Mangatas SM Manalu
Mangatas SM Manalu Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan & Klinik AIC, Kuningan City Mall - Jakarta. Instagram: https://www.instagram.com/mangatasm/ Twitter: https://twitter.com/#!/Komangatas3. Facebook: https://www.facebook.com/mangatasm

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Penyebab Kejang Otot Betis saat Tidur di Malam Hari Serta Cara Mengatasinya

10 Oktober 2017   11:23 Diperbarui: 10 November 2017   02:33 87407 15 6
Penyebab Kejang Otot Betis saat Tidur di Malam Hari Serta Cara Mengatasinya
Sumber foto: saludfacil.com

Kejang otot atau kram (cramp) pada tungkai bawah (dari paha, betis sampai ke kaki), adalah sensasi yang banyak dialami orang saat tidur malam. Hal ini dirasakan seperti ketegangan otot atau rasa otot "tertarik" atau kerutan otot yang sering, di mana otot mengeras secara tiba-tiba. 

Kejang otot betis adalah jenis kram otot yang paling sering dirasakan orang. Kuatnya kerutan otot-otot tersebut mulai dari ringan sampai kejang otot (spasme) yang menyakitkan.

Gejala ini biasanya terjadi setelah orang tersebut mulai tertidur di malam hari (dapat membangunkan orang dari tidurnya), atau dialami sesaat sebelum membuka mata di pagi hari. Namun, rasa sakit yang diderita bisa sangat intens, dapat berlangsung hingga beberapa menit sampai satu jam. 

Saat nyeri telah berkurang atau reda, otot-otot tetap terasa tegang dan sensitif terhadap sentuhan maupun gerakan mendadak. Jadi jika terjadi gerakan mendadak otot tersebut setelah serangan kram sebelumnya mereda, maka kram ototnya akan terulang lagi.

Suatu keadaan lain yang disebut Restless Legs Syndrome(RLS) adalah gangguan pada bagian sistem saraf yang menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri pada tungkai bawah, yang menyebabkan dorongan kuat untuk menggerakkan tungkai bawah. Sindrom ini harus dibedakan dari kram otot yang sedang dibahas ini. Karena biasanya mengganggu tidur, RLS juga dianggap sebagai penyakit gangguan tidur, yang mirip dengan kram otot.

Orang dengan sindrom ini mengalami rasa tidak nyaman di tungkai bawah mereka (kadang-kadang pada lengan atau bagian tubuh lainnya) dan dorongan yang tak tertahankan untuk menggerakkan kakinya, guna mengurangi rasa tak nyaman tersebut. Sensasi yang terjadi ialah rasa panas, nyeri seperti ditusuk-tusuk, terasai "gatal", atau seperti ada cacing yang merayap di kaki. 

Sensasi ini biasanya memberat saat beristirahat, terutama saat berbaring atau duduk, dan berkurang saat tungkai bawah digerakkan. Tingkat keparahan gejala RLS berkisar bervariasi dari ringan hingga hebat. Gejala RLS bisa hilang dan timbul di suatu malam (ada episode serangan).

Namun, kram kaki dan RLS, tidak sama. Orang dengan kram kaki akan mengalami rasa sakit yang meningkat jika ia menggerakkan kakinya, saat serangan kerutan ototnya terjadi; sedangkan pada kasus restless leg syndrome, nyeri akan berkurang dan penderitanya merasa lebih nyaman saat menggerakkan kakinya.

Penyebab kram kaki sering kurang diketahui, namun beberapa ilmuwan berpendapat bahwa kondisi dan aktivitas tertentu dapat menyebabkan gangguan ini.

II. Beberapa penyebab yang mungkin dari kram otot:

a) Kehamilan

b) Dehidrasi

c) Kekurangan elektrolit maupun mineral seperti: kalium, kalsium atau magnesium

d) Beberapa waktu pasca cedera otot, misalnya cedera saat berolahraga atau setelah kecelakaan lalu-lintas, maupun setelah operasi tungkai bawah.

e) Penyakit ginjal kronik

f) Aktivitas fisik atau olahraga yang berlebihan, apalagi tanpa pemanasan (warming up) sebelum olahraga, dan relaksasi (cooling down) sesudah olahraga.

g) Penumpukan asam laktat di tungkai bawah setelah olahraga lari yang lama maupun setelah berjalan jauh atau menempuh jalan yang menanjak / menurun.

h) Obesitas (karena otot tungkai bawah menyangga kelebihan beban berat badan)

i) Sirkulasi darah yang buruk (pada yang jarang berolahraga dengan baik dan rutin, serta banyak mengkonsumsi lemak jenuh, dan juga pada penderita diabetes), serta pada penyakit pembuluh nadi tungkai bawah

j) Hipertiroidi (kelebihan hormon tiroid alias "gondok dalam" atau "gondok beracun")

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3