Wahyu Triasmara
Wahyu Triasmara profesional

Seorang manusia biasa kebetulan berprofesi dokter yang ingin berbagi cerita dalam keterbatasan & kesederhanaan.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan featured

Mengenal HIV-AIDS Lebih Dekat

2 Desember 2013   15:35 Diperbarui: 1 Desember 2016   11:45 1503 5 5
Mengenal HIV-AIDS Lebih Dekat
Shutterstock.com

Anda mungkin pernah mendengar tentang HIV dan AIDS, tetapi banyak orang tidak tahu fakta-fakta yang benar seputar penyakit ini. HIV(human immunodeficiency virus) adalah virus penyebab AIDS yang akan merusak sistem kekebalan (imun) perlindungan tubuh kita terhadap berbagai penyakit. AIDS( acquired immunodeficiency syndrome )adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh seseorang yang telah terinfeksi HIV sebelumnya. 

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada periode akhir 2012 ditemukan kasus HIV sebanyak 21.511 orang dan AIDS sebanyak 5.686 orang di Indonesia. Sedangkan untuk wilayah ibu kota jakarta menurut dinas kesehatan setempat jumlah Penderita AIDS sepanjang tahun 2013 ini mencapai 6.973 kasus. Sementara itu jumlah HIV-AIDS seluruh dunia saat ini  mencapai Lebih dari 34 juta jiwa. 

Apa gejala terinfeksi Virus HIV? Gejala terinfeksi HIV pertama kali sama halnya dengan gejala penyakit ringan lain seperti influenza, termasuk demam ringan, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot. Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama beberapa minggu. Lalu biasanya tidak akan menimbulkan gejala sama sekali selama bertahun-tahun. Itulah kenapa kita sulit untuk mengetahui seseorang telah terinfeksi virus HIV. 

Apa gejala AIDS? Gejala AIDS muncul pada tahap lanjutan setelah terinfeksi virus HIV. Tahapan AIDS biasanya berlangsung selama kurang lebih 5-10 tahun setelah pertama kali terinfeksi virus HIV. Rusaknya sistem kekebalan tubuh  membuat penderita mengalami gejala sariawan yang tak kunjung sembuh, kehilangan berat badan, infeksi jamur pada vagina, sering demam, diare, sesak nafas, adanya pembengkakan kelenjar limfe di leher dan ketiak, perubahan warna kulit menjadi lebih pucat, perdarahan, gangguan mental hingga kelumpuhan. 

Bagaimana saya tahu jika terinfeksi HIV? Anda tidak dapat mengetahui secara pasti kemungkinan terinfeksi  HIV sampai dilakukan pengujian (tes) yang dilakukan dengan mengambil sample darah. Sekitar 1 dari 5 orang dengan HIV tidak mengetahui bahwa diri mereka terinfeksi, sehingga ada baiknya bagi mereka yang memiliki risiko tinggi kemungkinan terinfeksi virus HIV ini untuk melakukan pengujian (Tes HIV). 

Apakah ada obat untuk HIV-AIDS? Sampai saat ini belum diketemukan obat untuk membunuh virus HIV atau menyembuhkan AIDS. Akan tetapi jika seseorang memiliki HIV / AIDS, obat digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga  menjaga supaya HIV tidak berkembang cepat menjadi AIDS atau untuk meredakan gejala-gejala AIDS tersebut. 

Bagaimana HIV dapat menular dan apa pencegahanya? HIV-AIDS dapat menular lewat darah, cairan vagina, air susu, dan air mani. Oleh sebab itu supaya tidak tertular virus ini ada baiknya anda menghindari Sex bebas (gonta ganti pasangan, PSK, & homoseksual), hindari penggunaan jarum suntik secara bersama-sama (Tatto dan piercing), jauhi narkoba dan alkohol, tidak menggunakan pisau cukur dan sikat gigi bersama, memastikan Ibu yang sedang/ akan hamil tidak tertular HIV, melakukan prosedur transfusi darah dengan benar, dan bagi tenaga medis yang rawan terinfeksi supaya lebih hati-hati. 

Apa Yang Harus  dilakukan Jika Saya Positif Terinfeksi  HIV / AIDS? Untuk hasil yang lebih baik, beberapa langkah berikut dapat  dilakukan ketika anda sudah posiitif menderita HIV-AIDS. 1. Konsultasikan dengan dokter yang memiliki pengalaman mengobati HIV / AIDS. 2. Beritahukan pada  pasangan seks  anda yang mungkin juga terinfeksi,  untuk bersama mencari jalan keluar dan perawatan. 3. Lindungi pasangan seks Anda dari HIV dengan melakukan seks aman (menggunakan kondom). 4. Dapatkan dukungan informasi, sosial, hukum dan psikologis dari para tenaga kesehatan dan berbagai lembaga, yayasan tatau organisasi pendukung untuk orang dengan HIV / AIDS (ODHA). 5. Jangan takut untuk memberi tahukan status HIV anda pada keluarga, pada awalnya mungkin mereka akan kaget dan terpukul, tapi kedepan anda sangat butuh support dari anggota keluarga dan orang terekat. 6. Jagalah sistem kekebalan tubuh  dengan rutin melakukan pemeriksaan medis pada dokter dan melakukan gaya hidup sehat. 7. Cukup istirahat, hindari stress dan penuhi asupan Gizi yang sehat. 

Bagaimana saya mendapatkan informasi seputar HIV-AIDS? Ada banyak yayasan atau lembaga yang peduli dan concern  untuk membantu menaggulangi penyebaran HIV-AIDS dan menangani Orang yang hidup dengan HIV-AIDS (ODHA) di Indonesia. Beberapa diantaranya merupakan lembaga/organisasi milik pemerintah namun ada juga yang milik masyarakat. 

Berikut ini adalah beberapa organisasi/lembaga bantuan penanganan HIV-AIDS di Indonesia: 

1.KPA (Komisi Penanggulangan AIDS), alamat: Wisma Sirca, Lantai 2 Jl. Johar No. 18 Menteng Jakarta 10340 Telepon : (021) 390 5918, Fax : (021) 390 5919. Web site: www.aidsindonesia.or.id

2. YAI (Yayasan AIDS Indonesia), alamat: Hotel Menara Peninsula Level 3, Jl. Let. Jend. S. Parman, Kav. 78 Slipi, Jakarta 11410 Telepon (021) 5495313, 5303951-52 Fax. (021) 5359759 E-mail: info@yaids.com. website: www.yaids.com 

3.  Yayasan Spiritia, alamat: Jl. Johar Baru Utara V No. 17Jakarta 10560, Telp: (021) 422-5163, 422-5168 Fax: (021) 4287 1866. E-mail:info@spiritia.or.id, website: spiritia.or.id 

Salam sehat dan peduli ODHA, dr. Wahyu Triasmara