Mohon tunggu...
Liese Alfha
Liese Alfha Mohon Tunggu... Dokter - ❤

Bermanfaat bagi sesama Menjadi yang terbaik untuk keluarga

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Besok Earth Hour, Ayo Berpartisipasi!

29 Maret 2019   12:58 Diperbarui: 29 Maret 2019   13:14 69
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Earth Hour adalah salah satu bentuk kegiatan global yang dicanangkan oleh WWF setiap sabtu terakhir di bulan maret tiap tahun. 

Sejarahnya berawal dari keprihatinan akan perubahan iklim dunia yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. World Wide Fund of Nature (WWF) Australia setelah mendapatkan dasar ilmiah yang kuat akan perubahan iklim dunia mengemukan ide kepada seorang agen periklanan, Leo Burnett, bagaimana cara menarik perhatian warga Australia untuk turut peduli pada isu perubahan iklim dunia. Dicetuslah sebhah ide pemadaman lampu. (Sumber wikipedia)

Ide berupa pemadaman lampu berskala besar ini, yang lalu dikenal sebagai The Big Flick, baru terealisasi pada tahun 2006. Dan Earth Hour sendiri dikenal sejak tahun 2007, setelah program ini disetujui oleh Walikota Sydney dan dilakukan pada 31 maret 2007, pukul 19.30 waktu setempat.

Tahun 2008, kegiatan ini mulai dilakukan secara global, tercatat ada 35 negara dengan dukungan 400 kota lainnya. Termasuk Indonesia didalamnya.

Keikutsertaan dalam gerakan ini mudah saja. Tiap negara bisa menentukan jam nya sendiri untuk turut berpartisipasi dalam pemadaman lampu. Untuk Indonesia, besok 30 maret, dilakukan pemadaman mandiri, terutama pada lampu-lampu yang tidak terpakai. Di laman Instagram saya menemukan ada sebuah grup pusat perbelanjaan telah mengumumkan keikutsertaannya dengan akan mengurangi pemakaian lampu di 70 mall yang mereka kelola pada pukul 20.30-21.30.

Gerakan ini apabila dilakukan oleh satu dua orang, mungkin akan kecil dampaknya. Namun bila masing-masing rumah di Indonesia mau, minimal mematikan lampu-lampu yang sebenarnya tidak dirasa perlu juga, seperti lampu taman, lampu ruang tamu, lampu dapur atau mungkin yang selama ini tidak mematikan lampu saat tidur turut mematikan lampunya, gerakan ini akan sangat-sangat mengurangi beban emisi yang didapatkan dari pemanfaatan energi yang kita pakai.

Slide Dr. Amanda dari The Climate Reality Project
Slide Dr. Amanda dari The Climate Reality Project

Tidak terlalu susah menurut saya. Tidak mesti pada prime time, tidak juga setiap hari. Kita hanya diminta 1 jam saja. Dan itu sudah bisa menyelamatkan bumi dari kerusakan.

Demi kita saat ini, demi anak cucu kita nanti.

Tahu tidak, dari laman wikipedia juga saya mendapatkan gambaran berapa banyak karbondioksida yang berkurang dari pengurangan pemakaian lampu 1 jam saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun