Mohon tunggu...
Dwi Rahmadj Setya Budi
Dwi Rahmadj Setya Budi Mohon Tunggu... penenun asa

Pengagum kebebasan dan demokrasi

Selanjutnya

Tutup

Politik

Membaca Pertemuan AHY-Puan Dalam Sudut Pandang Milenial

8 Agustus 2020   14:39 Diperbarui: 8 Agustus 2020   14:45 97 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membaca Pertemuan AHY-Puan Dalam Sudut Pandang Milenial
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Ketua DPR RI Puan Maharani, Sumber: Twitter AHY

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Ketua DPR RI Puan Maharani, Kamis (6/8) siang. Pertemuan tersebut berlangsung setelah sebelumnya AHY melakukan kunjungan silaturahmi dengan para anggota DPR RI dari Partai Demokrat.

Pertemuan dua tokoh nasional tersebut di dalam bulan kemerdekaan adalah momentum yang patut diapresiasi. Apalagi saat ini Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19 yang menuntut kesolidan semua elemen untuk bersatu padu melewati badai krisis.

Selain itu, pertemuan dua tokoh dari bendera berbeda ini sekaligus mengukuhkan semangat perbedaan dalam bingkai kebhinekaan dengan tidak menghilangkan kepentingan bersama untuk  memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Kunjungan silaturahmi yang dilakukan AHY tersebut juga sangat identik dengan semangat milenial.

Sebagai generasi yang dekat dengan teknologi informasi, milenial mempunyai kecenderungan dekat dengan isu-isu sosial bahkan hingga paling dasar. Dengan demikian, sikap kritis adalah aspek pertama yang paling kentara dari semangat milenial tersebut.

Milenial hari ini tak melulu menyampaikan pendapat dengan berpanas-panasan di jalan. Berbagai saluran dimanfaatkan dengan baik untuk menyalurkan aspirasi mereka. Sosial media dengan berbagai platform menjadi pilihan utama untuk merangkul dan menyampaikan aspirasi. Tak selalu harus menohok, satir tapi mengena.

Selain sikap kritis, aspek lain dari semangat milenial yang turut dipengaruhi perkembangan teknologi informasi adalah semangat pertemenan atau unity (kesatuan). Jika dahulu orang-orang bertukar surat (sahabat pena) dengan orang lain yang tak dikenal, kini dengan mudah setiap orang bisa berteman dengan siapa saja melalui berbagai platform.

Tak harus paltform media sosial, terkadang pertemanan bisa terajut dengan hal-hal sederhana. Contohnya melalui game online. Teknologi telah melekatkan dan membuat keterhubungan generasi milenial tanpa harus melihat warna kulit, gender, ras, dan aspek lainnya.

Dua hal inilah yang terbaca dari pertemuan antara AHY dan Puan Maharani. Meskipun berbeda bendera, berbeda pandangan, kritis terhadap hal-hal tertentu, tapi semangat pertemanan dalam menjaga kesatuan tak serta merta memudar.

Semangat ini jugalah yang harusnya bisa ditularkan lebih luas dalam politik bangsa ini. Jangan sampai perbedaan preferensi maupun pandangan politik justru membuat kita terkotak-kotak dan terpecah belah. Sebab, Presiden RI pertama pernah mengatakan, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri".

Tak dapat dipungkiri, masa depan bangsa ini terletak di tangan anak-anak muda hari ini. Di tangan anak-anak muda yang kritis dan selalu resah dengan ketidak adilan, sekaligus anak-anak muda yang selalu menjunjung nilai-nilai kesatuan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x