopulerkan klinik yang baru didirikan (ini bisa juga diaplikasikan untuk bisnis lainnya).

Perlu diketahui, klinik-klinik yang didirikan dr Pras didedikasikan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Karena itu tidak jarang lokasinya berada di gang-gang sempit pemukiman penduduk. Agar klinik yang ia dirikan cepat dikenal oleh masyarakat sekeliling dan terkesan murah serta manjur, berikut trik-triknya yang khusus ia kenang kembali kepada saya sembari terkekeh-kekeh. Dokter ini memang jenaka....

[caption id="attachment_3335" align="alignright" width="300" caption="Silaturahmi PB IDI diwakili dr Zaenal dan dr Pras dengan PC IDI Klaten (koleksi foto PC IDI Klaten)"]

[/caption]

Setelah sebuah klinik ia dirikan, dalam beberapa hari dr Pras mengerahkan beberapa anak buahnya untuk promosi klinik tersebut kepada masyarakat sekeliling. Bukan dengan menyebar brosur atau pemasangan spanduk besar-besaran. Melainkan anak buah dr Pras pura-pura bertanya pada penduduk sekitar yang ditemui, tentang alamat dan lokasi klinik yang baru didirikan. Disertai "ngecap" anak buah dr Pras bahwa ia bekas pasien si dokter poliklinik tersebut. Juga mengatakan bahwa poliklinik itu biayanya murah dan manjur dalam pengobatan. Tentu saja teknik yang "tidak biasa" itu membuat penduduk sekitar poliklinik menjadi penasaran. Dan ujung-ujungnya mencoba. Untungnya memang, poliklinik tersebut memang murah dan manjur betulan.

"Pernah ada anak buah saya kasih laporan. Setelah berkeliling keluar masuk gang di tengah pemukiman, tanpa sadar ia bertanya untuk kedua kali pada orang yang sama. Sehingga orang yang ditanya itu terbengong-bengong, dan spontan berkata bahwa bukankah tadi juga sudah nanya hal sama," ujar dr Pras sembari tertawa berderai-derai.

Bukan hanya soal promosi saja. Lantaran modal cekak di awal-awal ia mendirikan poliklinik, untuk mengesankan pada pengunjung bahwa obat-obatan di poliklinik yang dimilikinya lengkap, dr Pras tidak kehilangan akal. Ia memerintahkan anak buahnya "meminjam" bekas kardus dan kemasan obat beraneka ragam dari beberapa toko obat yang ada di Pasar Pramuka Jakarta Timur. Dengan kecerdikannya, bekas-bekas kardus dan kemasan itu ia tata dengan rapi dan mengesankan di etalase lemari obat polikliniknya. Pengunjung yang datang, menurut dr Pras, rata-rata berdecak kagum akan kelengkapan obat-obatan yang dimiliki poliklinik baru itu!

***

[caption id="attachment_3336" align="alignleft" width="275" caption="dr Prasetyo Widhi Bubowo SpPD beserta keluarga (koleksi foto dr Pras)"]

[/caption]

Mendirikan poliklinik, bagi dr Pras yang lulus dari Fakultas Kedokteran UNS Solo tahun 1997 itu, awalnya ia maksudkan untuk membiayai sendiri kuliah lanjutnya di Program Strata 2 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI). Ia menyelesaikan Program S-2 jurusan Biomedik FK UI pada 2002. Selanjutnya selama 5 tahun sejak 2003 hingga 2008, dr Pras yang kini dikarunia 2 orang putra/i dan beristrikan Rita Kumalasari, memperdalam pendidikan dokter spesialis pengakit dalam di universitas yang sama. Istrinya yang juga seorang dokter kini tengah mengambil spesialis rehabilitasi medik (fisioterapi).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x