Mohon tunggu...
Dudi safari
Dudi safari Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pencari Ilmu

Aktif di Organisasi Kepemudaan dan Dakwah Pelosok.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Selamat Panjang Umur antara Kuantitas atau Kualitas

28 September 2021   15:46 Diperbarui: 28 September 2021   17:12 63 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Selamat Panjang Umur antara Kuantitas atau Kualitas
Poto dari tribunnews.com

Umur menurut KBBI adalah "lama waktu hidup atau ada." Berbicara tentang umur, maka umur adalah tenggang waktu bagi seseorang semenjak dia lahir sampai diwafatkan.

Ada yang diwafatkan saat masih balita, dewasa atau bahkan sampai sangat tua sehingga dikembalikan akal dan pikirannya oleh Allah seperti balita/pikun. Dari bermacam fase umur ini bisa di isi oleh hal-hal yang bermanfaat atau ada juga yang mengisinya dengan hal yang sebaliknya.

Berleha-leha tidak menghasilkan apa pun dalam kehidupannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa umur itu bermanfaat atau menurut terminologi agama adalah berkah, jika umurnya tidak tergantung bilangan tahun berapa lama dia hidup namun namanya tetap dikenang sepanjang masa.

Keharuman nama seseorang tidak bergantung pada seberapa lama dia hidup. Sebagai contoh, Jendral besar Sudirman. Beliau wafat di usia muda yaitu sekitar 34 tahun. Pada 29 Januari 1950 di Magelang.

Akan tetapi prestasi beliau sudah memenuhi semua unsur tahapan usia, dalam arti kemapanan usia. Karena bagi seseorang untuk sampai ke level Jendral biasanya berumur sekitar 50 tahunan. Namun beliau sudah sampai ke level itu hanya dengan usia 30 tahunan.

Teringat kisah tentang Nabi Isa a.s,  Allah angkat ke langit dalam usia 33 tahun. Misi dakwah Nabi Isa a.s tuntas di usia masih sangat muda.

Banyak lagi pemuda-pemuda yang diwafatkan Allah dalam usia belia. Ashabul kahfi adalah kelompok anak muda yang Allah tidurkan di dalam gua selama 309 tahun. Fisik mereka masih tetap seperti semula selayaknya pemuda usia 30 an, tak berapa lama setelah mereka bangun lalu Allah wafatkan. 

Hingga sekarang kita bisa mengambil pelajaran dari kisahnya. Cerita tentang sekelompok pemuda penghuni gua ini terus berkembang dari mulut ke mulut, ada yang mengatakan jumlah mereka 3 orang, empat dengan anjingnya. Ada yang mengatakan jumlah mereka 5 orang, enam dengan anjingnya. Ada juga yang mengatakan 7 orang, delapan dengan anjingnya, Allah lah yang maha tahu jumlah mereka.

Usia muda yang produktif itu sangatlah berbeda dengan usia-usia yang walaupun dari segi jumlah bilangan sudah sangat senior seperti 60 sampai 70 tahunan atau lebih tapi tidak menghasilkan sesuatu apa pun.

Beberapa tahun ke belakang juga kita pernah diingatkan dengan para Mubalig/Pendakwah moral yang diwafatkan Allah dalam usia muda. Kita ingat sosok Habib Munzir Al-Musawa, beliau diwafatkan oleh Allah di usia 40 tahunan.

Beliau adalah Da'i muda yang aktif berdakwah ke pelosok-pelosok penjuru Indonesia. Belia pernah bercerita dalam satu kesempatan Dia masuk ke pulau di pedalaman Papua, menuju ke suatu tempat yang hanya bisa dilewati oleh sampan kecil. Melalui rawa-rawa sempit bersemak baru kemudian sampai ke kampung yang dituju. Tak ada jalan darat hanya untuk berdakwah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan