Mohon tunggu...
Ign Joko Dwiatmoko
Ign Joko Dwiatmoko Mohon Tunggu... Yakini Saja Apa Kata Hatimu

Jagad kata

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

7 Kiat Bertahan Meskipun Tengah "Stuck" Menulis

14 April 2021   12:30 Diperbarui: 14 April 2021   14:03 98 8 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
7 Kiat Bertahan Meskipun Tengah "Stuck" Menulis
Gramedia.com

Saya merasa tiap orang akan selalu merasakan mood yang naik turun. Dalam apa saja. Dalam Pekerjaan di kantor, dalam proyek- proyek yang sedang dikerjakan. Begitupun yang dialami oleh seseorang yang hobi menulis. Selalu ada hambatan dalam menulis, misalnya tengah hilang motivasi menulis, atau sedang tidak punya semangat sama sekali dalam menulis.

Kadang ekspektasi seseorang terlalu tinggi, memasang target amat tinggi sehingga ketika tidak teraih ada rasa frustasi menghinggapi seorang penulis. Saya misalnya susah menjaga mood untuk stabil menulis, tapi saya perlu memaksa diri tetap menulis meskipun untuk membuka laptop saja berat, dan otak terasa kosong. Lalu apa jadinya jika tidak ada gairah menulis, apa menulis sesukanya sehingga hasilnya artikel tidak bermutu. Byuh itu memang sudah resiko, tapi saya tetap harus menulis.

Menulis berbeda dengan melukis, jika tidak mood lukisan hanya akan mangkrak, bahkan bisa saja bertahun - tahun tidak tersentuh. Tulisan beda karena ketika memaksa menulis, aliran ide yang semula terasa mandeg bisa tiba tiba muncul tengah menulis artikel ngawur, maka saat itu juga menulis menjadi lebih bersemangat.

Bagi penulis profesional kehilangan mood berarti kehilangan rezeki, maka mereka pasti tidak akan berkompromi apakah harus mood, dapat ilham atau tidak saat menulis. Mereka akan memaksa diri menulis sebab tanpa menulis ia tidak mendapat apa - apa.

Lalu bagaimana mengatasi masalah kebosanan, stuck, kemandekan ide dalam menulis. Saya mencoba merangkumnya berdasarkan pengetahuan yang pernah saya baca dan pengalaman sendiri meskipun saya bukan penulis profesional, melainkan masih amatir:

1. PAKSA TETAP MENULIS


Bila sedang mengalami kemandegan paksa saja menulis, tidak usah dipikirkan tulisan berkualitas atau tidak, yang penting mengeluarkan semua tenaga agar mendapatkan semangat menulis kembali. Terus menulis paragraf  demi paragraf sampai kalimat terakhir, setelah itu tinggalkan sejenak, atau diselingi dengan membaca buku, koran atau artikel di blog seperti Kompasiana, dan artikel lain yang merangsang ide menulis.

2. JUJUR SAAT TENGAH DEMOTIVASI

Terkadang ada waktu ketika penulis merasa terpuruk, merasa bahwa hasil tulisannya tidak maksimal dan mengalami titik terendah dalam semangat menulis. Apalagi di Blog keroyokan semacam Kompasiana yang memiliki barisan penulisan penulis sangat banyak. Seorang penulis terkadang merasa terabaikan ketika tidak mendapat predikat apapun, entah mendapat hadiah, sertifikat atau artikelnya masuk jajaran terpopuler, nilai tertinggi dan Headline. Ada rasa frustasi, terabaikan dan pengin berhenti, namun seperti nasihat teman - teman penulis bahwa tetap harus menulis meskipun apa yang terjadi. Seperti komentar Pak Tjiptadinata misalnya  Selamat Malam pak Ign. Joko saya juga mengalami hal yang  sama. Merasa seakan penulis gaek sudah tidak dibutuhkan lagi di Kompasiana, tapi pikiran negatif ini cepat - cepat saya singkirkan dan saya menulis tentang apa saja...

 Perasaan terpuruk itu tuliskan saja dengan jujur, ternyata banyak tanggapan positif dari teman - teman sesama penulis untuk tetap semangat menulis. Akhirnya apa yang dirasakan terpuruk, bisa menjadi kebangkitan atau awal dari semangat baru yang hampir hilang.

3. MENGAMATI TULISAN SESAMA PENULIS

Mengamati jenis tulisan dari sesama penulis dan mencoba menulis dari sudut penulis sendiri. Sedikit banyak artikel yang berkualitas itu adalah artikel yang berasal dari referensi jelas, bermanfaat untuk dijadikan referensi dalam pekerjaan, dalam hal hobi ataupun dalam hal pengetahuan baru. Tulisan yang hanya berupa keluhan tidak akan mendapat tempat di kategori apapun.(mungkin)

4. JANGAN MALU BELAJAR PADA YANG LEBIH MUDA

Tidak malu belajar pada yang lebih muda dalam hal menulis tentang gaya hidup, tema, atau tema yang lebih ngetren, namun yang lebih penting tetap menampilkan ide original dan menghindari menulis dengan menyadur dari artikel yang sudah pernah tayang, atau malah copy paste dar artikel populer. Memang banyak tips  yang bisa kita baca untuk meningkatkan okupasi view namun tetap lebih bagusnya dialihbahasakan dengan bahasa khas penulisnya sendiri.

JANGAN PAKSA MENYADUR ISTILAH ASING KALAU TIDAK MENGETAHUI ARTINYA

5. Memperhatikan typo, jalinan bahasa dan istilah - istilah asing yang ditampilkan. Perlu mempelajari dulu istilah yang ditampilkan di artikel agar antara tulisan dan istilah asing itu  bersenyawa, bukan hanya masalah gagah- gagahan mencuplik tetapi tidak mengetahui artinya. Lebih baik polos dengan menampilkan bahasa yang bisa dikuasai penulis dari pada memaksa diri menggunakan bahasa lain tetapi tidak tahu artinya.

6. JALAN JALAN

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN