Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Peminat kata

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Benarkah Popularitas Lionel Messi Memengaruhi Hati Wasit?

17 November 2019   20:16 Diperbarui: 19 November 2019   08:26 61 5 2 Mohon Tunggu...
Benarkah Popularitas Lionel Messi Memengaruhi Hati Wasit?
Duel antara Thiago Silva dan Messi. Sumber Foto bleacher report football

Pada dasarnya, relasi antara wasit dan para pemain bernaung dalam ruang profesionalitas. Di lapangan hijau, wasit akan berusaha membebaskan dirinya dari keberpihakan pada salah satu tim.

Dengan ini pula, para pemain hanya berharap kalau wasit bisa memimpin pertandingan dengan bijak dan seimbang.

Meski demikian, tidak sedikit persoalan terjadi antara wasit dan pemain. Persoalan itu bisa saja karena ulah pemain yang mencela wasit dengan kata-kata yang tidak pantas. Celaan itu terlahir atas keputusan wasit yang dinilai lebih menguntungkan tim lawan.

Atau juga sikap wasit yang begitu keras hingga pelanggaran yang tidak terasa keras langsung diberikan kartu merah.

Karenanya, banyak yang mempunyai pandangan dan pikiran yang berbeda saat wasit mengambil keputusan pada aksi tertentu. Tetapi dia tidak mengambil keputusan yang sama saat pemain lawan yang melakukan aksi yang serupa.

Pada titik inilah para pemain bisa menuduh kalau wasit mempunyai favoritisme dalam sebuah pertandingan. Singkatnya, relasi wasit dan para pemain mempunyai warna yang berbeda-beda. Apalagi kalau pertandinga itu melibatkan persaingan klasik dari dua tim besar.

Salah satu contohnya dalam laga antara Brasil versus Argentina di Arab Saudi. Argentina berhasil mengatasi Brasil dengan skor tipis 1-0. Adapun gol tunggal itu dicetak sang bintang, Lionel Messi.
Meski bertajung laga persahabatan, laga ini meninggalkan drama panas yang cukup menarik.

Pasalnya, selepas laga antara Brasil dan Argentina, bek andalan Brasil, Thiago Silva mengeluarkan pendapat yang cukup tajam tentang sikap Lionel Messi dalam laga itu. Pendapat Thiago Silva terlahir karena bahasa tubuh Messi kepada pelatih Brasil, Tite.

Bahasa tubuh Messi dalam laga itu meminta Tite untuk menutup mulutnya. Atas bahasa tubuhnya itu, Tite mengatakan kalau Messi seharusnya mendapat kartu kuning. (Fox Sport 17/11/19)

Menurut Thiago Silva, bahasa tubuh yang ditunjukkan oleh Messi tidak mengungkapkan karakter sebagai seorang pemain profesional. Dia bahkan mengatakan kalau pendidikan mesti menjadi yang pertama.

Bahkan Silva menilai Messi diuntungkan oleh statusnya sebagai pemain bintang. Dalam laga itu, Silva melihat kalau Messi ingin menguasai pertandingan.

Messi berdebat dengan wasit dan wasit hanya tertawa menanggapi apa yang dipersoalkan oleh Messi. Makanya, Silva ingin agar wasit mesti bertindak tegas dan tidak boleh terpukau pada status kebintangan Messi.

Lebih jauh, Thiago Silva mengatakan kalau Messi merasa sulit memenangi liga champions di tahun-tahun terakhir ini karena para wasit di liga champions bertindak keras.

Mereka bebas dari pengaruh popularitas pemain. Para wasit di kompetesi liga champions mengambil keputusan sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan (Metro.co.uk 16/11/19).

Tentunya, komentar Thiago Silva ini bisa menambah panasnya api pada persaingan antara Brasil dan Argentina. Saya lebih melihat kalau komentar Thiago Silva atas ulah Messi merupakan bagian dari persaingan antara dua kekuatan sepak bola dari Amerika Latin.

Lebih jauh, komentar Thiago Silva hanyalah salah satu komentar yang mengiringi peta persaingan antara Brasil dan Argentina.

Pada ajang Copa America di Brasil tahun ini, Messi pernah mengeluarkan komentar yang cukup tajam. Selepas menelan kekalahan dari Brasil (0-2) pada semifinal di ajang Copa America, Messi mengatakan kalau badan sepak bola yang mengatur Copa America, CONMEBOL, sudah mengatur kalau Brasil mesti menjuarai turnamen itu.

Komentar Messi itu menuai protes dari kubu Brasil. Salah satunya, teman dan mantan rekannya di Barcelona, Dani Alves. Alves mengeritik keras komentar Messi.

Menurut Alves, komentar Messi tidak menunjukkan rasa hormat kepada institusi sepak bola seperti badan sepak bola Brasil, Selecao dan tidak menghormati kapasitas dan profesionalitas para pemain Brasil (blecherreport.com 9/6/19).

Atas komentarnya itu, badan Sepak Bola CONMEBOL menjatuhkan sangsi kepada Messi untuk tidak bermain di tiga pertandingan bersama timnas Argentina. Sangsi ini pun menunjukkan kalau komentar Messi mesti diproses dan ditindaktegas seturut aturan tanpa melihat status kebintangan Messi.

Ya, komentar dari Thiago Silva dan Messi adalah bagian dari aura persaingan antara kedua tim. Karena suasana panas yang terjadi antara kedua tim, bahasa tubuh dan komentar lepas bisa saja muncul untuk mengomentari sebuah pertandingan.

Meski demikian, popularitas tidak boleh menginjak profesionalitas sebagai seorang pemain. Ada aturan di lapangan hijau yang dibaluti oleh respek. Pada saat para pemain menunjukkan respek mereka, saat itu pula mereka menunjukkan sikap profesional mereka sebagai pemain.

Selain itu para pemain juga mesti sadar kalau popularitas mereka akan pudar seturut dengan waktu. Tetapi profesionalitas mereka akan membekas dalam sejarah sepak bola.  

Makanya, terlepas dari pengaruh persaingan yang sangat tajam, para pelatih dan pemain mesti menggarisbawahi asas profesionalitas.

Profesionalitas itu hadir dalam rupa respek antara para pemain, kepada pelatih lawan dan wasit. Saat profesionalitas dikedepankan, persaingan akan menjadi bahan pelajaran yang patut dicontohi.

Saat para pemain juga bertindak profesional di lapangan hijau, pertandingan pun akan bebas dari kecurigaan dan pandangan negatif, termaksud pandangan buruk atas relasi antara wasit dan pemain tertentu.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x