Mohon tunggu...
Dudi safari
Dudi safari Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pegiat Literasi

Aktif di Organisasi Kepemudaan

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Pesan Seorang Istri: Sebuah Perenungan Hidup Berumah Tangga

27 September 2022   11:33 Diperbarui: 28 September 2022   00:46 196
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar dari pixabay.com

Dalam perjalanan hidup berumah tangga tentulah ada pasang surut keharmonisan, rumah tangga mana yang tak pernah diuji oleh Allah dengan riak atau gelombang cobaan.

Bahkan sekelas ulama dan para cendekiawan yang notabene selalu mampu memecahkan masalah secara rasional, akal dan pikirannya senantiasa teruji dengan berbagai masalah kehidupan atau disiplin keilmuan yang  mereka geluti.

Tak ayal saat tibanya gelombang ujian melanda rumah tangganya kadang seorang ahli agama pun memutuskan untuk mengambil jalan terakhir yakni menceraikan pasangannya.

Apakah hal tersebut karena kepelikan masalah yang sudah tidak mampu lagi dicarikan jalan keluarnya hingga memilih hal yang dibenci Allah terpaksa dilaluinya.

Mungkin saja iya atau pertimbangan lain untuk menghindar dari kemudaratan yang lebih jika rumah tangga diteruskan.

Saling pengertian adalah salah satu solusi untuk "mengawetkan" rumah tangga.

Sub saling pengertian adalah saling mendengar, jika salah satu pasangan entah itu suami atau istri maka pasangannya haruslah mendengar jangan mencoba untuk menyela pembicaraan agar clear secepatnya segala permasalahan.

Jika sang istri berbicara maka suami jangan merasa gengsi untuk mendengar saran dan keluh kesahnya.

Istri tidak mau suami ikut terlalu dalam mengetahui kehidupan dan kesukaannya sehari-hari, meskipun suami berhak untuk itu.

Namun kepo (Knowing every particular object)  yang berarti keingintahuan terhadap objek tertentu, untuk sebagian istri sangatlah memuakkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun