Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Peminat kata

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

3 Kekalahan Beruntun di Liga Inggris, Kursi Jose Mourinho Mulai Keropos?

6 Februari 2021   07:31 Diperbarui: 6 Februari 2021   07:34 140 21 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
3 Kekalahan Beruntun di Liga Inggris, Kursi Jose Mourinho Mulai Keropos?
Jose Mourinho sementara menghadapi situasi sulit di Tottenham, di mana Tottenham menelan tiga kekalahan beruntun di kompetesi Liga Inggris. Sumber foto: Getty Images via Goal.com

Chelsea  berhasil membawa kemenangan dari markas Tottenham Hotspur (5/2/21). Kemenangan tipis 1-0 yang diraih oleh Chelsea dari titik pinalti pada derbi kota London ini sudah cukup mengamankan 3 poin penuh.

Kekalahan ini pun menjadi kekalahan ke-3 bagi Tottenham di kompetesi Liga Inggris. Bukan situasi yang baik bagi Tottenham, terlebih khusus sang pelatih Jose Mourinho. Padahal, pada bulan Desember tahun lalu, Tottenham sempat berada di puncak klasemen sementara Liga Inggris.

Di awal musim ini, Tottenham terbilang tim yang tampil konsisten di tengah ketidakstabilan Man City dan Man United. Seperti roda berputar, Tottenham yang malah terkapar di tengah pusaran ketidakstabilan, sementara Man City dan MU tampil konsisten.

Kekalahan kontra Chelsea melengkapi daftar kekalahan Tottenham. Sebelumnya, Tottenham kalah telak dari Liverpool (1-3) (29/1/21) dan kalah tipis dari Hove Albion (0-1) (2/1/21).

Kekalahan ini merosotkan tempat di Tottenham ke posisi 8 klasemen sementara Liga Inggris dengan mengumpulkan 33 poin. Beda 14 poin dari Man City yang berada di puncak klasemen. Karena meraih kekalahan dari Chelsea, pasukan Jose Mou ini harus turun lagi ke posisi 8 klasemen Liga Inggris. Sudah agak menjauh dari zona Liga Champions dan Piala Eropa.

Kekalahan beruntun seperti yang dialami oleh Tottenham bukanlah situasi yang nyaman bagi pelatih tim. Itu bisa menjadi alarm serius agar segera berbenah. Kalau tidak, pintu keluar dari klub bisa perlahan dibuka. Ya, tak sedikit pelatih yang menjadi korban dari situasi seperti ini.

Contohnya, mantan manajer Chelsea, Frank Lampard yang dipecat bulan lalu. Hasil negatif yang dialami oleh the Blues di beberapa pertandingan membuat mantan punggawa Chelsea itu harus angkat koper dari Stamford Bridge. Tanpa peduli popularitas Lampard di mata klub, manajemen klub lebih memilih untuk mencari orang yang tepat untuk menjadi manajer tim.

Thomas Tuchel menjadi pengganti. Dalam tiga pertandingan perdana, Thomas Tuchel sementara membawa Chelsea di lintasan yang tepat. 1 kali seri dan 2 kali menang. Termasuk salah satu kemenangan yang diraih dengan mengatasi tim sekota, Tottenham di pekan ke-21 kompetesi Liga Inggris.

Situasi dari Chelsea pada bulan lalu bisa menjadi rujukan bagi Jose Mourinho di Tottenham. Tiga kekalahan beruntun di satu kompetesi yang sama bukanlah kabar yang baik. Tantangan makin serius bagi manajer yang dikenal dengan titel "The Special One" ini. Pada pekan-pekan mendatang Tottenham akan berhadapan dengan beberapa laga berat seperti kontra Everton di lanjutan piala FA (11/2/21) dan Man City di Liga Inggris (14/2/21). Sebelum melakonkan laga-laga berat ini, pasukan Jose Mou bisa membangkitkan performa mereka dalam laga kontra West Brown pada akhir pekan ini.

Laga-laga ke depan menjadi ujian berat bagi Jose Mou. Bahkan itu bisa menjadi penentuan sejauh mana Mou akan berlangkah bersama Tottenham pada musim ini. Apabila kalah, Mou harus menyiapkan diri untuk menerima keputusan klub. Kalau sebaliknya, itu bisa menjadi titik balik untuk membawa Tottenham pada jalur kemenangan.

Bagaimana pun, klub pasti mempunyai kesabaran tertentu. Dikontrak untuk menggantikan Pocchetino pada tahun lalu, Mou diharapkan untuk memperbaiki performa Tottenham yang ambruk. Setengah musim tidak bisa menjadi tolok ukur untuk menilai kualitas Mou.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN