Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Peminat kata

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Bakar Paspor ala WNI Eks ISIS, Penyangkalan pada Status dan Peluang Sempit untuk Pulang

8 Februari 2020   09:07 Diperbarui: 8 Februari 2020   10:54 137 10 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bakar Paspor ala WNI Eks ISIS, Penyangkalan pada Status dan Peluang Sempit untuk Pulang
Sumber foto: Kumparan.com

Saat berada bandara internasional, barangkali kita pernah memperhatikan warna paspor yang dipegang oleh para penumpang persawat. Warna paspor bergantung pada negara.  Paspor bagi kita yang berkewarganegaraan Indonesia berwarna hijau.

Bahasa tiap negara juga menjadi halaman depan dari setiap paspor. Bagi kita pemegang paspor Indonesia, selain bahasa Indonesia, ada juga bahasa Inggris.

Ditulis dalam bahasa Inggris mungkin karena bahasa ini yang dipahami oleh setiap petugas yang bekerja dan melayani di bandara.

Tidak sedikit orang yang merasa bangga saat mempunyai sebuah paspor. Dengan adanya paspor, peluang ke luar negeri kian terbuka. Apalagi pergi ke negara-negara yang membebaskan visa.

Tinggal menunjukkan paspor dan tiket pulang-pergi, kita berkesempatan untuk berada di luar negeri dalam jangka waktu tertentu.

Saya masih ingat saat saya memproses paspor pertama kali di tahun 2012. Salah satu hal yang dibutuhkan dalam proses itu adalah ketelitian. Alasannya kalau salah penempatan identitas tertentu, hal itu bisa berdampak pada hal-hal tertentu saat berada di luar negeri.

Seperti misal, proses belajar di luar negeri. Identitas di paspor berbeda dengan dokumen tertentu. Hal ini bisa menimbulkan keraguan bagi pihak setempat yang menjadi penerima mahasiswa asing.

Tidak heran, proses pembuat paspor sangat membutuhkan ketelitian. Identitas seseorang mesti diperjelas agar menghindari kekeliruan dan kesalahpahaman saat berada di luar negeri.

Paspor merupakan barang yang paling berharga saat berada di luar negeri. Sebagai orang asing, kita perlu selalu membawa paspor kita saat berkunjung ke tempat-tempat tertentu.

Kadang kala saat kita membutuhkan sesuatu, pihak setempat akan menanyakan indentitas kita. Identitas dari paspor menjadi rujukan utama untuk membuktikan asal kita dan tujuan keberadaan kita di negara mereka.

Selain menunjukkan identitas diri, paspor kita merupakan sebuah kebanggaan. Kita memikul paspor sama halnya dengan memikul negara kita.

Bayangkan kalau kita melakukan sebuah masalah di luar negeri dan pihak setempat menunjukkan paspor kita sebagai barang bukti.

Di sini bukan saja kita yang merasa malu, tetapi itu juga bisa berdampak pada citra negara kita yang di berada di balik paspor tersebut.

Dengan kata lain, paspor menunjukkan asal negara kita. Kita membawa negara kita dengan memikul paspor yang kita miliki.

Karenanya, sangat disayangkan dengan aksi beberapa WNI eks anggota ISIS yang membakar paspor mereka. Mereka bukan hanya membakar sebuah buku kecil, tetapi mereka menghanguskan identitas mereka dan kebanggaan mereka sebagai orang Indonesia.

Pembakaran paspor ala beberapa WNI eks anggota ISIS merupakan bentuk penyangkalan pada identitas mereka sebagai orang Indonesia. Pilihan ini secara tidak langsung menunjukkan kalau mereka sudah merasa tidak memiliki negara Indonesia.

Bertolak dari situasi seperti ini, untuk apa mereka dipulangkan karena mereka sudah menyangkal keindonesiaan mereka?

Jadi paspor bukan hanya sebuah buku kecil. Itu adalah identitas dan kebanggaan seseorang sebagai anggota sebuah negara.

Ke mana pun kita pergi ke luar negeri, kita diakui dan diterima sebagai seorang warga dari negara Indonesia. Tanpa itu, kita tidak akan diijinkan untuk masuk atau juga dipandang sebagai penduduk yang ilegal.

Pembakaran paspor ala WNI anggota eks ISIS merupakan bentuk penyangkalan pada identitas mereka.

WNI anggota eks ISIS telah memilih untuk menghilangkan identitas mereka. Beberapa hari terakhir, kita berhadapan dengan polemik pemulangan WNI eks ISIS..

Persoalannya, ada yang sudah membakar paspor mereka. Mereka sudah menyangkal identitas dan kebanggaan mereka.

Pengamat Intelejen, Soleman B. Ponto mengatakan kalau WNI eks ISIS di Timur Tengah tidak perlu dipulangkan. Apalagi mereka sudah membakar paspor Indonesia (tribunews com 6/1/2020).

Banyak pelajaran dari WNI eks anggota ISIS. Salah satu pelajarannya adalah kita mesti bangga sebagai orang Indonesia.

Paspor merupakan kebanggaan kita karena kita diakui saat berada di luar negeri. Kita diakui oleh warga negara lain karena paspor yang kita miliki.

Karenanya, kita mesti menjaga paspor kita saat berada di luar negeri. Saat paspor kita hilang, hal itu bisa menimbulkan persoalan. Tetapi kalau kita menjaganya dengan baik, kita juga menjaga identitas kita di mata orang-orang di negara lain.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x