Mohon tunggu...
Ign Joko Dwiatmoko
Ign Joko Dwiatmoko Mohon Tunggu... Yakini Saja Apa Kata Hatimu

Jagad kata

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Melongok Keseruan Kompasianival 2020 dari Rumah

3 Desember 2020   19:07 Diperbarui: 4 Desember 2020   07:51 145 28 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Melongok Keseruan Kompasianival 2020 dari Rumah
Ikut Workshop menulis sosok bersama Pepih Nugraha. (dokpri)

Tanggal 3 sampai 5 Desember ini saya akan mengikuti sejumlah acara di ajang Kompasianival 2020 dengan tema Di mulai dari Kita. Ini pertama kali mengikuti sebuah even kumpul-kumpul dengan kompasianer dengan cara virtual. Meskipun seru namun sebetulnya masih lebih seru dengan bertemu langsung. 

Namun karena adanya wabah Corona selama 8 bulan terakhir ini maka mau tidak mau Kompasiana diadakan dengan cara daring. Cukup dari rumah saja, buka laptop atau smartphone, bisa menyaksikan berbagai even baik game, lomba, webinar, workshop menulis sosok.

Yang istimewa saya ternyata terpilih untuk mengikuti workshop eksklusif bersama pendiri Kompasiana Pepih Nugraha. Kebetulan tulisan - tulisan Kang Pepih saya menyebutnya sangat enak dibaca mengalir, bergemericik seperti mata air dari pegunungan. Tulisan  kang Pepih saat menuliskannya di Kompas, bisa menyentuh kalbu dan memberi mentor bagus bagaimana menulis biografi atau sosok yang akhirnya menggugah rasa pembacanya.

Kompasiana saya kenal sebetulnya sejak 2009 namun baru mendaftar sekitar awal 2010. Di Kompasiana tulisan saya pertama kali terpublikasikan tanggal 29 Januari 2010. 

Setelah itu artikel-artikel saya tulis mengalir tanpa target, yang penting menulis, menulis dan menulis. Beberapa tahun sesudah bergabung saya baru menyadari bahwa tulisan saya akhirnya bisa menyentuh jumlah ratusan. Padahal saya tidak rutin setiap hari menulis. 

Kalau saja saya menulis sehari satu, sudah tentu jumlah artikel saya sudah ribuan, bisa jadi lebih dari 3000 artikel. Namun tidak apa karena bagaimana di antara kewajiban saya sebagai guru saya masih bisa menyisihkan waktu menulis dan sudah menghasilkan sekitar 987 artikel baik artikel, puisi maupun cerpen.

Apa sih, yang membuat saya bertahan di Kompasiana. Salah satu motivasi saya adalah saya ingin menjadi bagian dari sejarah. Saat ini begitu mudahnya menemukan artikel saya saat saya mengklik mesin pencari google. 

Foto dan coretan-coretan saya pun mudah ditemukan di image google. Kata kuncinya hanya dengan nama saya. Saya bisa langsung mencari artikel budaya. Artikel gaya hidup, cerpen dan puisi bahkan gara-gara kompasiana beberapa artikel saya ada yang disadur dan ditulis kembali di media online, tanpa saya  mengirimkannya.

Kompasiana telah menjadi semacam perpustakaan berjalan, sumber ilmu, sumber pengetahuan, sumber inspirasi. Dari Kompasiana saya merasa percaya diri bisa menulis. Namun saya tetap harus selalu belajar karena ternyata penulis-penulis di Kompasiana hebat-hebat. Mereka mempunyai daya imajinasi tinggi, mempunyai empati tinggi hingga ada yang mendirikan komunitas untuk membantu orang-orang yang butuh uluran tangan para penulis. Mereka mencari sponsor dan mengetuk hati para pembaca dengan tulisan-tulisan yang menyentuh.

Di tahun 2020 ini saya merasa harus mengubah cara pandang saya tentang dunia digital, komputer, dan dan kegiatan virtual. Saya lebih sering bekerja dari rumah, mengajar dari rumah menggunakan zoom, menggunakan perangkat elektronik, memaksa diri menginstal berbagai aplikasi untuk menunjang pekerjaan saya.

Tahun 2020 ini dilalui dengan berbagai kekhawatiran akan terjangkitnya covid. Sudah ribuan bahkan beberapa kompasianer ada yang terkena juga. Pentingnya protokol kesehatan, memang membutuhkan kesadaran dari pribadi antar pribadi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x