Mohon tunggu...
Dwi Aprilia
Dwi Aprilia Mohon Tunggu... Hallo

Seorang perempuan yang menyukai warna biru dan film. Gemar membaca dan menyanyi.

Selanjutnya

Tutup

Travel

My Trip: Dieng, 2019

22 Mei 2020   21:18 Diperbarui: 22 Mei 2020   21:15 15 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
My Trip: Dieng, 2019
Dieng, Jawa Tengah

Saya ingin berbagi cerita soal pengalaman mengunjungi Dieng, Jawa Tengah. Saya mengunjungi Dieng untuk menghadiri acara Dieng Culture Festival yang diselenggarakan pada tanggal 2-4 Agustus 2019. Saya melakukan perjalanan ini bersama 12 teman saya.

Pada tanggal 1 Agustus 2019 kami berkumpul di Terminal Kampung Rambutan. Kami berangkat dari Terminal Kampung Rambutan pukul 18.30 WIB dengan menaiki bus Pahala Kencana. Perjalanan kami tempuh selama 10 jam dan melewati 6 kabupaten. Kami sampai di Wonosobo pada tanggal 2 Agustus 2019 sekitar pukul 5.00 WIB. Lalu tepat pukul 6.00 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju Dieng dengan menaiki bus yang mirip dengan bus Kopaja. Perjalanan kami habiskan sekitar 1 jam. Kami sampai di Dieng pukul 7.00 WIB disambut oleh udara yang lebih dingin daripada saat kami berada di terminal. Setelah turun dari bus kami menuju tempat penginapan dan memutuskan istirahat sejenak untuk melepas lelah.

Tiba di terminal Mendolo
Tiba di terminal Mendolo

Sore harinya kami mulai eksplore berbagai tempat wisata di Dieng. Kami menuju ke Telaga Warna dan Batu Pandang sambil menikmati keindahannya. Setelah itu malam pun tiba kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju acara utama kami yaitu ke Dieng Culture Festival. Sebenarnya rundown acara ini sudah dimulai sejak Jumat pagi tapi kami lebih fokus untuk mengikuti acara musiknya yaitu Jazz di Atas Awan. Saat kami sampai di sana pengunjungnya banyak sekali. Kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju lokasi karena arus lalu lintas macet. Sekitar pukul 19.00 WIB kami sudah berada di panggung Dieng Culture Festival dan menikmati alunan musik dari beberapa artis. Kami menghabiskan waktu di sana sampai pukul 23.00 WIB. 

Malam hari udara jauh lebih dingin.
Malam hari udara jauh lebih dingin.

Keesokan harinya tanggal 3 Agustus 2019 perjalanan kami hampir sama seperti hari sebelumnya. Kami mengunjungi Petak Sembilan dan ke tempat pemandian air panas menggunakan mikro bus. Setelah dari sana kami kembali menuju acara Dieng Culture Festival dan mengikuti acara Senandung Negeri di Atas Awan. Penyanyi utamanya saat itu adalah Isyana Sarasvati. Acara puncak dari festival ini adalah pelepasan lampion dengan berbagai macam warna. 

Pelepasan lampion.
Pelepasan lampion.
Setelah itu kami pulang. Saat pulang kami tidak mendapatkan tumpangan seperti malam sebelumnya. Akhirnya kami memutuskan berjalan kaki sampai penginapan dan ternyata seru sekali. Jalanan yang gelap kami susuri bersama-sama. Udara dingin juga kami taklukan. Sebelum sampai ke penginapan kami beristirahat dulu di sebuah rumah makan. Setelah makan kami menuju penginapan dan saat kami tiba waktu sudah menunjukan pukul 2.00 WIB dini hari.

Pukul 7.00 WIB pagi matahari mulai meninggi, saya merasakan demam. 3 teman saya memutuskan ikut acara pemotongan rambut gimbal. Saya dan 9 orang yang lain memutuskan untuk beristirahat saja di penginapan. Pukul 13.00 WIB kami memutuskan kembali ke Jakarta. Perjalanan sama seperti kemarin namun bus yang kami tumpangi untuk perjalanan pulang adalah bus Rosalia Indah. Kami sampai di Jakarta pada hari Senin, pukul 5.00 WIB.

Dieng Culture Festival 2019
Dieng Culture Festival 2019

Saya suka Dieng karena langitnya biru sekali. Saat di sana udara di siang hari cenderung kering dan banyak angin berhembus lumayan kencang namun jika malam tiba dinginnya bisa menusuk sampai ke tulang brrrr.

Pengalaman yang tidak akan saya lupakan karena memang seru sekali! 

*Tulisan ini pernah diunggah di elmyuu

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x