Mohon tunggu...
Arung Dovin Gumelar
Arung Dovin Gumelar Mohon Tunggu... Mahasiswa IAIN Jember

Your love makes me strong & your hate makes me unstopable.

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Korupsi dengan Kearifan Lokal

2 November 2019   10:21 Diperbarui: 2 November 2019   10:25 0 0 1 Mohon Tunggu...

Pada jaman yang telah maju dan modern ini, banyak hal-hal positif yang bisa kita dapatkan, seperti fasilitas, akses, dan lain-lain. Namun perlu kita ketahui, bahwa dibalik hal positif pasti terselip hal-hal yang juga negatif, nah seperti yang ingin saya bicarakan di sini yaitu "Korupsi". Satu kata yang telah membuat negara dan bangsa ini sengsara dengan terlilitnya hutang dan yang menjadikan masyarakat Indonesia ini miskin, perlu kita ketahui bahwa korupsi bukan cuma terjadi di kalangan para pejabat negara, namun korupsi juga marak dipraktekkan di berbagai kalangan juga, terutama yang ingin saya bahas di sini ialah di kalangan mahasiswa. Nah, di sini  saya akan menarik satu contoh modus korupsi yang marak dilakukan oleh para mahasiswa yaitu mencontek. Mencontek merupakan hal yang biasa dilakukan semenjak di bangku SD, terus beranjak ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu SMP, beranjak lagi ke SMA/SMK, dan siapa sangka akan terus beranjak di bangku perkuliahan. Dalam konteks ini saya melakukan survei kepada teman-teman saya sendiri, saya menanyakan beberapa hal yang memicu mereka untuk menyontek . Pertama saya mulai dari pertanyaan "Apa alasan kamu menyontek?" dan jawaban teman-teman saya bervariasi, ada yang menjawab "karena saya tidak tahu tentang materi ini", ada juga yang menjawab "Biar nilai saya besar" dan banyak jawaban-jawaban lain yang kesimpulannya sama, yaitu ingin mendapat nilai yang besar, jadi kesimpulannya adalah, mereka yang menyontek tak lain dan tak bukan tujuanya hanya untuk medapatkan nilai yang besar, lalu apa artinya mereka absen lalu mendengarkan materi dari guru/dosen di sepanjang hari mereka? ini adalah pertanyaan yang selalu dipertanyakan oleh para guru dan dosen. Sebenarnya jawaban ini cukup simple dan mudah dijawab, jawbannya yaitu teori dan lakukanlah praktek, mengapa jawabannya demikian? Karena mendengarkan saja tidak cukup, apalagi dalam keadaan mengantuk, akibatnya siswa/mahasiswa tidak konsentrasi dan tidak fokus terhadap materi yang dijelaskan oleh pengajar, maka dari itu dibutuhkanlah yang namanya "Praktek", agar materi yang disampaikan benar-benar terserap ke dalam otak, selain itu siswa/mahasiswa dapat lebih dalam menyerap ilmu karena disertai dengan pengaplikasiannya. Sebagai alumni SMK, saya adalah salah satu murid yang mendapatkan penghargaan sebagai murid terbaik dengan kontribusi aktif dalam jurusan saya, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan. Dari ujian praktek yang saya jalankan, banyak teman-teman saya yang tidak lulus dalam ujian tersebut, lalu saya dan teman-teman lain mengusulkan untuk mengadakan praktek lebih dalam lagi dalam materi yang akan diujikan, alhasil setelah diadakannya praktek tersebut, semua teman-teman saya lulus dengan nilai di atas KKM. Nah, ini adalah salah satu pengalaman yang dapat menjadi pelajaran buat masa kini, bahwa jangan sekedar berteori saja tapi aplikasikanlah sambil mempelajari dan berdiskusi bersama teman, karena hal-hal kecil seperti ini yang sering dilupakan dan disepelekan oleh pengajar.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x