Mohon tunggu...
Dwi Nanda Rahmawati
Dwi Nanda Rahmawati Mohon Tunggu... mahasiswa

UIN JKT

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Anak Cerdas Lewat StoryTelling

31 Oktober 2020   02:03 Diperbarui: 31 Oktober 2020   02:39 43 1 0 Mohon Tunggu...

Storytelling ialah cerita yang berbentuk naratif untuk menyampaikan pesan atau informasi. Cerita yang disampaikan bisa berisi tentang sejarah, budaya, makna kehidupan bahkan cerita fabel. Storytelling bisa dilakukan dengan menggukan media boneka tangan, buku cerita bergambar, wayang dan lain-lain. Pada anak usia dini, di usia inilah mereka sedang dalam masa tumbuh kembang, anak sedang aktif-aktifnya serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Maka peran orang tua sangat dibutuhkan. Orang tua maupun pendidik bisa menggunakan metode storytelling ini untuk meningkatkan perkembangan anak yaitu bahasa dan berbicara anak. Storytelling juga dapat meningkatkan imajinasi anak, kreativitas anak, serta dapat menanamkan nilai moral pada anak. dalam cerita bisa juga diselipkan kegiatan mengenal matematika seperti membandingkan benda, menghitung, Menyusun, memilih dan lain-lain. Membacakan cerita kepada anak sebelum tidur juga memberikan manfaat pada alam bawah sadar anak. Cerita yang dibawakan sebaiknya mengandung unsur kebaikan, kasih sayang, perdamaian dan hal-hal positif lainnya.

Hal yang perlu diperhatikan saat melakukan kegiatan storytelling yaitu cerita yang akan disampaikan harus sesuai dengan tingkat usia anak. Tidak hanya itu, pesan moral yang akan disampaikan harus diperjelas lagi di akhir cerita agar anak tidak salah memahami pesan atau informasi yang telah mereka dengar. Bahasa yang digunakan pun harus yang mudah dipahami oleh anak. Agar anak mau mendengarkan dan memperhatikan sebaiknya gunakanlah alat peraga. Alat peraga sangat membantu agar cerita lebih menarik. Jangan lupa bagi pendongeng atau storyteller harus menghayati dan menunjukan ekspresi tokoh yang berperan dalam cerita. Mainkan ekpresi wajah, kontak mata, gerak bibir, gerak tubuh serta intonasi suara agar cerita sampai kepada anak.

Seperti apa ya storytelling yang dapat melibatkan anak? Nah, storytelling tidak selalu berisi tentang konflik tapi kita bisa menggunakan ide lain seperti mencari solusi. Anak di ajak untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah dalam cerita. Sehingga anak berani menyampaikan pendapatnya. Disinilah kemampuan bahasa dan berbicara anak akan berkembang. Beri juga  kesempatan anak untuk menirukan ekspresi tokoh dalam cerita, menirukan suara serta bernyanyi. Cerita akan hidup jika anak dapat ikut serta.

Storytelling merupakan metode yang bisa digunakan untuk menanamkan nilai moral anak usia dini, karena melalui storytelling dapat mengajak anak untuk membayangkan perilaku yang diperankan oleh tokoh idolanya. Maka sebagai pendongeng harus memilih tokoh panutan yang lebih unggul dari tokoh-tokoh lainnya agar anak mengidolakan dan meniru perilaku tokoh tersebut. Anak mudah mengingat apa yang menurut meraka menarik sehingga cerita yang menarik akan lebih mudah untuk anak mengingat perilaku-perilaku yang baik maupun perilaku buruk pada cerita. Jadi bagi pendongeng berhati-hatilah dalam membuat isi cerita dan penyampaian ceritanya. Penggunaan metode storytelling ini dikarenakan mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penanaman nilai moral yang terkandung dalam cerita bisa berisi tentang pembiasaan anak dalam kehidupan sehari-hari dan sebaiknya cerita yang akan disampaikan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, yaitu anak diajarkan untuk memahami contoh-contoh perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari seperti makan dengan tangan kanan, makan dan minum sambil duduk, membaca doa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu dan lain sebagainnya.

Nah, untuk itu banyak sekali manfaat penting storytelling bagi anak usia dini dalam masa tumbuh kembang dan pembiasaan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan para orang tua dapat menggunakan metode bercerita ini untuk anak karena sangat mudah di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

VIDEO PILIHAN