Mohon tunggu...
Ign Joko Dwiatmoko
Ign Joko Dwiatmoko Mohon Tunggu... Guru - Yakini Saja Apa Kata Hatimu

Jagad kata

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Menebak Pikiran Amien Rais tentang "Kedaulatan Rakyat"

15 Mei 2019   09:06 Diperbarui: 15 Mei 2019   12:11 205
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
nasional.kompas.com

Dalam sejumlah pemberitaan  baik di media online maupun media cetak. Amien Rais meluncurkan gagasan Kedaulatan Rakyat. Setelah jualannya dengan Istilah People Power kurang mendapat respon.  

Pelaku penggagas People power Eggy Sujana dan Kivlan Zen saja langsung mendapat hadiah berupa status tersangka dan yang turun ke jalan tidak sesuai imajinasi Amien Rais.

 Amien Rais tampaknya memang mempunyai gen pemberontak terhadap apapun keputusan pemerintah. Ia menjadi motor penggerak untuk memprotes hasil-hasil pilpres dan terus mengkritik segala kebijakan Presiden Joko Widodo.

Amien Rais seperti tidak pernah jera melakukan perlawanan. Ia terus berikhtiar membuat kegaduhan demi kegaduhan. Masyarakat sebetulnya lelah dengan segala intrik politik, terutama yang dilakukan elite politik.

Menggagas kedaulatan Rakyat (jadi ingat koran  D I Y dan Jawa Tengah  yang terkenal itu). Apakah ia terinspirasi oleh nama koran daerah tersebut atau hanya mengganti people power dengan Kedaulatan Rakyat.

Kedaulatan Rakyat menurut KBBI adalah kekuasaan tertinggi di tangan rakyat. Arti lain adalah demokrasi. Amien menggagas kedaulatan rakyat untuk melawan kenyataan bahwa pemenang pemilu adalah petahana Joko Widodo. 

Amien dengan PD nya menganggap bahwa rakyat ada di belakangnya, mendukung dia dan akan menggilas siapa saja yang melawan Kedaulatan Rakyat. Lalu siapakah rakyat menurut imajinasinya. Lihat saja di Jogjakarta sendiri rumahnya tidak ada yang mendukungnya. Suara Amien sayup terdengar.

Tetapi Amien berani mengklaim rakyat ada di belakangnya. Ia merasa bahwa masih ada kekuatan yang membuatnya bisa menggerakkan reformasi seperti yang terjadi tahun 1998. 

Amien tidak sadar bahwa ketika usia semakin menua ada baiknya istirahat dari hiruk pikuk politik dan tidak usah membuat negara semakin panas oleh isu- isu tentang penggulingan kekuasaan. Kata- katanya memang menggelegar seperti guntur tapi di ruangan tertutup kedap suara.

Amien Rais sangat paham politik. Pemikiran politiknya sebetulnya selalu segar ( itu dulu), tetapi ketika usia semakin menua dan hasrat berkuasanya tidak berkurang, ia mulai terjangkiti oleh sidrom kekuasaan. Tenaganya tidak sebanding dengan hasrat politiknya yang masih membara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun