dudun parwanto
dudun parwanto penulis

Owner bianglala publishing, penuilis, komika sosial media dan motivator/ trainer penulisan, Bacaleg Dapil 2 Kabupaten Bogor.

Selanjutnya

Tutup

Novel

Markesot Menggugat #5 | Viral di Media Sosial

7 Juli 2018   06:05 Diperbarui: 7 Juli 2018   08:30 679 0 0

Chapter 5 Viral di media sosial

Malam hari pak RT, Panjul dan Ustad Kipli datang bertamu ke rumah Markesot. Mereka merasa trenyuh dengan apa yang dialami Markesot. Mereka juga mendapat informasi dari Sarinem, kalau sudah beberapa bulan Markesot sepi order. Pak RT Tepos bermaksud datang untuk memberikan perhatian pada warganya yang sedang dirundung ujian. Dia mengajak Ustad Kipli agar mampu memotivasi secara spiritual dan memberi semangat pada Markesot. Mereka duduk di ruang tamu ditemani Markesot dan istrinya.

"Saya sebagai ketua RT di sini turut berduka atas musibah yang menimpa pak Markesot, saya mendoakan agar kamu kuat menghadapi cobaan Tuhan" ujar Tepos.

"Ya saya juga sebagai teman seprofesi, juga ikut sedih Sot, memang itulah resiko pekerjaan kita, kadang dimaki pelanggan ditipu dan sebagainya, harus sabar dan kuat menjalani profesi ini, " sahut Panjul.

"Saya yakin dibalik kesulitan ada kemudahan itu janji Alloh, yang penting kamu sabar, ikhlas dan berserah diri serta ridho pada takdir Nya, insyallah banyak hikmahnya, Alloh akan menaikan derajatmu dan Alloh mempunyai rencana yang baik bagi hamba yang selalu berprasangka baik kepada Nya.' Nasehat Ustad Kipli.

Markesot yang selama diam kini membuka suara.

"Saya mengucapkan terima kasih ats perhatian pak RT, pak ustad dan Panjul teman se profesi." Sambil melirik Panjul.

Panjul mengacungkan jempolnya.

"Tidak usah malu atau gengsi menjalani profesi ini Sot, yang penting halal tidak mencuri apalagi menipu atau korupsi," tambah Panjul

"Betul Sot, cari berkahnya saja bukan banyaknya, buat apa dapat rezeki banyak tapi badan sakit, pengeluaran besar, banyak masalah.." tegas pak Kipli

 "Ya saya sudah rundingan sama pengurus RT, kita ada kas untuk membantu warga yang sedang kesusahan, jumlahnya tidak banyak anggap saja sebagai uang kasih sayang dari warga "

            Panjul diam melirik antara istri Markesot dan temannya. Pak RT yang menyodorkan tangannya menunggu Markesot.

"Ini mau nggak nih? " tanya pak RT.

Markesot agak malu menerima uang saweran warga, baru ketika istrinya memberi kode dia mau  menerima uang itu.  

"Udah ambil aja, lumayan buat beli beras hehehe" Panjul memprovokasi

"Ya ya pak RT saya terima, terima kasih " ujar Markesot.

"Gimana Sot, enak kan jadi driver ojek Onlen, namamu sekarang jadi terkenal hehehe" goda Panjul.

"Malunya itu  Njul,.teman-teman kuliah, dosen dan mantan pada tahu semua "

"Ya nggak apa-apa Sot, tetamgga sini juga sudah tahu semua, sekarang kamu bisa pakai jaket dan helm dengan nyaman drai rumah, nggak usah dititipin sama si Messi seperti selama ini," ujar Panjul.

Markesot heran, rupanya si Panjul tahu selama ini dia nitip helm dan jaket pada Messi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4