Mohon tunggu...
dudun parwanto
dudun parwanto Mohon Tunggu... Penulis

Owner bianglala publishing, penuilis, komika sosial media dan motivator/ trainer penulisan,

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Saham BUMN Karya Babak Belur

8 April 2021   20:32 Diperbarui: 8 April 2021   20:51 26 2 0 Mohon Tunggu...

Saham Waskita Karya Babak Belur

Kinerja keuangan yang jeblok, dengan pendapatan minus Rp 7 triliun tahun 2020 membuat saham Waskita Karya di Bursa hancur Lebur. Apalagi jumlah hutang perusahaan plat merah ini mencapai Rp 90 Triliun dan bunga yang dibayar tahun ini sebanyak Rp 4,7 triliun membuat BUMN Karya terbesar di Indonesia ini berdarah-darah .

Kinerja BUMN karya memang paling anjlok di masa pendemic Covid19 ini. Disamping harus mencari untung, BUMN harus menjalankan penugasan negara. Sehingga BUMN tidak hanya sebagai kontraktor tapi juga jadi investor. Alhasil BUMN karya mendapat tugas negara mencari biaya sendiri.
Menurut Dirut Waskita Karya, kerugian terbesar tahun 2020 ini disebabkan karena ada 9 tol yang dibangun Waskita Karya tak laku dijual. Konon nilanya mencapai Rp 20 triliun. Tak lakunya dijual disamping faktor pandemi, juga dari sisi bisnis tidak menarik bagi investor karena kurang menguntungkan.

Imbas dari babak belurnya kinerja Waskita Karya membuat harga sahamnya jatuh sedalam-dalamnya, Harga saham yang sempat menyentuh di angka 1500 per lembar di akhir 2020, pada perdagangan minggu pertama April 2021 sempat menyentuh titik nadir seharga Rp 900 an per lembar. Meski pada penutupan mampu bertahan di angka 1050 per saham.

Diantara BUMN Karya , keuangan Waskita yang paling parah, kerugian yang ditanggung investor pun sangat besar. terpaksa mereka panik selling dan melakukan Cut Loss saham dengan kode WSKT. Di portofolio saya yang masih merah pun 50% disumbang oleh Waskita. ini saham Naudubillah
Menjadi ironi, ketika saya mendapat undangan RUPS 6 APril 2021, yang dilakukan Waskita di Rits Cartlon Pasific Palace, Semanggi Jakarta. Even ditempat yang menurut saya terlalu mewah sementara kondisi keuangan berdarah-darah adalah sebuah cacat logika. Biaya RUPS berbanding terbalik dengan kinerja perusahaan.

Saya bandingkan dengan PT Aneka Tambang dengan kode di bursa ANTM yang tahun 2020 mendapat laba bersih Rp 1,2 triliun. Undangan yang saya terima , RUS dilaksanakan di auditorium gedung ANTM di Jalan Simatupang Jakarta. Meski untung, Antam melakukan efisiensi untuk menekan biaya RUPS.

Ini membuktikan pemborosan yang luar biasa dilakukan oleh BUMN Karya. Selain itu kebocoran setiap proyek yang dikerjakan sangat besar. Para pegawai BUMN sangat menikmati kemewahan kue proyek sementara perusahaan harus menanggung nestapa. Apalagi investor macam saya, sangat merana.

Mestinya pemerintah mengaudit setiap proyek yang dikerjakan BUMN , apakah ada kebocoran. Hal ini bisa dilihat dari keuntungan yang terlalu kecil dibanding besarnya nilai proyek yang didapat. Selain itu pemerintah harus mengkaji lagi proyek penugasan yang tidak strategis dan tidak menguntungkan secara bisnis.

Dudun Parwanto

Pemegang saham yang kecewa.

VIDEO PILIHAN