Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Peminat kata

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Artikel Utama

Pilkada, Tidak Siap Menghadapi Perpecahan?

28 Juli 2020   20:28 Diperbarui: 1 Agustus 2020   08:16 543 47 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pilkada, Tidak Siap Menghadapi Perpecahan?
Ilustrasi Pilkada. Sumber foto: KOMPAS

Nuansa pemilihan kepala daerah (Pilkada) selalu berbeda. Perbedaan itu terlihat dari sikap antusias masyarakat. Barangkali salah satu sebab dari situasi ini adalah faktor kedekatan antara kandidat dengan para pemilih.

Umumnya, kandidat yang bertarung adalah sosok yang bisa dijumpai dalam pergaulan setiap hari. Mereka itu bisa saja tetangga rumah, orang yang berasal dari kampung yang sama, memiliki ikatan darah, dan bahkan koneksi budaya tertentu. Faktor kedekatan seperti ini menghadirkan sikap antusias di tengah masyarakat.

Siapa pun pasti ingin agar orang-orang terdekat terpilih menjadi seorang pemimpin. Ada kebanggaan dan sukacita andaikat orang-orang terdekat terpilih lewat sebuah kontestasi politik.  

Rasa Pilkada agak beda dengan pemilihan presiden (pilpres) dan bahkan pemilihan anggota DPR pusat. Barangkali nuansa hampir sama jika kandidat itu berasal dari tempat yang sama dan mempunyai ikatan kekeluargaan. Akan tetapi, kalau mereka tinggal di tempat jauh, Jakarta misalnya, kedekatan tidak terlalu nampak.

Makanya, saat seorang datang dari luar dan menjadi kandidat dalam kontestasi politik dalam sebuah wilayah, dia mesti bekerja ekstra keras untuk menyakinkan masyarakat. Terlebih lagi, jika dia bertarung dengan orang-orang sudah dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Faktor kedekatan antara pemilih dan kandidat mempunyai sisi yang bisa merugikan. Kedekatan karena faktor daerah, keluarga, dan budaya bisa menghadirkan gap di tengah kehidupan masyarakat.

Bukan rahasia lagi, jika pemilihan karena faktor kedekatan tertentu masih menjadi salah satu latar belakang kehidupan politik di tanah air.

Misalnya, memilih calon tertentu karena faktor daerah asal semata. Kalau seasal, dia mendapatkan prioritas dalam kontestasi. Akan tetapi, saat seorang calon berasal dari luar, dia tidak gampang diterima dan mendapatkan suara.

Faktor kedekatan seperti ini juga bisa saja menjadi biang perpecahan di tengah masyarakat. Kalau beberapa orang tidak sejalan dengan suara umum dalam satu kampung, mereka bisa saja dijauhkan dalam relasi sosial.

Masih terekam dalam ingatan saya atas pengalaman di kampung halaman ibu saya beberapa tahun silam. Kebetulan salah satu calon pemimpin daerah berasal dari kampung ibu saya.

Harapan di kampung itu, setiap orang yang terlibat dalam kontestasi ini mesti satu suara mendukung calon ini. Dia adalah kebangaan kampung.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN