Mohon tunggu...
Dwi Klarasari
Dwi Klarasari Mohon Tunggu... Administrasi - Write from the heart, edit from the head ~ Stuart Aken

IG: @dwiklara_project | twitter: @dwiklarasari

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Belajar dari Pemenang Cipta Jingle Museum Olahraga

23 Juli 2020   21:50 Diperbarui: 24 Juli 2020   20:18 659
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Museum Olahraga Nasional di kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta (sumber foto travel.detik.com)

Menurut alumni Fakultas Seni Pertunjukan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) tahun 2010 ini, lomba menjadi jalan untuk tetap kreatif dan produktif. 

Berbagai lomba juga berpotensi menjadi ajang untuk melatih keterampilannya dalam bermusik serta mengaransemen dan/atau membuat lagu. 

Sumber foto Instagram @yafetarienugroho
Sumber foto Instagram @yafetarienugroho

Musisi yang mulai bermusik sejak SMP dan memainkan berbagai genre musik ini, tidak pernah asal-asalan bila mengikuti lomba. Menurutnya, hal terpenting dalam berlomba adalah memiliki standar tinggi dan memberikan karya terbaik. 

Kendati setiap mengikuti lomba selalu berdoa agar lagunya menjadi juara, tetapi ia tidak terlalu memikirkan kemenangan. Ia menerima setiap kemenangan sebagai rezeki dari Tuhan. 

Bagaimanapun tidak menutup kemungkinan sebuah karya berbuah manis di kemudian hari, seperti pengalamannya belum lama ini. Tiba-tiba ia dihubungi oleh Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan Indonesia) yang menyampaikan bahwa lagunya Gizi Seimbang hendak dirilis untuk dijadikan sarana sosialisasi gizi di seluruh Indonesia. 

Lagu yang diikutkan dalam Lomba Cipta Media Gizi Seimbang tahun 2015 tersebut sebenarnya hanya meraih posisi finalis. 

Begitulah, seperti halnya tulisan, setiap lagu pun memiliki "nasib" sendiri yang tak selalu dapat diprediksi bahkan oleh penciptanya. Petto tampak sangat antusias karena lagu tersebut bakal dibawakan oleh Ikke Nurjanah. Kebetulan penyanyi dangdut bersuara khas yang populer dengan lagu Terlena berperan sebagai Duta Gizi Seimbang 2020.  

Sementara kalau kalah dalam lomba pun Petto tetap merasa beruntung karena sudah mendapat kesempatan berkreasi. Terlebih lagi selama masa pandemi ini -jika di rumah hanya berdiam diri saja maka kreativitas akan mati karena tidak diasah. Bagi Petto, dari sebuah kekalahan kita bisa melakukan evaluasi serta banyak belajar- kenapa kok bisa kalah; seperti apa yang juara satu; dan sebagainya. 

Bagi Petto bermusik bukan sekadar renjana, tetapi sudah dipilihnya menjadi jalan hidup. 'Musik juga menjadi kendaraan saya untuk menghidupi keluarga', tuturnya. Menurutnya, ia adalah musisi yang menjadi guru. Selain mengajar musik di sekolah, ia pun memberi les musik privat.

Sebagai musisi ia sangat antusias bila berkesempatan manggung dalam berbagai acara. Sementara, membagikan ilmu bermusik---di sekolah atau dalam les privat---memberinya kebahagiaan tersendiri. Petto mengakui sangat menikmati profesi sebagai musisi maupun guru musik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun