Mohon tunggu...
Dwi Isnaini
Dwi Isnaini Mohon Tunggu... Wiraswasta - Mompreneur yang menyukai dunia tulis menulis

Owner CV Rizki Barokah perusahaan dalam bidang makanan ringan. Penulis buku "Karakter Ayah Pebisnis untuk Sang Anak Gadis"

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bukan Salah Hujan

25 September 2021   07:09 Diperbarui: 25 September 2021   07:16 304
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pada bulan September ini merupakan awal musim penghujan. Jangan lupa membawa payung sebelum hujan begitu kata pepatah. Banyak orang mengeluh tentang  hujan. Para pegawai yang bersungut-sungut bila akan berangkat ataupun pulang kantor karena hujan, demikan pula dengan anak-anak yang bersekolah.

Kalau di Temanggung para petani tembakau akan berteriak dengan adanya hujan yang turun dengan tiba-tiba. Apalagi saat ini sedang musim menjemur tembakau. Tak ketinggalan pedagang pun juga tidak begitu senang akan datangnya hujan. Kata para pedagang kalau hujan jualannya akan sepi karena jumlah pembeli yang berkunjung akan berkurang. Pada males keluar rumahlah.

Apalagi dengan penjual es, dan buah potong keliling akan banyak merasakan dampaknya. Tetapi bagi pedagang kuliner seperti bakso, soto, dan ronde hujan justru merupakan berkah bagi mereka. Karena akan banyak orang mencari makanan atau minuman hangat.

Bagi saya yang mempunyai toko makanan ringan kadang terbersit dalam hati kalau hujan menyebabkan penjualan sepi karena para pembeli enggan keluar rumah. Walaupun sudah saya tepis pendapat yang salah tersebut, tetapi terkadang merasa bahwa itu benar karena kenyataan yang terjadi biasanya demikian.

Padahal kalau kita melihat ke desa-desa di Wonosari, Gunung Kidul yang  kebanyakan penduduknya mempunyai lahan tadah hujan, mereka akan bersyukur sekali jika hujan datang membasahi tegalan mereka.  Apalagi di kampung-kampung yang sulit air dimana banyak masyarakatnya yang membangun bak-bak untuk menampung air hujan, tentunya hujan menjadi suatu keberkahan tersendiri. Dalam hujan akan bermunculan banyak kehidupan. Hujan akan membuat tanaman yang ditanamnya menjadi subur.

Tetapi kondisinya juga akan sama saat disana sedang panen ketela. Mereka merasa terganggu dengan hujan ketika sedang masanya "nggaplek" seperti sekarang ini. Ketela yang dijemur tidak kering dan akan busuk kalau kehujanan. Lagi-lagi menyalahkan hujan.

Tapi ya...memang dasarnya manusia yang kurang bersyukur. Diberi panas ngeluh kepanasan, diberi hujan ngeluh, eee... kok hujan sih. Padahal Allah telah membagi semuanya dengan adil. Baik panas maupun hujan tentu semua ada kemanfaatannya.

Sebenarnya kita tidak boleh menyalahkan hujan. Justru hujan merupakan rezeki dari Allah. Pada saat hujan, Allah menurunkan rahmatnya ke bumi melalui perantara malaikat Mikail. Justru pada saat hujan doa kita akan makbul karena sewaktu turun hujan merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa

Dalam kitab Al Umm karya Imam Syafi'i, hujan adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Nabi Muhammad saw. bersabda, "Carilah doa yang dikabulkan, yaitu Ketika bertemunya dua pasukan, waktu iqamah, serta ketika turunnya hujan."

Imam an-Nawawi juga mengatakan, doa saat hujan tidak ditolak atau jarang ditolak karena saat itu tengah turun rahmat, khususnya curahan hujan pertama di awal musim.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun