Mohon tunggu...
Dwi Astuti
Dwi Astuti Mohon Tunggu... Mahasiswa

Dwi astuti Cilacap, 05-08-1999 Tayem timur rt 04/04, Karangpucung, Cilacap, Cilacap

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Mahasiswa KKN Cilacap 5 Memanfaatkan Limbah Air Kedelai Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)

14 Agustus 2020   17:37 Diperbarui: 14 Agustus 2020   18:10 12 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa KKN Cilacap 5 Memanfaatkan Limbah Air Kedelai Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)
Dok. pribadi

Tayem timur, Cilacap(14/8) -- Mahasiswa KKN FEB UMP beranggotakan 3 orang, Jeri Afriyana(Manajemen S1) selaku ketua, Friska Puspitasari(Akuntansi S1) sebagai sekretaris, Dwi Astuti(Akuntansi S1) sebagai Bendahara. Dibawah bimbingan Erny Rachmawati, SE., MM sebagai Dosen Pembimbing Lapangan(DPL). Kelompok Cilacap 5 melakukan pendampingan UMKM dalam Pemanfaatan limbah air kedelai menjadi Pupuk organik cair(POC) di Desa Tayem Timur Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap, Jawa tengah.

Produsen tempe sering membuang limbah cair ke aliran sungai, limbah cair dari olahan tempe termasuk dalam limbah yang biodegradable yaitu merupakan limbah yang dapat di hancurkan oleh mikroorganisme. Air limbah kedelai ini biasanya untuk minum hewan ternak, selebihnya di buang, jelas Ridwan (37)Pemilik UMKM Tempe.(13/8)

Senyawa organik yang terkandung di dalamnya akan dihancurkan oleh bakteri meskipun prosesnya lambat dan sering dibarengi dengan keluarnya bau busuk. Dampak dari pembuangan limbah cair ini adalah terganggunya biota sepanjang aliran sungai. Banyak sumber daya yang terdapat disekitar kita, akan tetapi terkadang kita tidak tahu memanfaatkannya dan akhirnya di buang yang menjadikan pencemaran. Sehingga kelompok kami berinisiatif menjadikan limbah air kedelai sebagai bahan utama untuk pembuatan Pupuk organik cair(POC).

Tujuan dari pemanfaatan air limbah kedelai ini supaya tidak mencemari lingkungan dan bermanfaat sebagai pupuk tanaman. Pembuatan pupuk organik cair ini menggunakan cara yang sederhana. Pertama, Campurkan gula pasir 5 sdm, EM4 1sdm kedalam air, lalu diamkan selama 30 menit, selanjutnya setelah 30 menit campurkan air kedelai,air kelapa ke dalam air yang sudah di campurkan gula dan EM4. Setelah semua nya tercampur, tutup ember menggunakan kantong plastik hitam dan ikat menggunakan tali rafia, kemudian fermentasikan selama 10 hari.  Setelah di fermentasikan selama 10 hari Pupuk organik cair ini siap di gunakan untuk memupuk tanaman. Pupuk organik cair ini sangat sederhana dan mudah di buat, daripada di buang ke sungai sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan ,Ujar Dwi. (13/8)

Harapan kami, limbah air kedelai bisa di manfaatkan dengan baik, seperti di proses menjadi pupuk cair, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Dalam pelaksanaan kegiatan KKN Alternatif ini tetap memperhatikan protokol kesehatan, apabila tangan kotor maka bersihkan dengan menggunakan sabun dan air mengalir untuk memperkecil penyebaran covid-19.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x