Mohon tunggu...
Dwi Klarasari
Dwi Klarasari Mohon Tunggu... Administrasi - Write from the heart, edit from the head ~ Stuart Aken

IG: @dwiklara_project | twitter: @dwiklarasari

Selanjutnya

Tutup

Love Artikel Utama

"Babang Owner", Kado Ultah sekaligus Terapi yang Menginspirasi

25 Februari 2021   19:09 Diperbarui: 27 Februari 2021   09:10 1087
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Buku "Babang Owner" karya Monita Alfianto dan pembatas buku foto skinhead Maden dan buku Thomas and friends (dokpri)

"Maden yuk... udah malam loh ini, sudah ayo pulang!" ajak Mama sembari melangkah ke arah mobil yang diparkir.

"Nanti dulu Ma. Aku mau ikut rapat crew. Bang Faisal bilang aku harus ikut rapat crew skaligus syukuran Manager Kereta Mini yang berulang tahun," katamu dengan binar mata bahagia.

Dari kejauhan Mama memandangi kamu duduk di antara para crew, tanpa mereka mengasingkan kamu. Sayup-sayup Mama dengar kamu ditanya Manager apa kendala yang Babang hadapi saat mengendarai Kereta Mini, titik lokasi rel mana yang sekiranya perlu diawasi supaya mobil atau orang nyelonong lewat tanpa peringatan kalau kereta akan lewat." (Rapat Crew Kereta Mini, hlmn. 122-125)

Maden memang sangat istimewa, dan perjuangan Monita untuk mendampinginya jauh lebih istimewa lagi. Sungguh tidak mudah, bahkan dituntut memiliki kesabaran tingkat dewa.

Monita menceritakan suka duka membesarkan buah hati yang istimewa itu dalam buku berjudul Babang Owner. Lewat buku setebal 142 halaman ini pembaca tidak hanya diajak mengenal keistimewaan Maden, tetapi juga relasi ibu dan anak yang sangat istimewa.

Monita menceritakan sederetan pengalaman secara apa adanya terikut segala perasaan batin yang menyelimutinya. Dimulai sebelum ia mengerti kondisi anak ASD hingga suatu saat mulai memahami dan hari demi hari semakin mampu mengatasinya serta menjalankan pola asuh yang tepat.

Dari setiap kisah yang ditulis oleh Monita, pembaca dapat memetik banyak pelajaran tanpa merasa digurui. Pembaca akan dapat memahami kebiasaan, kebutuhan, dan pendekatan serta pola pengasuhan anak dengan ASD. Lebih dari itu para pembaca diajak untuk melepas stigma terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan autisma seperti Maden.

Bagaimana memahami anak dengan ASD yang seolah-olah memiliki dunia sendiri. Betapa si anak begitu nyaman berada dalam gelembungnya dengan sejumlah kebiasaan yang nyaris tidak dapat dipahami. Misalnya, perihal kecenderungan fokus pada suatu objek tertentu.

Kamu pun masih terobsesi dengan benda-benda berputar di sekitar kamu, seperti kipas angin yang menyala, exhaust fan, blower AC, roda, bola, kincir angin, apa saja asal berputar, kamu akan bertahan memandangi degan tatapan kosong. (Fokus Benda Berputar, hlmn. 29)

Hal yang paling sering Babang lakukan setiap hari di rumah adalah memutar roda sepeda dan roda mobil-mobila. ... Sepeda di rumah bukan untuk kamu naiki, tapi untuk kamu balik menjadi roda di atas, stang menghadap ke bawah dan rodanya kamu putar tnpa henti seharian.(Makin Banyak Gelembung, hlmn. 33)

Dari kisah Monita, pembaca juga akan dapat memahami bagaimana sifat penyendiri anak dengan ASD serta kecenderungan menghindari keramaian, tetapi sangat hiperaktif bahkan pada jam-jam tidur. Bermain sepeda pada dini hari, misalnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun