Mohon tunggu...
Dr Abidinsyah Siregar
Dr Abidinsyah Siregar Mohon Tunggu... Ahli Utama

Saat ini menjadi Ahli Utama pada BKKBN dengan status dpk Kemenkes RI Pangkat Pembina Utama IV/E. Terakhir menjabat Deputi BKKBN (2013-2017), Komisioner KPHI (2013-2019), Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisonal Alternatif dan Komplementer Kemenkes (2011-2013), Sekretaris Itjen Depkes (2010-2011), Kepala Pusat Promosi Kesehatan Depkes RI (2008-2010)< Sekretaris Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) (2005-2008), Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara di Medan (2002-2005). Mengawali karis sebagai Dokter Puskesmas di Kabupaten Dairi (1984). Alumnus FK USU ke 1771 Tahun 1984.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Dirgahayu Indonesia 75 Tahun: Dari Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas

17 Agustus 2020   13:00 Diperbarui: 17 Agustus 2020   13:05 33 0 0 Mohon Tunggu...

*DIRGAHAYU INDONESIA 75 TAHUN,
DARI INDONESIA MAJU
MENUJU
INDONESIA EMAS*

# Nilai-nilai Luhur Proklamasi adalah Ruh Kemerdekaan kita

Penulis : Dr.Abidinsyah Siregar*) (Artikel ke-46)

17 Agustus 2020, 267 juta jiwa Bangsa Indonesia akan memperingati Proklamasi Kemerdekaan negaranya untuk yang ke 75 kali.

Pada peringatan ke 100 tahun, penduduk Indonesia menurut prediksi BPS akan berjumlah 319 juta jiwa, suatu jumlah yang besar sekalipun BKKBN melihat tren angka kelahiran yang terus menurun sejak 1991 sekalipun ada fluktuasi pada awal reformasi.

Tentu variable jumlah penduduk tetap menjadi faktor percepatan atau perlambatan pencapaian kesejahteraan dan pemerataan hasil pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki garis pantai terpanjang didunia, yang terletak di Asia Tenggara dilintasi garis khatulistiwa.

Dengan jumlah pulau sebanyak 17.508 pulau, luas wilayahnya hampir 2 juta km2, memiliki jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia sekaligus juga merupakan negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Ada puluhan etnis dan suku di Indonesia, beberapa diantaranya yang besar seperti Jawa 40,1%, Sunda 15,5%, Melayu 3,7%, Batak 3,6%, Madura 3,0%, Betawi 2,9%, Minangkabau 2,7%, Bugis 2,7%, Banten 2,0%, Banjar 1,7%, Bali 1,7%, Aceh 1,4%, Dayak 1,4%, Sasak 1,3%, Tionghoa 1,2 %, dan suku lainnya 15%.

Didunia Internasional, Indonesia dikenal sebagai pendiri Gerakan Non Blok (1955) yang menginspirasi Kemerdekaan banyak Negara di Asia dan Afrika.

Juga pendiri perhimpunan Negara-negara ASEAN yang kini berjumlah 10 negara dengan kantor Sekretariat bersama di Jakarta.

Indonesia juga anggota PBB, WHO, APEC, G-20, OKI, ADB dan menjadi Anggota pada banyak Organisasi dibawah PBB.

Saat ini Indonesia menjadi Wakil Presiden Majelis Umum PBB ke-74 periode 2019-2020 yang dilaksanakan oleh Wakil Tetap RI di PBB Dubes Dian T.Djani mendampingi Presiden MU dari Nigeria Dubes Tijjani Muhammad Bande dengan fokus pada Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 pada prioritas Perdamaian dan Keamanan, Penanggulangan kemiskinan dan kelaparan, Peningkatan pendidikan berkualitas serta Penanganan Perubahan Iklim.

Isu-isu itu sangat "Indonesia banget", karena semua ada pada kita, bisa SURPLUS tapi bisa juga MINUS atau defisit, tergantung tatakelola nya.

Yang pasti tidak ada negara miskin kecuali GAGAL tatakelola.

PERINGATAN 75 TAHUN KEMERDEKAAN

Peringatan Proklamasi kemerdekaan RI tahun 2020 ini ditandai kondisi dunia yang berat dan berdampak kepada Indonesia, dengan terjadinya Epidemi berlanjut Pandemi Coronavirus  (kemudian oleh WHO diberi nama Covid-19) sejak akhir 2019 dan mewabah sampai ke Indonesia.

Sejak 2 Maret 2020 dengan ditemukannya kasus pertama positif terinfeksi virus Covid-19, dan menjelang perayaan kemerdekaan RI ke-75 sudah menginfeksi hampir 140.000 orang dengan 6.150 orang yang meninggal.

Sementara di dunia sudah menginfeksi lebih 21 juta orang dengan 770.523 kematian.

Keprihatinan terbesar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk Bapak Presiden, yang terus memikirkan dan menggerakkan semua upaya mengatasi virus Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi beserta seluruh dampak lainnya.

Kondisi ini menjadi rumit karena Infeksi virus Covid-19 ini belum ada Obat dan Vaksinnya.

Sementara itu pencegahannya hanya dengan membatasi aktivitas diluar rumah dan meningkatkan Imunitas.

Ketakutan masyarakat tidak hanya pada fatalitasnya yang cukup tinggi tetapi juga kehilangan hari produktif. Kehilangan hari produktif karena harus isolasi, karantina atau dalam masa perawatan.

Keadaan ini membuat banyak pengusaha gulung tikar, terpaksa merumahkan karyawan bahkan PHK, menghentikan produksi, akibatnya meluas kepada penurunan pendapatan Negara dan peningkatan jumlah pengangguran dan angka kemiskinan.

JANGAN PERNAH KENDOR

Berbagai banner menyambut 75 Tahun Kemerdekaan RI didominasi pesan "Jangan Kendor, Disiplin Pakai Masker".

Betapa jauh sudah jarak semangat para pendiri dengan kita para pelanjut.

Apalagi hanya untuk Pakai Masker dalam semangat kebersamaan, agar "aku tidak menularkan virus padamu dan kamu tidak menularkan virus padaku".

Melihat rangkaian proses dan progres menuju Negara Merdeka, Bersatu dan Berdaulat.

Seluruh puak, suku dan bangsa yang hidup dalam wilayah kontinental nusantara selama ratusan tahun berupaya TANPA KENDOR memperjuangkan keadilan dan lepas dari penjajahan.

Selanjutnya, setelah anak bangsa mulai belajar dan terpelajar diawal abad ke 19, TANPA KENDOR pula mereka berjuang diarena politik dan diplomasi, hingga diikrarkan Kebangkitan Nasional (1908), Soempah Pemoeda (1928), Piagam Djakarta (1945), Proklamasi Kemerdekaan RI (1945) dan Penetapan UUD45 (1945).

Semua TANPA KENDOR, karena apa yang mereka perjuangkan adalah Nilai-nilai luhur yang tumbuh sejak dahulu kala dan menjadi impian, menjadi cita-cita yang dinarasikan dalam 4 alinea pada Pembukaan UUD 1945.

Suatu ketika Bung Karno pada Peringatan Hari Kemerdekaan ke 12 tahun 1957, mencanangkan Gerakan Revolusi Mental yang katanya merupakan gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia menjadi "Manusia Baru" yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali berjiwa api yang menyala-nyala.

Sudah berlalu 63 tahun, masihkah menyala ?

KOMITMEN ABADI DAN HARUS JADI

Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 sangat tegas merumuskan apa yang seharusnya kita capai.  Apa yang seharus dilakukan dan apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Itu adalah Ruh Kemerdekaan kita. Implementasinya harus nyata dan dirasakan.

Untuk inilah kita ada dan masih bersama dibawah panji "Bhinneka Tunggal Ika"

Tujuan Nasional pertama "Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia" yang bisa dimaknakan sebagai nikmat tertinggi kemerdekaan, dimana seluruh warga negara menikmati keamanan, kesetaraan, keadilan dalam berbagai hajat hidup dan hak hukum. Tentu juga tidak ada KKN dengan segala derivasinya, tidak ada penguasaan lahan berlebihan, tidak ada kepemilikan modal yang sangat dominan, tidak ada kehilangan sumberdaya alam darat dan laut, dan tidak ada Warga Negara Indonesia yang diperlakukan tidak manusiawi dimanapun di dunia ini.

Kedua "Memajukan Kesejahteraan Umum", dapat dimaknai sebagai upaya yang tidak pernah berhenti untuk mensejahterakan seluruh warga negara dan menghilangkan kemiskinan secara bermakna, diikuti dengan perbaikan lingkungan hidup yang sehat meliputi ruang hidup sehat, rumah sehat, air sehat, udara sehat, masyarakat sehat, pelayanan sehat, birokrasi sehat dan kemudahan dalam semua aspek pelayanan dan kebutuhan publik. Saatnya kita merdeka dari kesenjangan sosial, ketidakadilan hukum, konflik dan kegaduhan receh-receh yang bersumber dari lemahnya Nasionalisme.  

Ketiga "Mencerdaskan kehidupan Bangsa", dimaknakan sebagai upaya tanpa henti untuk meningkatkan keterdidikan warga bangsa. Para pendiri republik sadar sesadar-sadarnya bahwa tanpa kesempatan belajar, maka kemerdekaan yang diraih bukanlah kemerdekaan yang didirikan dengan cerdas dan memiliki nilai-nilai mulia dan tanpa cacat. Kita prihatin dengan posisi dalam Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) yang dipublikasikan UNDP dalam 25 tahun terakhir tidak bisa kembali dibawah angka 100. Kondisi kini masih menunjukkan kualitas keterdidikan, pendapatan dan umur harapan hidup yang masih dibawah rata-rata Global dan belum "memerdekakan" warga bangsa dari ketertinggalan.

Keempat "Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial", bermakna kepedulian yang tinggi Bangsa Indonesia atas kerusakan, kekejian, kejahatan dan ketidakadilan akibat Penjajahan. Ratusan tahun dijajah oleh berbagai Manusia lain dari Eropah dan Asia, membuat Bangsa Indonesia berikrar untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Itu membuat Indonesia mengembangan diplomasi "Bebas Aktif" tanpa afiliasi dengan Kekuatan dan Ideologi apapun, sehingga Indonesia melahirkan Gerakan NonBlok dan terus dalam Gerakan diplomasi misi perdamaian  sejak 1948 dan mengirimkan misi Garuda yakni pasukan TNI semua matra sebagai bahagian pasukan perdamaian dibawah PBB sejak 1959.

Komitmen Indonesia, tentu akan semakin kuat jika kemampuan SDM diikuti dengan kemampuan olah SDA dan SDT (Sumberdaya Tehnologi) serta Kesadaran menggunakan Produk Dalam Negeri.  

MAKNA SPIRITUALITAS KEMERDEKAAN

Kata merdeka diambil dari bahasa arab dengan akar kata " mardhiika" yang bermakna "semoga Allah meridhoi kamu , meridhoi dalam hal perjuangan untuk membebaskan diri dari penjajahan, kedhaliman, kerusakan atau ketidak adilan".

Sehingga dikalangan pejuang sering dipekikkan kata "Merdeka".

Bahkan bagi ummat Islam, kemerdekaan itu harus dipertahankan dalam dirinya HINGGA KEMATIAN. Dalam Al-Qur'an Surat Al Fajr ayat 27 dan 28 yang maknanya "Wahai jiwa yang tenang. Pulanglah kamu kepada Tuhan mu dalam keadaan yang ridho lagi merdeka".

Merdeka tentunya husnul khotimah, tidak meninggalkan janji, hutang, kejahatan, korupsi, dan termasuk hidup sia-sia tanpa prestasi.
Sedangkan manusia diciptakan sempurna dan diberi amanah sebagai khalifah (pemimpin diatas dunia) dengan misi "rahmatan lil'alamin" (menjadi kebaikan bagi semua makhluk).

Sejatinya, ayat tersebut menegaskan tentang puncak kemerdekaan hakiki yang sebenarnya.  

Disinilah kemerdekaan sebuah negara akan diuji apakah akan bersyukur atau mengabaikan (kufur).

Ummat Islam sebagai inisiator utama Kemerdekaan RI, menjadi pihak paling bertanggungjawab untuk mewujudkan semua nilai dan perjanjian luhur yang diikrarkan dalam Pembukaan UUD 1945, sebagai amanah yang akan dimintai pertanggungjawabanya dihadapan Allah SWT kelak.

INDONESIA EMAS 2045

Dengan seluruh aset dan modalitas manusia serta luasnya wilayah dengan kekayaan alami yang melimpah, Indonesia siap maju dan mewujudkan Indonesia Emas pada 100 tahun kelahirannya di tahun 2045, sepanjang Komitmen dan Semangat tidak Kendor mengejawantahkan Pesan Proklamasi dan Nilai-nilai luhur yang ditemukan dan diwariskan para Pendiri Republik.

MERDEKA
MERDEKA
MERDEKA..

Jakarta, 16 Agustus 2020 (Artikel 46)

*)Dr.Abidinsyah Siregar, DHSM,MBA,MKes.  
#Ahli Utama BKKBN dpk Kemenkes/ Mantan Deputi BKKBN/ Mantan Komisioner KPHI/ Mantan Kepala Pusat Promkes Depkes RI/ Alumnus Public Health Management Disaster, WHO Searo, Thailand/ Mantan Ketua MN Kahmi/ Mantan Ketua PB IDI/ Ketua PP IPHI/ Ketua PP ICMI/ Ketua PP DMI/ Waketum DPP JBMI/ Ketua  PP ASKLIN/ Penasehat BRINUS/ Penasehat Klub Gowes KOSEINDO/ Ketua IKAL FK USU/ Ketua PP KMA-PBS/ Ketua Orbinda PP IKAL Lemhannas. Pendiri/Pengasuh GOLansia.com dan Kanal-kesehatan.com.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x