Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Buruh - Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Penghargaan, Pengakuan pada Penerima dan Motivasi bagi Orang Lain

13 Agustus 2020   09:43 Diperbarui: 13 Agustus 2020   09:53 314
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Penghargaan. Sumber foto: Pexels.com

Sudah beberapa kali saya memasuki rumah orang-orang Filipina. Salah satu pemandangan umum di dinding rumah mereka adalah terpampang beberapa piagam penghargaan. Piagam penghargaan itu kepunyaan dari anggota di rumah itu.

Bentuknya berbeda-beda. Ada piagam penghargaan berupa ijazah tamat sekolah, baik itu dari universitas maupun dari sekolah menengah pertama. Karena ini, kita bisa tahu di mana pemilik rumah atau anak mereka menyelesaikan pendidikan akhir. Tentunya, jika nama universitas begitu dikenal di mata publik, keluarga pun merasa bangga dengan pencapaian itu.

Selain itu, beberapa keluarga juga menyimpan pelbagai penghargaan berupa medali. Model medalinya pelbagai macam. Ada yang terbuat dari kertas dan ada yang dari logam.

Biasanya medali itu menunjukkan bahwa anggota keluarga meraih kesuksesan dalam bidang tertentu di sekolah. Semakin banyak medali yang dikoleksi, semakin jelas jika anggota keluarga itu termasuk orang yang berprestasi di sekolah.

Ya, penganugerahan medali bagi siswa merupakan praktik yang biasa di Filipina. Hal ini sudah dibuat sejak bangku Taman Kanak-Kanak hingga Universitas. Kategorinya pun banyak.

Misalnya, ada kategori siswa yang pandai berbahasa Inggris, pandai public speaking, pandai berbahasa Tagalog, berdansa, mempunyai kepekaan di kelas, kriteria dari cabang olahraga dan lain sebagainya.

Pendeknya, pemberian medali itu tidak hanya terbatas pada kemampuan akademis yang diperlihatkan di atas kertas. Akan tetapi, itu juga bersentuhan dengan aspek mental, psikis dan spiritual seorang siswa.

Menariknya, satu orang bisa mengumpulkan lebih dari satu medali. Ini berarti yang bersangkutan dinilai pantas dari pelbagai kategori yang dinilai. Hal itu pun bukan sebuah masalah sejauh yang bersangkutan pantas dan layak menurut kategori yang dinilai itu.

Pemberian penghargaan ini menjadi motor penggerak tersendiri bagi para siswa di sekolah. Ini juga menjadi sebuah kebanggan bagi keluarga.

Tidak heran, setiap akhir semester banyak orangtua yang menunjukkan kepada publik jika anak mereka mendapat penghargaan berupa medali A, Medali B, dan seterusnya.

Pemberian penghargaan di sekolah secara tidak langsung bisa menjadi motor untuk menggerakan siswa lain untuk melakukan hal yang sama. Paling tidak, para siswa yang lain belajar dari teman-temannya yang berprestasi agar meraih hal yang sama. Jadi, pemberian medali bukan sekadar hadiah atas sebuah prestasi. Akan tetapi, itu bisa menjadi motivasi bagi siswa yang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun